Entrepeneur Dapat Lahir Melalui Proses Pendidikan

Transient

UC Onliner, kali ini UCEO akan membahas lebih dalam lagi tentang pentingnya Entrepeneur dan pendidikan seperti apa yang harus dibangun untuk menjadi seorang Entrepeneur. Dalam wawancara ke-2 dengan Prof. Wong Poh Kam. Beliau sempat ditanya tentang bagaimana pentingnya sebuah pendidikan yang mengutamakan Entrepeneur? Beliau menjawab bahwa seorang Entrepreneur benar-benar harus bisa memikirkan untuk membuat sebuah peluang, juga harus memiliki mindset dan juga Entrepeneurial Skill. Entrepeneurial Skill yang di maksud adalah dimana kita harus punya sebuah komunikasi yang baik dengan sekitar kita. Meskipun bisnis yang dijalani itu secara sendirian, namun komunikasi juga sangat dibutuhkan terutama dalam berpromosi ataupun membangun relasi dengan customer. UC Onliner bisa berkomunikasi melalui media sosial, internet ataupun bertatap muka secara langsung.

Melalui komunikasi yang kita bangun, hal ini juga bisa membantu kita dalam menjaring sebuah jaringan usaha. Sebelum itu, kita harus memiliki branding. Branding dimulai dengan menjadi aktif di media sosial, dan dibentuk melalui publikasi konten, baik offline maupun online dalam website Anda. Perlu diketahui, meskipun Anda aktif membangun branding, konten yang buruk dapat menyebabkan pandangan negatif pada merek Anda. Ini penting untuk mengetahui bagaimana memberikan konten dan sumber daya yang audiens Anda inginkan dan akhirnya menemukan produk Anda berharga dan layak untuk dibeli.

Sales, strategi marketing dan juga finance juga termasuk dalam Entrepeneur Skill. Tidak hanya Entrepeneurial Skill yang dibutuhkan, namun juga tekad serta semangat yang pantang menyerah. Melalui edukasi yang baik, Entrepeneur juga dapat melatih diri dengan memperkaya ilmu-ilmu tentang dunia Entreperneur. Belajar melihat peluang di sekitar guna menciptakan sebuah value yang baru dan berharga. Mengumpulkan ilmu-ilmu tentang Entrepeneurship juga harus disertai dengan mencoba membuka satu usaha, mencari inspirasi untuk dapat membantu memberikan motivasi. Jika Anda kreatif, Anda akan dapat menemukan peluang-peluang yang baru dengan terus belajar di sekitar Anda.

Prof. Wong Poh Kam juga memberikan suggesti tentang bagaimana kita dapat melihat atau mengambil sebuah inspirasi dari yang kita jadikan role model. Beliau juga sempat memberikan contoh dari Universitas tempat dia mengajar, Misi dari Universitas tersebut adalah menjadi institusi pendidikan dan bukan tempat untuk melahirkan perusahaan atau bisnis baru. Universitas Stanford bisa langsung membuat perusahaan sekitar 10%, mereka mampu melahirkan Entrepeneur secara alami karena lingkungan Universitas yang berbeda. Selain itu pembentukan sikap memiliki peran sangat kritikal, dalam pembentukan Entrepeneur. Memang dalam dunia bisnis itu adalah pilihan dari para Anda,UC Onliner, untuk memiliki determinasi dan bukan dari keterpaksaan. Kita perlu melahirkan Entrepeneur yang memilih secara sadar untuk menjadi pengusaha dan bukan karena keterpaksaan.

Untuk menjadi seorang Entrepeneur banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari menyusun strategi, mengatur perencanaan, menetapkan target dan modal usaha, mengikuti pembinaan, bahkan sampai pada membangun sebuah jarigan.

Prof. Wong Poh Kam juga ditanya setelah melihat edukasi Entrepeneur di Asia, bagaimana Beliau melihat trend edukasi di Asia? Beliau menjawab banyaknya kompetisi dalam bidang usaha yang sama ternyata menjadi pergulatan di negara Asia. Di sini, Beliau mengatakan bahwa menjadi seorang Entrepeneur tidak hanya memikirkan jenis usaha, tetapi bagaimana kita bisa membuat dampak yang dapat membuat kita menjadi berbeda serta dapat merubah dunia. Yang terpenting adalah jangan hanya melihat trend tetapi cobalah untuk membuat peluang baru dari trend tersebut dengan merubah sedikit serta mencantumkan inovasi-inovasi baru.