Walikota Bangga Adanya Kampung Batik di Surabaya

Transient

Batik merupakan karya asli dari Indonesia dan merupakan kebanggaan dari negeri kita. Jika kita ditanya dari mana batik-batik itu dibuat? Apakah Yogyakarta, Solo atau Pekalongan? Namun merupakan berita baru bahwa batik juga dibuat di Surabaya. Penghargaan pun diberikan oleh Wali Kota Surabaya kepada Camat Genteng Bambang Udi Ukoro dan Hj Faiqah Esmail sekaligus  yang mencanangkan Kawasan Tambak Dukuh I sebagai kampung batik.

Hj. Faiqah Esmail, adalah wanita yang memiliki ide awal mendirikan Kampung Batik Jawa Timur. Ini bermula ketika pada Juni 2007 lalu, wanita yang akrab dipanggil Faiqah ini berkunjung ke Solo. Dia kagum melihat perkembangan batik disana yang didukung penuh oleh masyarakat dan pemerintah. “Padahal di lingkungan saya di Kawasan Tambak Dukuh masyarakatnya sudah menjadi penjahit batik selama 20 tahun. Tetapi mereka belum memiliki inisiatif untuk membuat kampung batik seperti di Solo,” ungkapnya di show room miliknya.

Hj. Faiqah Esmail sendiri mengenal batik sejak kecil, karena keluarganya merintis usaha batik sejak dirintis oleh neneknya. Lingkungan sehari-hari yang tak lepas dari batik, membuatnya terus-menerus berkeinginan mengembangkan batik. Pulang dari Solo, Faiqah segera mengumpulkan para perajin batik di Jatim. Ia mengorbankan rumahnya untuk menjadi show room batik yang memamerkan batik hasil buatan para perajin dari seluruh Jatim. “Total ada 16 corak batik dari 16 kabupaten di Jatim yang dipamerkan dan dijual disini,” terangnya.

Puncak keberhasilan wanita asal Madura ini adalah dengan diraihnya Rekor MURI sebagai pembuatan logo batik raksasa pada 4 Mei lalu. Batik raksasa bermotif logo Kota Surabaya itu berukuran 9,8 x 19,4 meter yang dikerjakan selama 15 jam oleh 15 orang.

Tak hanya melayani pasar lokal, bisnisnya sudah merambah ke luar negeri. Pesanan dari Malaysia, Myanmar, dan negara Asia lainnya sering diterima. "Pokoknya, begitu ada pesenan, langsung saya kirim," tegasnya.

Bagi yang ingin belajar batik, Faiqah membuka show room-nya lebar-lebar. Siapapun boleh belajar membatik secara gratis ditempatnya. “Silakan bagi yang mau belajar membatik. Apalagi bila yang punya kemauan belajar anak-anak muda. Karena siapa lagi yang akan melanjutkan budaya bangsa ini kalau bukan generasi muda kita,” ungkapnya.