The Winner of Get In The Ring Asia Pacific Region

gibran.jpg

Get In The Ring (GITR) Regional Asia Pasifik yang diadakan di Universitas Ciputra, Senin 13 Oktober 2014 kemarin berjalan dengan sengit. Meskipun acara ini berlangsung hanya dalam dua ronde karena perwakilan negara yang bertanding hanya Indonesia dan Korea Selatan, namun cukup terlihat suasana di dalam ring menjadi panas akibat perseteruan para kontestan. Acara Get In The Ring ini merupakan tahap kedua untuk selanjutnya dapat melaju ke tahap final di Rotterdam, Belanda pada tanggal 21 November 2014.

Acara dimulai pada pukul 13.30 WIB dengan tarian tradisional, Tari Remo, kemudian disambung dengan pembukaan dari Ivan Sandjaja dan Deny Bernadus selaku perwakilan dari Yayasan Ciputra Grup dan Universitas Ciputra selaku tuan rumah. Setelah itu MC memperkenalkan para juri yang akan menilai pertandingan GITR, mereka adalah Andreas Bastedo (Direktur PT Keera Sistem Indonesia dan PT Tiga Dinamika Solusi Indonesia) , Didiek Hartantyo (Executive Vice President PT Bank Mandiri), Tjahjono Haryono (Direksi Sekar Group), Yusak Anshori (Dekan Universitas Ciputra) dan Arief Darmawan (Senior Marketing Manager PT Tira Austenite).

Ronde pertama merupakan pertandingan ulang antara eFishery dan 8Village, keduanya merupakan perwakilan dari Indonesia. Pemenang dari ronde ini akan bertanding dengan perwakilan dari Korea Selatan di ronde kedua. Gibran Chuzaefah Amsi dari eFishery memperkenalkan produk mereka berupa smart application yang dapat memberi pakan dalam lingkup peternakan ikan secara otomatis dan dapat dikontrol dan juga dimonitoring secara online. Kebalikan dari eFishery, 8Village malah melihat peluang bagi desa-desa tertinggal yang belum memiliki akses internet untuk dapat tetap terhubung dengan para expert di bagian pertanian dan peternakan. Untuk tujuan ini, 8Village memiliki produk berupa software penyebar informasi dan konseling kepada para petani di desa tertinggal dengan menggunakan teknologi SMS dan MMS.

Selama ronde pertama , 8Village dan eFishery secara bergantian menjawab 3 pertanyaan random yang diambil oleh mc. Mereka menjelaskan tentang apa saja kelebihan produk mereka dan apa yang menjadi kendala mereka. 8Village dan eFishery juga menjawab setiap pertanyaan dari juri dalam waktu 20 detik. Alhasil dari setiap jawaban dan presentasi kedua kontestan ini, juri memenangkan eFishery yang selanjutnya maju melawan iBrush, perwakilan dari Korea Selatan.

chan.jpg

Suasana menjadi lebih tegang dengan adanya permainan lighting di awal ronde kedua bersamaan dengan majunya Hee Chan James Cha, founder dari iBrush, produk perwakilan dari tim Korea Selatan. Ronde kedua adalah iBrush melawan eFishery. Masih dengan konsep yang sama dan menjawab pertanyaan dalam 20 detik, Hee Chan mencoba menjelaskan produknya kepada para undangan dan juri. iBrush merupakan perusahaan software dan hardware spesialis pada kebersihan mulut dan gigi. Produk yang dipresentasikan merupakan sebuah alat canggih berbentuk sikat gigi dengan teknologi phototherapy yang dapat menghilangkan beberapa penyakit mulut sekaligus memutihkan gigi. iBrush memiliki anti-microbial yang akan membunuh kuman dan plak yang menempel pada gigi.

Sayangnya,  "pitching" iBrush masih kalah dengan "pitching" cepat dari eFishery. Dengan teknologi baru eFishery, Gibran menjawab bahwa dengan modal sendiri (bootstraping), tahun ini produknya mampu meraup keuntungan hingga 1 miliar. Setiap jawaban dari juri pun dijawab dengan sempurna dalam 20 detik. Sabuk pemenang dari regional Asia Pasifik pun jatuh ke tangan eFisher dan ia akan bersiap menuju Belanda pada bulan November nanti untuk bertanding di Final Round. Berikut adalah wawancara singkat UCEO terhadap Gibran Chuzaefah setelah pertandingan GITR berakhir.