Quantum Leap dari China

Pertumbuhan Entrepreneurship di negeri China sempat terhenti atau terhambat ketika pemerintahan komunis tidak bersahabat dengan denyut keentrepreneuran. Entrepreneurship disamakan dengan kapitalisme yang harus diganyang. Kondisi ini berubah secara dramatis ketika Deng Xiao Ping pada 1978 memulai era baru "keterbukaan". China akhirnya melampaui Jepang menjadi negara dengan kekuatan perekonomian kedua terbesar di dunia setelah AS. Pada tahun 2006, Pendapatan Domestik Bruto (PDB) China hanya 2,3 triliun USD, sekitar separuh dari PDB Jepang. Namun China berhasil menyusul Jepang pada tahun 2009 dan tahun 2012 mencatat PDB sebesar 8,2 triliun USD. PDB Indoesia pada 10 tahun yang lalu hanya selisih 300 miliar USD dengan China namun pada tahun 2012 selisihnya melambung hingga 7,3 triliun USD.

George Zhibin Gu, seorang jurnalis dan konsultan yang menulis buku berjudul China and The New World, mencatat terdapat 3 pelajaran yang dijadikan China New Lesson:

1. Pelajaran Pertama, pertumbuhan sejati dan memiliki arti bertumpu pada inisiatif individu dan karya entrepreneurial warga bangsa dan bukan bertumpu dari proyek pemerintahan. Pertumbuhan ekonomi China adalah hasil dari gerakan Entrepreneurship di masyarakat dan ini merupakan hal yang sangat kontras di banding zaman komunis.

2. Pelajaran kedua, semua pertumbuhan rasional yang terjadi di masyarakat yang terbuka dengan dunia akan semakin baik.

3. Pelajaran yang ketiga seluruh pertumbuhan rasional dan berkelanjutan harus mengikutsertakan atau mengaitkan dengan seluruh dunia.

Perubahan yang dilakukan Deng mendorong lahirnya entrepreneur-entrepreneur baru yang mengggerakkan roda ekonomi secara luar biasa. Orang pertama yang membuka China untuk investasi asing, posisi yang dianggap radikal oleh kelompok garis keras pada dekade 1960-an. Meski dia sering dikucilkan dalam karir politiknya, Deng memperkuat posisinyaa dengan mengupayakan hubungan yang lebih dekat dengan negara Barat. Dalam pidatonya yang bertema Try to get rich quickly through entrepeneurial activities, mengubah paradigma masyarakat  mendorong laju pertumbuhan usaha-usaha baru. Bahkan pidato tersebut mempengaruhi PNS China untuk pindah dan mencoba berkarya dalam bidang bisnis.

China seharusnya bisa menginspirasi Indonesia. Kecakapan Entrepreneurship dari bumi pertiwi sudah terlihat sejak kapal-kapal nusantara menjelajah samudra untuk berniaga sampai manca negara. Ragam karya seni budaya Indonesia seperti Borobudur adalah bukti tersimpannya jiwa inovasi dan seni yang tinggi. Sekarang adalah sebuah tantangan besar bagi kta semua untuk mengumpulkan kembali semangat dan kecakapan entrepreneurial untuk menghasilkan jutaan entrepreneur baru. Hingga terwujudnya Indonesia yang lebih sejahtera.

Sumber: Buku Ciputra Quantum Leap 2 tahun 2011