6 Cara Memperoleh Performa Terbaik dari Tim

Transient

Kesulitan terbesar yang dimiliki oleh seorang CEO perusahaan adalah memiliki kesamaan visi dan misi dengan para bawahannya. Sebuah perusahaan tidak semerta-merta bisa mengimplementasikan visi dan misi yang dimiliki oleh perusahaan kepada para karyawannya karena para karyawan secara individual pun memiliki visi dan misi serta harapan-harapan tertentu ketika memasuki sebuah perusahaan.

Ketika kita berbicara mengenai perusahaan jasa, maka tantangan kesatuan visi dan misi ini sudah bukan merupakan kesulitan lagi namun sudah merupakan penentu keberlangsungan perusahaan. Sebuah perusahaan jasa dinilai berdasarkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh tim perusahaan kepada konsumennya. Cara seorang konsumen menilai apakah sebuah perusahaan jasa telah memberikan produk yang baik bagi mereka adalah bukan hanya dengan melihat wujud produk yang didapatkan, namun juga dengan mengalami pelayanan yang diberikan. Tantangan seperti ini sangat susah dilewati karena untuk memperoleh karyawan yang sejalan dengan nilai perusahaan, diperlukan mereka yang sangat antusias, berkomitmen, dan mau berjuang untuk kesuksesan perusahaan. Pertanyaannya adalah, bagaimana mungkin kita memperoleh orang-orang seperti ini?

David Koji, seorang konsultan perusahaan restoran, mempelajari cara-cara untuk mendapatkan performa terbaik dari sebuah tim perusahaan restoran. Mengingat bahwa perusahaan restoran sedang ramai bersaing, kini produk makanan sudah harus didampingin dengan pelayanan yang memuaskan untuk mendapat nilai plus dari konsumen. David Koji membagikan 6 tips untuk memperoleh performa terbaik dari tim.

1.  Bekerjalah dengan orang-orang yang bergerak untuk sebuah “alasan” dan bukan hanya untuk “uang”

Tentunya susah mencari orang-orang seperti ini, mengingat bahwa sebagian besar orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Akan tetapi, orang-orang yang tidak hanya memikirkan asas transaksional tetapi juga memikirkan perkembangan diri dan perkembangan perusahaan akan sangat bisa memacu pergerakan perusahaan dengan lebih kencang. Berbicara mengenai perusahaan jasa, sebelum memiliki visi dan misi yang sama, tentu saja antara atasan dan bawahan harus memiliki passion atau gairah yang sama terlebih dahulu.

Sebelum mulai mempekerjakan orang, perusahaan harus terlebih dahulu membeberkan tujuan umum yang ingin dicapai. Misal sebagai perusahaan restoran, tujuan umum yang ingin dicapai adalah untuk menjadi perusahaan restoran terkemuka. Ini belum menjadi visi dan misi yang spesifik. Tetapi, para bawahan sudah harus tahu dan memiliki gairah yang sama untuk membuat perusahaan restoran tersebut bisa menjadi lebih baik dengan kehadiran mereka.

2.    Gerakkan tim dalam satu garis yang selaras

Meski telah memiliki gairah untuk bekerja demi tujuan yang sama, bukan berarti perusahaan kebal dengan adanya kepala-kepala yang mementingkan tujuan sendiri atau ingin bekerja dengan caranya sendiri. Perusahaan harus bisa mengkomando tim untuk bergerak dalam satu garis yang selaras. Untuk bisa mencapai hal ini, harus ada kesepakatan antara perusahaan dengan para bawahan. Kesepakatan ini bisa hanya disampaikan secara verbal atau tertulis.

3.   Buang kebijakan-kebijakan perusahaan yang tidak perlu

Berhenti berpikir bahwa perusahaan Anda adalah perusahaan yang besar dan membutuhkan sebuah sistem yang sangat rinci agar bawahan bisa bekerja secara sempurna. Tidak. Justru dengan adanya peraturan yang sangat rinci, hal itu bisa mengurangi efisiensi kerja. Belum tentu juga peraturan-peraturan tersebut sudah diperlukan oleh perusahaan. Belum tentu juga bawahan, atau Anda sendiri, akan betah dengan sistem kerja yang rumit seperti itu. Jadi, buang kebijakan-kebijakan perusahaan yang tidak diperlukan.

4.   Pastikan bahwa para bawahan bisa memberikan suaranya dengan jujur

Semua orang dalam perusahaan memiliki kesempatan yang sama untuk bersuara dengan jujur, dan CEO harus mendorong mereka untuk melakukan hal tersebut. Tanpa adanya kebijakan yang memperbolehkan mereka untuk bersuara, maka tidak akan ada masukan-masukan dari para pelakon kerja yang mungkin dapat memberi kemajuan bagi perusahaan. Kebijakan buka suara ini juga akan membuat para karyawan merasa lebih memiliki perusahaan, di mana suara yang mereka berikan juga didengar dan dihargai oleh perusahaan.

5.   Tunjukkan target perusahaan dan pacu tim untuk menggapainya

Beberkan target-target yang ingin dicapai perusahaan secara terbuka, agar para bawahan tahu apa saja yang harus mereka capai. Akan tetapi, target yang dibeberkan haruslah target yang rasional dan mungkin dicapai, bukan target yang tidak rasional atau berlebihan. Target yang berlebihan akan membuat karyawan malas bekerja, tidak lagi termotivasi, dan berpikir bahwa pekerjaannya tidak berguna.

6.   Senantiasa berkomunikasi secara konstan dan tersentral

Penggunaan media komunikasi sangat krusial demi menjaga keberlangsungan suatu perusahaan. Sebuah tim perusahaan harus memiliki alur komunikasi yang konstan dan tersentral, serta mengikuti jaman. Penggunaan social media yang konstan dapat menimbulkan alur komunikasi yang baik antar atasan dan bawahan.