5 Kunci Sukses Ala Dr. Rhenald Kasali

Transient

Kejar Reputasi dahulu. Banyak orang yang memilih menjadi wirausaha karena ia bermimpi menjadi orang kaya. Sebesar-besarnya gaji yang Anda terima sebagai orang gajian, nasib mungkin saja akan berubah kalau Anda menjadi bos bagi diri sendiri. Tetapi wirausaha sesungguhnya tahu persis bahwa mimpi mereka harus realistis, tidak boleh berlebihan. Mereka yang mengejar order sebesar-besarnya, sikut sana sikut sini, kalau mengejar modal dari bank feasibility study dibuat semanis mungkin, bukan untuk menunjukan prospek bisnisnya melainkan untuk meng-gol-kan modal tersebut. Kalau modal didapat, mobil baru bertambah. Cara berpikir yang salah ini akan membuat Anda serba salah. Kalau Anda mau menjadi wirausaha sejati ingatlah ini: Mulailah dengan reputasi. Bagaimana memulainya? Begini, jangan kejar uangnya, tetapi bangunlah nama baik, keahlian, kepercayaan, kualitas, jaringan dan harga diri. Begitu Anda dikenal dalam bidang usaha Anda, uang akan datang mengejar Anda.

Tumbuh dari bawah. Bisnis yang baik tidak pernah tiba-tiba besar. Jika ini terjadi, biasanya fondasi bisnisnya tidak kuat. Pemiliknya atau profesional manager tidak terbiasa mengatasi persoalan yang muncul pada perjalanan bisnisnya. Jika dari bawah, masa sebelum menjadi besar bisa dianggap sebagai masa belajar.

Konsentrasi pada bisnis yang dikuasai. Para Entrepreneur tersebut memulai bisnisnya dari bidang yang dikuasainya betul. Bidang yang dikuasai bisa saja berasal dari bangku sekolah, pengalaman kerja, atau cuma berawal dari sekedar hobi. Saya belum pernah mendengar kisah sukses entrepreneur yang berada dalam bidang yang tidak ia kuasai sama sekali. Bahkan penguasaan produk menjadi syarat mutlak untuk maju.

Anti Kerumunan. Entrepreneur Indonesia banyak yang latah. Bila melihat orang sukses bisnis kafe, lalu yang lain ikut-ikutan berbisnis kafe juga. Demikian pula dengan bisnis peternakan lele, pertanian cabe, foto kopi, biro iklan, media cetak bahkan politisi membuat parpol tanpa basis massa. Bila dipastikan, hampir semua pengekor ini tidak memiliki kesuksesan yang lama. Bahkan saat gagal menjadi gunjingan tetangga dan masyarakat. Tidak jarang pula hutang mereka tidak dapat dikembalikan. Bisnis yang diawali dengan mengkopi kesuksesan orang lain dan masuk kekerumunan sangat berbahaya. Dalam kerumunan Anda akan sulit bernafas, sulit keluar dan kemungkinan babak belur sangat besar. Karenanya, masuklah ke bidang yang belum disentuh Entrepreneur dan diperhatikan banyak orang. Ketika Radityawarman Coleman memulai bisnisnya belum banyak yang berpikir bahwa menguras WC bisa menghasilkan uang yang banyak jika dikelola dengan baik. Setelah 20 tahun menekuni bidang ini, mungkin ia adalah salah satu pemain terbesar di bidang ini.

Terakhir adalah Modal hanyalah pelengkap. Dalam berbisnis, modal uang jelas bukan segalanya. Keahlian Anda, jaringan, nama baik, penguasaan teknologi, pengetahuan mengenai pasar, adalah modal yang sama pentingnya dengan uang. Orang-orang sukses tidak melulu memulai usahanya dengan modal bank. Ssaya hampir tak pernah mendengar satu pun bank yang punya policy memberikan modal uang kepada pengusaha yang tak punya usaha yang jelas sama sekali. Prinsip permodalan perbankan mengatakan, modal uang hanyalah pelengkap. Bankir yang cerdik tentu bisa membedakan mana nasabah yang baik dan yang bukan. Nasabah tidak akan membangun usahanya seratus persen dari modal bank.

Sumber: Rhenald Kasali, Buku 50 Usahawan Tahan Banting