Gubernur Ahok Membuka GEW Indonesia Summit 2014

Kali ini, UCEO team datang ke acara Global Entrepreneurship Week (GEW) Indonesia Summit 2014 yang diadakan di Artpreneur Teather , Ciputra World 1, Jakarta. Sekitar 50 stand dan puluhan para tokoh entrepreneur berkumpul di ajang pekan entrepreneur terbesar tahun ini. Pembukaan GEW dimulai dengan pemutaran lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan Tarian daerah Betawi. Acara yang dihasilkan dari kolaborasi bersama Universitas Ciputra, Jeff Houffman, Kouffman Foundation, GEPI, Freelancer, Sinar Foundation, Perkantas, Start-Up, KKMK Jakarta dan Pukat ini juga didukung oleh lebih dari 22 partners dari beberapa perusahaan pemerhati Entrepreneur.

Setelah itu acara pembukaan GEW dilanjutkan oleh Gubernur Baru DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama. Dengan baju khas betawi berwarna putih dan sarung kotak-kotak yang dikalungkan di leher, Pak Basuki atau yang sering disebut Pak Ahok ini berbicara akan kesiapan masyarakat Indonesia untuk mencapai Indonesia Kreatif di tahun 2015.

Dengan masyarakat yang sangat beragam, dan kebudayaan yang beragam sebenarnya sudah merupakan modal pertama untuk berkreasi. Dengan tujuan membentuk masyarakat Jakarta yang penuh otaknya, penuh perutnya dan penuh akhlaknya, Pak Ahok bersedia menghukum setiap orang yang melanggar hukum dan HAM.

Gubernur Ahok mengatakan masyarakat di Jakarta ini sebenarnya 50% tergolong miskin, karena mereka mempunyai tingkat kebutuhan hidup layak yang rendah. Ini yang sedang menjadi masalah DKI Jakarta dan juga menjadi masalah di sebagian besar kota seluruh Indonesia.

Pemerintah berisi jajaran pejabat yang sekarang juga masih dinilai kurang dalam pelaksanaan kerja. "Karena itu harus ada evaluasi kerja dan jika ada pejabat yang gak becus ya mending keluar aja." ungkap Pak Ahok

Berikut adalah sambutan singkat dari pak Ahok, "Saya berharap di GEW ini betul-betul menjadi tempat yang menciptakan lapangan kerja. Jika butuh fasilitas kami bisa bantu, DKI punya program inkubator di Monas. PKL di Monas pun diberi kartu ATM untuk identitas dan sebagai jaminan agar tidak ada proses premanisme. Sama dengan Program Rumah Susun Jakarta. Pemerintah telah memberi subsidi untuk tiap bulannya, ini karena rumah-rumah DKI Jakarta banyak yang dibangun gak bener. Sekitar 5000 kebakaran terjadi setiap tahunnya, baik karena kesalahan pemilik atau bahkan petugas yang disogok karena ambil listrik secara ilegal. Karenanya DKI punya program Rumah Susun."

10631296_1570412983181951_456614268280843360_o.jpg

Peran para entrepreneur sangat besar dalam meningkatkan kebutuhan hidup layak masyarakat. Adanya permasalahan perekonomian mau tidak mau harus diatasi dengan adanya entrepreneur-entrepreneur baru.Pak Ahok juga yakin, peluang untuk jadi pengusaha di DKI Jakarta ini sangat besar dan prosesnya tidak berbelit. “Jika ada yang dirumitkan dan disuruh nyogok silahkan hubungi saya”, kata Ahok.

Pak Ahok juga memberi saran untuk UKM-UKM di Jakarta, selain fokus pada masalah modal, mereka harus bisa fokus pada produksi barang yang berkualitas dan sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu Pak Ahok juga mempunyai pesan kepada para pengusaha yang datang ke acara GEW.

"Jakarta ini masih “ngaco” belum pada bener. Sudah jadi tugas kita bersama sebagai pejabat dan pengusaha untuk bekerja sama menata DKI bersama. Saya yakin apa yang saya lakukan ini akan menghasilkan banyak ancaman dari orang yang menjadi musuh, tapi itu gak apa, demi Jakarta Baru ya harus gitu. Kalau ada pepatah seribu teman kebanyakan satu musuh kebanyakan, demi Jakarta Baru seribu musuh pun gk masalah. Nama baik itu lebih penting daripada harta, saya ingin dikenang saat hidup sebagai orang yang bener".

Harapan Pak Ahok dengan adanya pekan GEW Indonesia Summit ini adalah semoga kita sebagai masyarakat Indonesia untuk bisa siap akan adanya ledakan bonus demografi dan siap dalam menghadapi AFTA.

Pada akhir sambutan, sebagai simbol hati Pak Ahok untuk mendukung entrepreneurship wong cilik, Pak Ahok akhirnya membuka acara GEW ini dengan membunyikan Lonceng Es sekeras-kerasnya.

(BA/UCEO)