Social Entrepreneurship : Start Something that Matters (Part 1)

Transient

Menjadi seorang entrepreneur tidak hanya bicara mengenai menjadi seorang pengusaha sukses. Kini, kita telah mengenal istilah social entrepreneur. Social entrepreneur adalah orang yang mampu melihat masalah sosial, peduli akan masalah tersebut. Kemudian, ia akan mencari cara yang inovatif dan dengan persisten berusaha memecahkan masalah tersebut sampai tuntas. Seorang social entrepreneur bukanlah ia yang menolong orang lain, namun ia yang memberi solusi bagi orang lain untuk menuntaskan masalah sosialnya.

Menjadi social entrepreneur mungkin adalah dambaan sebagian orang. Akan tetapi, yang sering menjadi pertanyaan adalah dari mana kita bisa memperoleh keuntungan dari kegiatan social entrepreneur? Yang perlu UC Onliners ketahui, menjadi seorang social entrepreneur ternyata berbeda dengan menjadi pekerja sosial. Menjadi social entrepreneur bukan berarti kita bekerja untuk keberlangsungan hidup orang lain. Bukan berarti juga kita tidak bisa kaya dengan menjadi social entrepreneur.

Kita banyak mengenal tokoh-tokoh social entrepreneur yang sukses. Hari ini, kita akan belajar dari seorang social entrepreneur sukses yang mencetuskan produk sepatu TOMS. Pernah mendengar nama ini? Ya, ternyata produk sepatu TOMS adalah hasil dari buah karya social entrepreneur sukses bernama Blake Mycoskie. Dan bila kita membeli produk TOMS yang asli, maka kita telah membantu Mycoskie untuk melangsungkan misi kemanusiaannya. Misi apakah itu?

Mycoskie adalah pemuda yang suka bertualang. Sesekali ia tidur di tenda, tinggal di pinggir sungai, melancong ke berbagai negara, bahkan mengikuti kompetisi keliling negara yang sangat kondang, Amazing Race, hanya untuk memuaskan hasrat berpetualangnya. Pada tahun 2006, Mycoskie yang saat itu berusia 29 tahun pergi berkunjung ke Argentina. Tanpa sengaja ia melihat sepatu khas Argentina, yaitu alpargata. Ia tidak pernah menjumpai sepatu itu sebelumnya. Alpargata adalah sepatu yang berbentuk seperti kain dilipat-lipat. Mycoskie penasaran dengan sepatu itu dan ingin memilikinya. Namun, rasa penasaran dan kekaguman itu berhenti sampai di sana.

Sepulangnya dari Argentina, Mycoskie menemukan permasalahan sosial yang terus mengusiknya: banyak anak di dunia ini yang tidak punya sepatu, sehingga mereka mudah terserang penyakit. Hal ini terus menerus mengganggu hatinya, sehingga timbul rasa iba dan kepedulian yang dalam pada diri Mycoskie. Ia sangat tersentuh melihat anak-anak miskin yang tidak dapat menggunakan sepatu pada saat pergi ke sekolah. Mycoskie mencari cara untuk menolong anak-anak ini. Tetapi baginya, mencari donasi bukanlah hal yang tepat, karena semua orang sudah bosan dimintai donasi. Lalu, timbulah insting entrepeneurnya, dan di situlah kehidupannya sebagai social entrepeneur dimulai.

Mycoskie memiliki ide: One for One for a better TOMORROW. Yang artinya adalah ia ingin memproduksi massal sepatu alpargata, menjualnya, dan setiap penjualan satu pasang sepatu akan menghasilkan satu pasang sepatu lain yang akan disumbangkan ke anak-anak yang membutuhkan. Jadi, dengan membeli satu pasang sepatu, pembeli juga menyumbangkan satu pasang sepatu. Mycoskie pun mencari nama dari produk sepatunya ini, dan akhirnya tercetuslah nama TOMS yang merupakan singkatan dari TOMORROW. Tak lama kemudian ide gila dari Mycoskie ini tersebar luas. Tahun 2010, bisnisnya sukses besar. Ia berhasil menyumbang puluhan ribu sepatu ke berbagai pelosok di seluruh dunia. Dan hingga tahun ini, jutaan pasang sepatu telah tersumbangkan berkat penjualan sepatu TOMS yang sangat laku keras. Artis-artis tenar memakai sepatunya. Bisnis yang awalnya hanya merupakan home industry berkembang pesat tak lebih dari 5 tahun karena idenya yang luar biasa, dan karena misinya yang sangat mulia.

Mycoskie berkata, menjadi seorang social entrepreneur bukan hanya menolong orang lain, namun juga menolong dirinya sendiri. Mendirikan perusahaan sepatu TOMS tidak hanya telah menyumbangkan sepatu-sepatu alpargata bagi anak-anak yang membutuhkan di seluruh dunia, tetapi juga telah menjadi penopang kehidupannya sendiri. Pada tahun 2011, perusahaan Mycoskie meluncurkan sebuah inisiatif baru, yaitu memberikan sepasang kaca mata dari hasil penjualan sepasang kaca mata atau kaca mata hitam.

Pada posting berikutnya, kita akan mempelajari tips-tips menjadi seorang social entrepreneur dari Blake Mycoskie sendiri, yang ia tuliskan dalam bukunya Start Something that Matters. Stay tuned, UC Onliners!

Sumber: Mycoskie, Blake. (2012). Start something that matters. New York: Spiegel & Grau Trade Paperbacks.