[Kisah Sukses UC Onliner] Budhy Suprayitno - Membangun Rumah Wahidin dengan Kekeluargaan

Setelah pensiun, Budhy Suprayitno tidak pernah terpikir sedikitpun untuk membangun sebuah guest house di tanah seluas 805m2 miliknya di Probolinggo. Bapak Budhy malah memikirkan untuk membangun sebuah tempat kos ketika beliau melihat rumah kos milik Pak Triono di Jalan Sumatera Gg 13 No.3, Jember. Ia terkesan dengan desain dan penataan rumah kos yang asri dan efisien, meskipun ukuran rumah kos tersebut tidak terlalu luas.

Awalnya Pak Budhy akan membangun rumah kos dengan fasilitas 34 kamar dengan segmen pasar karyawan “menengah keatas” dengan konsep pelayanan “homy” dengan mengedepankan sisi kekeluargaan. Namun dalam proses pembangunan, salah satu  partner kerja Ibu Fitriana (Istri dari Pak Budhy) yaitu Pak Anton, memberi ide untuk membuat penginapan karena target segmennya masil kecil, sehingga akan lebih gampang untuk menarik pengunjung karena saingannya tidak terlalu banyak. Sedangkan untuk rumah kos kurang optimal karena sudah banyak orang yang memiliki ide bisnis yang sama di kota Probolinggo.

wahidin2.png

Setelah dipikir kembali akhirnya Pak Budhy menerima masukan dari temannya dan membangun sebuah guest house di kota Probolinggo. Setelah itu Pak Budhy memutuskan merubah fungsi dari Rumah Kos menjadi “Guest House Rumah Wahidin.” Pak Budhy tidak memiliki pengalaman sama sekali tentang mengelola penginapan, maka beliau bertanya kepada teman – teman istrinya yang memang memiliki sedikit pengalaman di bidang itu, juga menginap di beberapa hotel untuk observasi pelayanan hotel.

Pak Budhy mengaku tempat singgahnya bisa menjadi terkenal karena beliau membuatnya berbeda dari guest house lainnya. Beliau tahu tidak akan bisa mengalahkan hotel berbintang di kota Probolinggo, maka dari itu beliau membuat sesuatu yang unik yaitu menggunakan konsep kekeluargaan.

Banyak dari tamu yang menginap di Rumah Wahidin, mengadaptasi konsep milik Pak Budhi. Contohnya, ada seorang tamu yang menginap di tahun 2012 lalu. Ternyata orang itu menggunakan konsep serupa untuk membangun guest house miliknya di kota Jogjakarta. Lalu, beberapa investor di kota Probolinggo selalu membuat hotel di main road agar hotelnya bisa dikunjungi oleh banyak pengunjung. Buktinya, guest house milik Pak Budhy berjarak 100 meter dari main road, tapi tempat milik beliau tetap bisa ramai.

Untuk menjadi sukses, seseorang harus menunjukkan kesungguhannya dalam menjalankan suatu bisnis. Jangan mengerjakannya dengan separuh hati karena hasilnya tidak akan maksimal. Semua perkerjaan yang dikerjakan dengan kesungguhan akan membuahkan hasil yang maksimal, seperti yang dialami oleh Bapak Budhi. Ide Guest House Rumah Wahidin adalah sebuah kecelakaan, dan bahkan Pak Budhi tidak memiliki sedikitpun pengalaman tentang menjalankan hotel. Tapi, beliau pantang menyerah dan sungguh-sungguh dalam menjalankan bisnisnya. Dengan bermodal impian membuat tempat singgah yang nyaman dengan memberikan pelayanan seperti berada dalam keluarga sendiri, bisnis miliknya ini berkembang dengan sangat pesat dan banyak pengunjung luar kota bahkan manca negara lebih memilih untuk menginap di guest house miliknya.

Fakta bahwa lokasinya tidak berada di jalan utama, tidak membuat bisnisnya sepi. Hal itu terjadi karena Pak Budhi memberikan pelayanan dan konsep yang kreatif dan hal ini tidak banyak ditemui di kota Probolinggo. Konsep yang unik dan dijalankan dengan kesungguhan, akan mampu menarik perhatian para customer. Tidak ada yang menyangka, seorang pensiunan akan menjadi seorang pebisnis yang cukup sukses. Pak Budhi mencapai kesuksesannya di usia yang sudah tidak muda lagi. Hal ini membuktikan, berapapun umur Anda jika Anda mau belajar – tidak ada hal yang mustahil.