Social Entrepreneurship : Start Something That Matters (Part 2)

blake2.png

Halo, UC Onliners!

Kembali kami ingin mengajak UC Onliners untuk belajar mengenai social entrepreneurship dari Black Mycoskie, pendiri perusahaan sepatu TOMS. Bagi yang belum membaca artikel part 1, bisa klik di sini Kesuksesan seorang social entrepreneur diukur dari seberapa besar dampak yang ia berikan bagi masyarakat, serta seberapa besar profit yang ia dapatkan dari perusahaan. Black Mycoskie dalam bukunya Start Something That Matters menuliskan beberapa tips untuk menjadi social entrepreneur yang sukses. Tips tersebut antara lain :

1. Temukan Sendiri Ceritamu

Kekuatan perusahaan social entrepreneur terletak pada cerita yang dimilikinya. Mycoskie menciptakan sepatu TOMS karena ia memiliki cerita di baliknya, yaitu pengalamannya melihat anak-anak miskin yang tidak mampu membeli sepatu. Bisnis social entrepreneur yang sukses pasti memiliki cerita di balik bisnisnya tersebut. Mycoskie berkata bahwa sebagian besar konsumen sepatu TOMS melakukan word of mouth (promosi dari mulut ke mulut) bukan karena mereka telah membeli suatu sepatu yang bagus, tetapi karena mereka telah membantu perusahaan untuk menyumbangkan sepasang sepatu gratis ke anak-anak miskin. Untuk menguatkan sebuah cerita, maka Anda harus membuat cerita Anda dapat tersebar luas. Bicarakan ide pada orang-orang di sekitar, dan temukan orang-orang yang memiliki passion sama dengan Anda. Tulis beberapa quote mengenai permasalahan yang Anda temukan. Sebarkan, jadikanlah itu sounding vision, sampai semua orang juga peduli dengan masalah yang ingin Anda selesaikan.

2. Hadapi Ketakutanmu

Ketakutan adalah penghalang terbesar dari keberanian kita untuk mencoba. Padahal, ketakutan itu belum terjadi, dan tidak akan membunuh kita. UC Onliners perlu ketahui bahwa ada cara-cara untuk mengatasi ketakutan. Cara yang pertama adalah kembali kepada apa yang memotivasi Anda untuk melakukan pekerjaan itu. Kedua, cari orang-orang yang bisa menguatkan Anda. Kekuatan itu juga dapat kita peroleh dari quotes dan kisah sukses para social entrepreneur. Ketiga, berpikirlah dari hal terkecil. Pikirkan bahwa bisnis yang hendak Anda mulai hanyalah satu langkah kecil untuk perjalanan yang jauh. Keempat, tulis apa saja yang Anda takuti. Dengan menulis dan membacanya berulang-ulang, lama-lama ketakutan itu akan sirna. Kelima, jangan tunggu waktu yang tepat untuk memulai, karena waktu itu tidak akan pernah tiba. Lakukan saja. Apa yang terjadi tidak akan semenakutkan seperti apa yang dipikirkan.

3. Menggunakan Sumber Daya Seminim Mungkin

Bisnis TOMS dimulai dari garasi. Steve Jobs menemukan Apple di garasi. Thomas Alva Edison melakukan ribuan percobaan bohlam di garasi. Jangan terlalu muluk-muluk memikirkan start awal perusahaan. Mulai saja dari sumber daya dengan cost terendah, atau jika bisa, sumber daya yang tidak mengeluarkan cost sama sekali. Bahkan Mycoskie berkata dalam bukunya bahwa terlalu banyak uang justru akan membunuh semangat entrepreneur kita. Dengan terbatasnya ruang gerak, justru kita akan memikirkan cara-cara yang unik untuk mengatasi keterbatasan tersebut, dan tanpa sadar itulah yang menjadi arwah perusahaan kita.

4. Keep It Simple

Bawa catatan kemanapun Anda pergi, dan catat apa saja yang tercetus dalam kepala Anda mengenai perusahaan yang sedang Anda bangun. Ciptakan sistem dan produk sesederhana mungkin, di mana para bawahan dan para customer bisa menggunakannya dengan mudah. Mycoskie berkata, jangan biarkan teknologi memperbudak kita. Gunakan segala media yang ada, yang mampu dikuasai oleh para bawahan dan kita sendiri.

5. Bangun Kepercayaan

Kepercayaan dibagi menjadi kepercayaan internal dan kepercayaan eksternal. Kepercayaan internal, adalah bagaimana seluruh anggota perusahaan saling mempercayai satu sama lain. Untuk menghasilkan hal ini, maka Anda, sebagai pemimpin perusahaan, harus mempercayai bawahan Anda. Bagaimana cara mempercayai bawahan? Pilihlah terlebih dahulu orang-orang yang excellent di bidang yang sedang Anda kerjakan. Lalu, berikan mereka otonomi dalam bekerja. Tetapkan target, namun biarkan mereka mencari caranya sendiri dalam bekerja. Lalu, juga berbicaralah secara terbuka kepada para staff. Kepercayaan eksternal adalah kepercayaan yang diperoleh dari konsumen. Selain cara-cara yang telah kita pelajari seperti menggaransikan produk, menempatkan konsumen pada kedudukan yang spesial, Mycoskie juga menyarankan untuk mengenakan produk kita sendiri. Dengan begitu, konsumen akan lebih percaya bahwa produk kita benar-benar bisa dipakai dan bagus.

6. Memberi adalah Bisnis yang Baik

Jika Anda melakukan hal yang baik, konsumen akan memberi perhatian lebih pada perusahaan dan bisnis Anda. Memberi, itu sudah merupakan reward bagi diri Anda sendiri. Bisa memberikan dampak pada masyarakat atas keberadaan bisnis Anda dapat menolong Anda untuk tetap bersyukur meskipun tengah menghadapi customer yang menjengkelkan. Dan memberi akan membuat Anda makin mencintai apa yang Anda kerjakan. Memberi adalah bisnis yang benar-benar baik. The more you gift, the more you live. – Bob Dedman.

UC Onliners, kita tidak perlu takut lagi untuk menjadi social entrepreneur. Menjadi social entrepreneur tidak hanya memberikan keuntungan untuk kita, tetapi juga memberi dampak bagi masyarakat. Seperti kalimat Mycoskie pada bab terakhir bukunya, “To know even one life has breathed easier because you have lived. This is to have succeeded.”

Salam (Social) Entrepreneur!