Singapura dan Entrepreneurship

sumber foto: http://upload.wikimedia.org

sumber foto: http://upload.wikimedia.org

Singapura sama sekali tidak memiliki Sumber Daya Alam namun pada tahun ini, 2013, Singapura berhasil mencatat pertumbuhann ekonomi GDP perkapita hingga US$ 48.595 per orang. Sementara Indonesia, yang merupakan negara kaya Sumber Daya Alam, rata-rata pendapatan per kapita warganya hanya US$ 3.452 per orang per tahun. Artinya pendapatan perkapita Singapura kurang lebih 13 kali lipat dari rata-rata pendapatan per kapita Indonesia.

Tidak heran bila pemimpin legendaris Singapura Lee Kuan Yew dengan percaya diri menulis sebuah buku untuk dunia yang menceritakan proses perubahan dramatis Singapore berjudul From Third World to First: The Singapore Story. Apakah Entrepreneurship merupakan bagian dari Strategi Singapura? Tentu saja benar dan bahkan telah lama Lee Kuan Yew gelisah memikirkannya. 11 tahun yang lalu Lee Kuan Yew telah mengkawatirkan Entepreneurship di Singapura, hal itu dapat terlihat dari ucapan beliau yang menjelaskan pentingnya keentepreneuran bagi Singapura pada tanggal 5 Februari 2002 pada sebuah press media.

"Singaporeans have been good at becoming managers. Now we need to have Singaporeans more entepreneurial."

(http://www.smu.edu.sg/newsroom/pressreleases/2002/20020114.asp)