Peluang Bisnis Wisata Bahari di Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas perairan mencapai 5,8 juta kilometer persegi. Dengan kondisi tersebut, Indonesia memiliki potensi wisata bahari yang sangat besar. Dari wisata bahari ini juga, Indonesia dapat mengeruk omset triliunan rupiah. Achyaruddin, Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Insentif, Event Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan bahwa Wisatawan Mancanegara yang datang ke Indonesia diperkirakan mencapai 30% dari total 8,6 juta pelancong pada 2013. Hal ini membuktikan bahwa ada ketertarikan yang besar terhadap wisata bahari, oleh Wisatawan Mancanegara maupun Wisatawan Domestik/Lokal.

Naik daunnya wisata bahari di Indonesia memberikan keuntungan yang besar. Dalam setiap kunjungan, wisatawan asing rata-rata memberikan pemasukan bagi negara sebesar US$ 1.200 per orang. Dengan asumsi kunjungan wisatawan khusus sektor bahari sebanyak 2,58 juta orang dan rata-rata pemasukan sebesar US$ 1.200 per orang, Indonesia sudah mendapatkan US$ 3,09 juta atau sekitar Rp 37,15 triliun. Meskipun mendatangkan keuntungan yang besar bagi negara maupun swasta, sayangnya bisnis wisata bahari masih kurang diminati oleh pebisnis dalam negeri. Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri) Bali, Yos WK Amerta, sebagian besar pemilik bisnis wisata bahari adalah penduduk asing. Misalnya saja operator wisata di Pulau Komodo. Hanya ada dua perusahaan dari Indonesia, sedangkan sisanya merupakan milik perusahaan asing. Menurut Achyaruddin, ada tiga fokus yang akan dikembangkan menjadi sektor bisnis wisata bahari, yaitu diving, yatch, dan cruise. Dari ketiga fokus ini, UCEO akan membagikan beberapa ide bisnis.

Diving

Transient

Diving adalah menyelam. Berbeda dengan snorkeling yang hanya skin diving atau berenang di permukaan laut, diving berarti menyelam di kedalaman laut tertentu. Bisnis diving dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dive center dan dive operator. Dive center adalah usaha di bidang diving yang meliputi pendidikan dan latihan, penjualan peralatan dan layanan purna jual, dan fasilitas pengisian gas. Untuk bisa mendirikan dive center, ada beberapa persyaratan yang harus dipatuhi oleh perusahaan. Namun, syarat tersebut bervariasi, tergantung pada agensi tempat perusahaan bernaung. Contoh agensi selam resmi adalah PADI Dive Centre dan SSI Dealer/Dive Centre. Mereka memiliki syarat dan ketentuan tertentu untuk Dive Centre yang berada di bawah naungan mereka. Dive operator adalah usaha di bidang operasi diving, meliputi pariwisata dan komersial. Biasanya bisnis ini menyediakan paket selam beserta fasilitas-fasilitas yang akan didapatkan penyelam.

Yatch

Transient

Yatch adalah kapal mewah dengan kecepatan tinggi, berukuran lebih kecil dari kapal pesiar. Bisnis ini sedang digarap oleh pemerintah daerah, terutama Kepulauan Seribu. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, telah memerintahkan Bupati Kepulauan Seribu untuk mulai menggarap bisnis yatch. Meskipun bisnis ini bermodal tinggi, namun telah banyak permintaan dari pelancong akan adanya kapal-kapal yatch. Menurut Wakil Gubernur Jakarta, Basuki Tjahjapurnama, bisnis pemakaian dan penyewaan yatch akan memberikan keuntungan yang besar.

Cruise

Transient

Ada beberapa macam bisnis cruise atau kapal pesiar yang bisa kita temui di Indonesia. Beberapa perusahaan wisata bahari memiliki bisnis cruise yang hanya menyediakan fasilitas untuk mengantar pengunjung ke beberapa pulau yang memiliki pemandangan laut bagus. Mereka juga menyediakan fasilitas makan siang/makan malam, jacuzzi, dan lain-lain. Selain hanya mengantar tamu ke pulau-pulau dekat, juga ada kapal pesiar lintas benua. Namun sayangnya, bisnis ini masih dikuasai oleh perusahaan asing juga.

Mungkin UC Onliners berpikir bahwa ketiga ide tersebut merupakan ide bisnis yang sulit digarap. Untuk itu, UCEO memberikan beberapa ide lain yang sekiranya lebih mudah untuk direalisasikan.

Swimwear

Transient

Di tengah maraknya brand indie saat ini, tidak salah bila kita mencoba bisnis swimwear atau pakaian renang lokal. Karena corak batik juga sedang digemari di luar negeri, lebih baik lagi bila UC Onliners mencoba untuk mengaplikasikan batik pada pakaian renang yang diproduksi. Dengan adanya swimwear yang mencerminkan budaya Indonesia, mungkin itu akan mendorong masyarakat Indonesia untuk membelinya, sehingga selain bangga memakai produk dalam negeri, itu juga bisa mempromosikan kebudayaan Indonesia pada turis asing.




Produk dive sport

Transient

Meski laut-laut di Indonesia telah diakui dunia internasional sebagai dive spot yang baik, Indonesia masih harus import produk-produk dive sport. Akan jauh lebih baik bila kita mulai dapat memproduksinya sendiri.

 

 

 

 

Toko Surf Lokal

Transient

Kita banyak menjumpai toko-toko yang menjual barang surf di lokasi wisata bahari. Akan tetapi, kita tentu masih sangat jarang menemui toko surf lokal yang orisinil. Ada banyak yang malah mencontek merk-merk impor dan membuatnya dengan bahan murahan, dengan harga yang murah pula. Kebiasaan mencontek ini harus mulai kita hindari, dengan mendirikan brand peralatan surf lokal, namun berkualitas tinggi dan memiliki harga yang bersaing.