Tips Mengajarkan Entrepreneurship pada Anak

Transient

Sebagai orang tua, tentunya kita sangat mendambakan kesuksesan untuk anak-anak kita. Bahkan, mungkin banyak dari kita yang berharap bahwa anak-anak harus lebih sukses dari kita. Namun sayangnya, terdapat pernyataan di luar sana; generasi pertama membangun, generasi kedua memperkokoh, generasi ketiga meruntuhkan. Pernyataan ini timbul berdasarkan fakta, bahwa banyak perusahaan yang bankrut ketika regenerasi ini mulai terjadi. Mungkin hal ini juga ditakutkan oleh kita, para orang tua, yang kelak harus mewariskan perusahaan kepada generasi-generasi kita selanjutnya.

Namun, UC Onliners tidak perlu khawatir. Dengan maraknya pendidikan entrepreneurship, ternyata para ahli juga sudah meramukan beragam cara untuk mengajarkan entrepreneurship pada anak-anak kita. Sebelum kita membahas satu per satu cara tersebut, terlebih dahulu kita harus mengetahui alasan mengapa kita harus mengajarkan entrepreneurship kepada anak sejak dini.

Mengapa pembelajaran entrepreneurship harus dimulai sejak dini?
Menurut teori psikologi perkembangan, usia anak-anak awal adalah usia penting untuk menanamkan pembelajaran hidup pada anak. Mungkin banyak dari orang tua yang meragukan kemampuan anak-anaknya ketika masih berusia 3 sampai 8 tahun. Seorang peneliti anak-anak, Alison Gopnik, mengatakan bahwa sebenarnya, anak-anak memiliki otak yang sama dengan para ilmuwan. Anak-anak memiliki otak yang masih mudah dibentuk, penuh dengan keingintahuan, kecurigaan, dan keinginan untuk berhasil melakukan sesuatu. Bahkan, usia anak-anak adalah usia di mana anak sangat ingin mengetahui apa yang dipikirkan oleh orang lain tentang sesuatu. Inilah mengapa, adanya kontak antar orang tua dengan anak di masa awal anak-anak sangat penting dilakukan.

Demikian juga dengan pembelajaran entrepreneurship. Karena menjadi seorang entrepreneur tidak hanya bicara soal jual-beli, namun juga menuntut kreativitas, maka jati diri untuk menjadi seorang entrepreneur harus dibentuk sejak anak berusia dini.

Bagaimana cara mengajarkan entrepreneurship pada anak? Berikut ini adalah tips-tips yang disampaikan oleh Duane Spires, seorang motivator dan CEO dari Extreme Youth Sports (EYS).

1. Membuat goal setting bersama anak. Menjadi seorang entrepreneur dimulai dengan adanya sebuah visi. Ajarlah anak-anak untuk membuat daftar tentang goal yang ingin mereka capai. Sederhana saja. Misalnya, dalam seminggu ini, ia ingin dapat tidur sendiri, mandi sendiri, cuci piring, dan lain-lain. Pastikan bahwa ia membuat sendiri goal ini, Anda hanya mengawasi saja. Tempel daftar goal setting tersebut di kamar anak, dan lihatlah apakah mereka berhasil mencapainya. Jika berhasil, maka berilah penghargaan.

2. Mengajarkan anak untuk melihat peluang.
Seorang entrepreneur juga harus jeli melihat peluang dalam masyarakat. Untuk mengaharkan kemampuan ini, mintalah anak untuk melakukan sesuatu yang agak sulit. Misal, mengambil buku di rak tertinggi. Sediakan berbagai alat yang bisa membantunya, misal kursi, meja, balok, dan lain-lain. Lalu, biarkan ia menyusun sendiri peralatan tersebut hingga perintah yang kita berikan dapat terlaksana.

3. Berjualan bersama anak.
Bukalah stan kecil-kecilan di rumah. Misal berjualan jus, handcraft, dan lain-lain. Bisa juga Anda meminta anak-anak untuk menjual hasil karya mereka sendiri. Misal membuat gantungan kunci, aksesoris, dan lain-lain, lalu dijual pada teman-temannya.

4. Mendidik anak mengenai keluar masuknya uang.
Penting bagi kita untuk mendidik anak-anak mengenai dari mana uang datang dan ke mana saja uang keluar, agar ke depannya mereka bisa mengatur finansial dengan lebih mandiri. Untuk itu, sebagai orang tua kita bisa mengajarkan dengan bentuk memberikan reward kepada anak dalam bentuk uang, ketika mereka telah membantu kita melakukan pekerjaan. Ajarlah untuk menabung dan mengawasi keluar masuknya uang saku mereka.

5. Mengajarkan kreativitas promosi pada anak.
Ajak anak untk mengamati billboard, iklan di televisi, brosur, dan lain-lain. Ajaklah mereka untuk berdiskusi, kesan apakah yang ia dapatkan ketika melihat iklan-iklan tersebut. Lalu tanyakan juga, apa yang seharusnya ada dan tidak ada pada iklan-iklan tersebut.

6. Memperbolehkan anak melakukan kesalahan.
Perlu juga bagi kita untuk tidak membatasi anak kita dalam berperilaku, walaupun ada perilakunya yang salah. Jangan selalu memberikan hukuman. Sesekali, ajaklah mereka berdiskusi, apakah perilakunya itu benar atau salah. Dan jika Anda menyalahkan perilaku tersebut, cobalah bertanya kepada anak Anda, mengapa ia dikatakan bersalah. Didikan ini akan membantu anak untuk berani mencoba.

7. Melatih anak berkomunikasi dengan berbagai cara.
Meski kemampuan interpersonal sangat dibutuhkan untuk menjadi entrepreneur sukses, kini kemajuan teknologi telah perlahan mematikan kemampuan tersebut. Maka, ajaklah anak Anda untuk sering berkomunikasi langsung dengan orang-orang di sekitarnya. Ajari juga mereka menuliskan surat dengan bahasa yang baku kepada Anda. Dan ajarkan juga menuliskan email dengan bahasa baku, tidak disingkat-singkat. Email serta surat itu tidak harus berisi sesuatu yang bermanfaat. Biarkan saja mereka bercerita mengenai hari-harinya kepada Anda.

8. Mengajarkan kepada anak untuk memberi.
Ketika mengajak anak berdiskusi mengenai ide bisnis, ajak mereka juga untuk berpikir, apa yang bisa mereka berikan kepada lingkungan dengan keberadaan bisnis tersebut. Jelaskan juga bahwa bisnis-bisnis yang berhasil, pada akhirnya akan memberikan sumbangsih kepada masyarakat di sekitarnya.

9. Melatih kemandirian untuk menghasilkan kepercayaan diri.
Anda sangat ingin bukan, memiliki anak-anak yang mandiri dan percaya diri? Untuk menumbuhkannya, Anda bisa melakukan hal ini. Ketika anak meminta suatu barang, mainan baru misalnya, ajaklah mereka untuk berpikir bagaimana mendapatkan uang untuk memperoleh barang tersebut.

10. Melatih jiwa kepemimpinan anak.
Jadikan anak Anda “kapten” ketika bermain bersama. Jadikanlah ia komando saat Anda dan keluarga ingin bermain, jalan-jalan, atau membersihkan rumah. Sesekali patuhilah instruksi yang ia berikan. Akan lebih baik lagi bila jiwa kepemimpinan ini dilatih ketika ia bermain dengan teman-temannya.

UC Onliners, demikianlah tips-tips untuk melatih anak menjadi seorang entrepreneur. Tips-tips tersebut dapat dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Semoga kesuksesan selalu menyertai keluarga Anda.

Salam entrepreneur!