Pendiri Microsoft Menangkap Visi Sejak Muda

Transient

Wiliam Bill H. Gates adalah pendiri sekaligus pemimpin Microsoft Corporation, raksasa software di dunia dengan pendapatan US$36,84 miliar pada tahun 2004 dan memperkerjakan 55.000 orang di 85 negara. Tentunya menarik bagaimana Bill Gates memulai semua itu.

Lahir pada 28 Oktober 1955, Bill Gates tumbuh di Seattle, Amerika Serikat bersama dua saudarinya. Sejak sekolah dasar, Gates sangat menonjol dalam matematika dan sains. Kecintaanya pada software dan programming dimulai pada waktu Gates berumur 13 tahun. Ketika menginjak sekolah menengah, ia dan temannya Paul Allen mendirikan Traf-O-Data, sebuah perusahaan yang menjual sistem pengaturan aliran data ke pemerintah negara bagian. Tahun 1973, Gates masuk ke Harvad University untuk bidang Computer Science. Pada tahun kedua di Harvard, bersama Paul ALllen dan Monte Davidoff ia mengembangkan sebuah versi bahasa pemrograman BASIC unutk mikrokomputer pertama, Altair 8800. Tahun ketiga kuliah, Gates keluar dari Harvad untuk mengerahkan seluruh wakktunya bagi perkembangan perusahaan software yang dibangun bersama Paul Allen, Microsoft.

Apa yang membuat Gates yang saat itu berumur 20 tahun berani mengambil resiko untuk memulai perusahaan? Mengutip informasi dari Microsoft, keyakinan Gates bahwa komputer adalah alat yang sangat berguna bagi setiap perusahaan bahkan setiap rumah, membuat ia dan Paul Allen berani membuat perusahaan dan mengembangkan software bagi komputer personal. Visi Gates pada komputer personal inilah yang menjadi kunci sukses dari Microsoft dan industri software mereka. Dapat kita lihat sekarang bahwa Gates berhasil menunjukan kebenaran dari visinya, yakni setiap orang memiliki sebuah komputer pribadi walau pada saat itu komputer terasa sangat mahal dan tampak tak mungkin.

"Kita selalu berlebihan dalam menanggapi perubahan yang akan terjadi dua tahun mendatang, tetapi terlalu meremehkan perubahan yang terjadi sepuluh tahun mendatang. Jangan biarkan diri Anda tidak berbuat sesuatu." Bill Gates. Visi seperti inilah yang dimaksud oleh Pak Ciputra, bahwa setiap Entrepreneur harus bisa melihat visi dan wawasan ke depan dan kemudian bisa berinovasi sedini mungkin.