Efishery, Pemenang Get In The Ring Indonesia 2014

Image : [http://www.efishery.com]

Image : [http://www.efishery.com]

Seorang entrepreneur menjadikan sebuah masalah menjadi peluang sudah pasti Anda sering mendengarnya. Namun, Anda tidak akan bosan-bosannya mengagumi pemikiran baru dan unik dari para entrepreneur ini. Salah satu inovasi baru ini adalah Efishery. Inovasi unik antara teknologi dan peternakan ikan yang mereka sebut sebagai "fishtech" ini telah dibuktikan oleh Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy dapat mendatangkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

Efishery merupakan perangkat pemberi makan ikan otomatis berbasis software yang dapat dikontrol secara real-time via layar ataupun via ponsel. Efishery akan memudahkan para petani ikan mengotomatisasikan pemberian makan ikan sampai siap masa panen. Dengan algoritma efishery memungkinkan perangkat ini dapat melakukan beberapa fitur mulai dari penjadwalan pemberian pakan, pengaturan kuantitas pakan yang diberikan, hingga sistem keamanannya. Efishery juga dilengkapi dengan sensor yang dapat mengetahui lapar tidaknya ikan dari analisa pergerakannya. Untuk sistem keamanan, Efishery dilengkapi dengan sensor yang dapat mendeteksi tindakan pencurian dan dapat langsung terhubung dengan nomor kepolisian terdekat.

Transient

Dengan Efishery inilah, Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy menjadi pemenang Get In The Ring tingkat Nasional. Produknya yang prima dan menawarkan solusi tepat bisa dikatakan menjadi sebab eFishery berhasil mengungguli peserta startup lainnya di tingkat Nasional. Pada tanggal 13 Oktober 2014 di Surabaya nanti, Ia akan berjuang lebih keras dalam Get In The Ring Level Asia Pasifik. Ia harus bertanding melawan perwakilan dari Bhutan, Korea Selatan dan Filipina untuk membawa startupnya bisa memenangkan tiket ke Eropa. Get In The Ring adalah ajang kompetisi bagi para startup untuk memperebutkan investasi senilai 1 juta Euro setiap tahunnya. UC Onliner dapat melihat lebih lanjut tentang Get In The Ring di artikel Get In The Ring Level Asia Pasifik.

Inovasi Efishery ini menjadikan El Farizy seorang pioner pada bidang "fishtech" di Indonesia. Pemuda yang baru berusia 24 tahun ini merupakan sarjana muda lulusan Institut Teknologi Bandung(ITB). Ia mulai membangun startup Efishery di awal November 2013 bersama 3 orang rekannya dan sampai September 2014 ini, sudah ada 150 petani ikan dari Banyuwangi, Serang, Banten, hingga Jawa Tengah yang memakai produknya. El Farizy mengklaim untuk tahun ini Efishery dapat menghasilkan 1 Miliar rupiah. Satu-satunya pesaing eFishery adalah perusahaan dari Thailand dan Taiwan, namun El Farizy merasa produknya lebih unggul karena lebih “smart” dan user interface-nya tersedia dalam Bahasa Indonesia.

Awal mula El Farizy menciptakan aplikasi e-Fishery ini adalah ketika mengobrol dengan petani ikan. Ternyata, masalah utama dalam budidaya ikan dan udang adalah feeding cost yang besarnya mencapai 70% dari biaya total. Secara singkat, dengan e-Fishery ada tiga manfaat yang diperoleh oleh pengelola tambak ikan dan udang. Pertama, efisiensi pemberian pakan, karena bisa menurunkan feeding cost sebesar 20%. Kedua, kualitas air akan lebih terjaga karena tidak terjadi kelebihan pakan. Ketiga, survival rate ikan dan udang pun lebih tinggi.