Perjuangan Rachmat Gobel sebelum Memangku Jabatan Menteri Perdagangan

Menteri Perdagangan memiliki tugas yang cukup sulit dalam mengatasi bidang perdagangan di Indonesia, apalagi setelah ini akan adanya pasar bebas yang mengharuskan Indonesia untuk mempersiapkan perekonomiannya untuk menghadapi para pedagang dari luar negri.

Image Source: NEFOSNEWS/Chris Tyanto

Image Source: NEFOSNEWS/Chris Tyanto

Rachmat Gobel adalah salah satu pengusaha tersukses di Indonsia yang baru saja dilantik menjadi menteri pada 27 Oktober 2014. Lahir di Jakarta, 3 September 1962 dan merupakan generasi kedua dari keluarga Gobel yang memimpin perusahaan National Gobel Group yang sekarang sudah berganti nama menjadi Panasonic Gobel Group.

Nama Rachmat Gobel sudah tidak asing di telinga kita berkat keahliannya mempertahankan perusahaannya pasa masa krisis multi dimensi yang melanda Indonesia pada tahun 1998, di mana banyak perusahaan yang harus gulung tikar. Sebagai buktinya, perusahaan induk PT. Gobel International dan Matsushita Electric Industrial Co.,Ltd masih sepakat untuk memperpanjang perjanjian kerjasama joint venture dengan PT. National Gobel.

Sejak kecil Rachmat Gobel sudah dididik oleh Alm. Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel, ayahnya, untuk berkeja keras dan mengembangkan jiwa kepemimpiannya guna mewarisi perusahaan Kelompok Usaha Gobel. Di saat anak lainnya bermain dan  bersantai pada masa liburan sekolah, Rachmat diperintahkan oleh ayahnya untuk berkerja di pabrik sehari penuh mengikuti ritme seorang karyawan pabrik. Ayahnya juga mengajak Rachmat kecil untuk berdiskusi dan bertukar pikiran tentang berbagai persoalan di dunia usaha.

Kalau banyak orang muda yang lebih memilih melanjutkan pendidikan mereka di Amerika, Rachmat Gobel lebih memilih Chuo University di Tokyo, Jepang sebagai tempat menimba ilmu. Rachmat memilih Jepang karena ia mempertimbangkan rekan utama bisnis perusahaannya yang merupakan Matsushita Group (sekarang Panasonic Group), perusahaan yang berasal dari Jepang.

Dalam waktu lima tahun, Rachmat Gobel berhasil mendalami bahasa dari negara terbit tersebut dan menyelesaikan kuliahnya di bidang Perdagangan Internasional. Karena, sejak kecil sudah ditanamkan pikiran untuk selalu berkerja keras – Rachmat Gobel, memutuskan untuk menjalani praktek kerja di kantor pusat Matsushita Group yang terletak di kota Osaka. Sayangnya, setelah 2 tahun berkerja – Rachmat harus pulang kembali ke Indonesia dikarenakan ayahnya yang telah dipanggil Sang Khalik.

Pada tahun 1989, Rachmat Gobel diangkat menjadi Asisten Presiden Direktur di PT. Nasional Gobel. Pada tahun 1991, Rachmat diangkat menjadi anggota Dewan Direksi dan terus meningkat. Ayahnya pernah memberi perumpamaan tentang pohon pisang, membuat Rachmat tidak pernah menyerah untuk mempertahankan dan mengembangkan perusahaan warisan ayahnya.

Pada awal tahun 90 – an, Rachmat melakukan ekspansi Kelompok Usaha Gobel. Ekspansi tersebut didasari untuk mengembangkan usaha – usaha menjadi berorientasi ekspor. Rachmat Gobel juga aktif menggalakan pembinaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Sejak 1999, Rachmat juga mulai aktif di kelompok asosiasi pengusaha dan diangkat menjadi Ketua Umum Gabungan Perusahaan Industri Elektronika Indonesia. Pada tahun 2002, Rachmat Gobel dipercayai sebagai Ketua Kadin Indonesia Bidang Industri Logam, Mesin, Kimia dan Elektronika. Pada tahun 2006, rachmat menggelar serangkaian roundtable discussion deangan asosiasi – asosiasi industri untuk menyusun VISI 2030 dan RoadMap 2010 Industri Nasional guna diciptakannya komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan Daya Saing Industri Nasional.

Pada tahun 2009, Rachmad mendapatkan anugerah “Asian Productivity Organization Regional Award” dari Asian Productivity Organization (APO), Tokyo, Jepang dikarenakan Rachmat berkerja keras untuk memperkenalkan dam mengembangkan sektor industri di Indonesia.  Pada 2010, Presiden SBY memberikan kepercayaan kepada Rachmat untuk menjadi salah satu anggota Komite Inovasi Nasional (KIN) yang bertugas membantu Presiden untuk memperkuat dan mengembangkan sistem inovasi nasional.

Pada 2014, Presiden Jokowi mempercayakan Rachmat menjadi Menteri Perdagangan guna memperisapkan pasar bebas yang akan segera dilaksanakan pada tahun 2015.