Nasehat Bisnis dari CEO Google

 http://fuadamin36.files.wordpress.com/2011/05/larrypage.jpg

Ada beberapa kebiasaan unik dari Google yang dikembangkan untuk memupuk budaya inovasi dan kreativitas dalam perusahaannya. Salah satunya adalah pertemuan mingguan, di mana setiap karyawan Google dari seluruh dunia bebas memberikan pertanyaan kepada eksekutif Google. Para karyawan dapat memberikan kritik ataupun mengemukakan pendapat kreatif mereka kepada para pemimpin perusahaan.

Dalam wawancara yang dilakukan Wired.Com kepada Larry Page, CEO Google, menyampaikan beberapa tips sukses perusahaannya dalam berbisnis. Berikut adalah beberapa nasehat yang sangat menarik.

  1. Lakukan hal-hal "gila"
    Sejak kecil, Page bermimpi untuk menjadi seorang penemu. Dia tidak hanya ingin bisa menciptakan produk tetapi juga ingin mengubah dunia. Mimpi itu tetap hidup hingga kini dan dia wujudkan bersama Google. Kepuasan bagi Page adalah ketika dia dan timnya bisa mengembangkan inovasi 10 kali lipat dari yang telah mereka kembangkan sebelumnya.
    Lihat saja GMail, layanan email yang menawarkan kapasitas penyimpanan 100 kali lebih besar dibandingkan layanan-layanan email lainnya. Google juga menciptakan penerjemah bahasa Google Translate, Google Maps dan Google Drive. Serta berbagai layanan cloud computing lainnya yang hingga kini terus "ditemukan".
    Larry Page berkata kepada timnya, "Jika tidak melakukan hal-hal gila, kamu melakukan hal yang salah". Sebagai CEO, dia selalu mendorong timnya untuk selalu berinovasi.

  2. Inovasi harus diikuti komersialisasi
    Inovasi yang sukses harus diikuti dengan komersialisasi yang sukses. Page mencontohkan Xerox Parc, salah satu anak perusahaan Xerox Corp. Mereka berperan penting dalam dunia komputasi modern sebagai pengembang ethernet, GUI dan teknologi laser printing. Namun mereka tidak fokus pada komersialisasi. Hal itulah yang membuat Xerox Parc gagal. Setiap perusahaan membutuhkan dua hal untuk sukses, yakni inovasi dan komersialisasi.

  3. Jangan fokus pada persaingan
    Google berbeda dari perusahaan-perusahaan teknologi lainnya. Google fokus pada pengembangan produk-produk dan layanannya, bukan fokus pada kompetisi.
    "Apa yang menarik dari bekerja jika hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mengalahkan perusahaan lain yang melakukan hal yang sama dengan kita? Itulah yang membuat banyak perusahaan jatuh secara perlahan. Mereka cenderung melakukan hal yang sama dengan yang pernah mereka lakukan dan membuat beberapa perubahan kecil," kata Page.
    Menurut Page, memang wajar jika banyak orang ingin mengerjakan hal-hal yang mereka yakin tidak akan gagal. Namun, untuk sukses, perusahaan teknologi perlu membuat suatu perubahan yang besar. Ketika merilis Gmail, misalnya, Google masih menjadi sekadar perusahaan mesin pencari. Menciptakan layanan email berbasis web merupakan suatu lompatan besar bagi Google, apalagi Gmail berani menyediakan kapasitas penyimpanan email yang sangat besar jika dibandingkan penyedia layanan serupa pada saat itu. Pada saat mengembangkan Gmail, sudah ada beberapa perusahaan lain yang memiliki mesin pencari. Gmail tidak akan ada jika Google hanya fokus untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan itu. Google memilih untuk fokus mengembangkan produk-produk dan layanannya.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2013/02/04/13270892/3.Nasihat.Bisnis.dari.CEO.Google