8Village - Mendekatkan Teknologi kepada Semua Petani

Indonesia adalah negara agraris yang pastinya memiliki banyak petani. Sayangnya, masih banyak keterbatasan dalam pengembangan karena masalah teknologi. Memang, selama ini teknologi dalam bidang komunikasi masih sangat jarang dikaitkan dan digunakan dalam bidang agriculture di Indonesia.

8Villages adalah pemenang kedua Get In The Ring Indonesia tahun ini dan salah satu perusahaan yang berusaha menjembatani dunia agraris dan teknologi. 8Villages menggunakan teknologi virtual untuk membantu para petani yang masih sangat kurang dengan pengetahuan tentang dunia pertanian. 8Villages membantu para petani untuk menciptakan solusi yang disesuaikan dengan komunitas pertanian dan sistem operasional yang ada di Indonesia. 8Villages juga dapat membantu para petani memaksimalkan proyeksi hasil yang ingin dicapai. Para petani juga dapat menggunakan program ini untuk saling berhubungan antar petani dan juga memberikan info tentang harga panen atau prediksi cuaca.

Secara sederhana, program ini akan menyebarkan ilmu pengetahuan dan informasi kepada para petani dengan cukup menggunakan sebuah ponsel (tidak perlu smartphone yang canggih). 8Villages memberi nama program tersebut dengan nama “Rumah Petani Pintar.” Para petani hanya cukup mendaftar dan mereka akan mendapatkan informasi dari SMS harian berisi pengetahun cara bertani yang dapat memanfaatkan lahan.

Untuk saat ini, 8Villages memfokuskan layanannya kepada 2 kota yang populasi petani dan lahan pertaniannya cukup luas, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

8Villages juga menyiapkan program yang memungkinkan para investor untuk berkomunikasi dengan para petani walaupun mereka berada di daerah pedesaan yang jarang mendapatkan sinyal. Untuk mencapai target mereka menjadi perusahaan yang mempermudah pengiriman pesan secara global, 8Villages berkerja sama dengan provider di masing – masing negara.

8Villages berkerja sama dengan institusi keuangan dan penyedia layanan asuransi yang menyediakan alat komunikasi yang dirancang khusus untuk komunitas pertanian. Untuk saat ini 8Villages juga berkerja sama dengan XL Axiata dan juga Universitas Gadjah Mada (Fakulitas Pertanian). 8Villages akan memberikan akses gratis layanan SMS untuk para petani. Tapi, untuk selanjutnya 8Villages juga berencana untuk meluncurkan layanan tambahan berbayar. 8Villages mengharapkan akan ada 6.000 petani yang akan menggunakan layanan tersebut.

8Villages mengklaim kalau perusahaan mereka sudah memiliki lebih dari 10 ribu pengguna. Program yang diterapkan oleh 8Villages tidak hanya berlaku secara satu arah saja, tapi perusahaan juga memberi saluran agar para petani bisa berkomunikasi dengan para ahli dari UGM untuk membantu mereka menyelesaikan masalah mereka di lahan.

Selain itu, 8Villages juga mempersilahkan seperti perusahaan agrobisnis, bank pinjaman untuk dapat membidik para petani dengan cara advertising yang disediakan oleh 8Villages. Perusahaan tersebut juga dapat berkomunikasi dengan para petani.

Tidak hanya menembak pasar lokal, tapi 8Villages juga berusaha untuk menjadi perusahaan internasional. Mereka merintis pasar asing mereka di negara Myanmar. Mengapa Myanmar? Karena negara itu merupakan negara agraris sama seperti negara Indonesia. Selanjutnya di Myanmar, 8Villages berencana untuk meluncurkan aplikasi smartphone.