Aksi Perubahan dari Diri Sendiri

Sangat penting memiliki motivasi dan inspirasi untuk menjalankan sebuah usaha. Tapi sadarkah Anda bahwa inspirasi saja tidaklah cukup? Anda harus bisa mengambil langkah yang lebih baik dari sekarang jika ingin menghasilkan lebih. Hanya terinspirasi dan tidak melakukan perubahan sama dengan omong kosong.

Image Source: http://bobchoat.files.wordpress.com

Image Source: http://bobchoat.files.wordpress.com

Einstein pernah berkata, “We can’t solve problems by using the same kind of thinking we used when we created them”. Anda tidak dapat menyelesaikan sebuah masalah dengan menggunakan kerangka berpikir dan aksi yang sama seperti yang pernah Anda coba sebelumnya. Lakukanlah perubahan! Memang sulit melakukan perubahan kebiasaan, tetapi Anda dapat mengawalinya secara perlahan dengan 3 langkah berikut.

1. Rubah cara Anda menanggapi suatu situasi.

Sebagai seorang Entrepreneur, Anda harus bisa mengambil keputusan dalam perusahaan. Hebatnya adalah Anda seorang pemimpin, Anda tidak perlu takut akan atasan atau dipecat dari perusahaan Anda. Lakukan perubahan dalam pengambilan keputusan, mintalah tambahan saran orang lain jika diperlukan. Anda adalah Entrepreneur yang bertanggung jawab akan nasib perusahaan Anda sendiri sehingga Anda tidak perlu takut mengambil langkah yang lebih berani.

Dengan merubah cara pandang suatu situasi, Anda dapat merespon situasi tersebut dengan cara yang berbeda. Bahkan jika Anda melihat hasilnya menjadi lebih buruk, Anda tetap akan belajar mengenai pengalaman yang Anda lakukan dan selanjutnya Anda tetap bisa melakukan study pada respond yang lain. Jack Canfield, seorang entrepeneur dan penulis Chicken Soup for the Soul berkata “You only have control over three things in your life -- the thoughts you think, the images you visualize and the actions you take. How you use these three things determines everything you experience.”

2. Berhenti mengatakan "seharusnya".

Anda harus bisa mengganti kata "seharusnya" dalam pikiran Anda. Hal tersebut seperti memberi alasan yang dibuat-buat untuk kepentingan yang diluar tanggung jawab Anda.  Contohnya, "Saya seharusnya berolahraga tadi pagi, tetapi saya tidak dibangunkan tadi pagi" atau "Kamu seharusnya masuk pagi untuk menyelesaikan masalah ini". Dengan menggunakan kata tersebut Anda melimpahkan tanggung jawab yang dapat Anda ambil untuk diberikan pada orang lain. Hal negatif tersebut jika tetap Anda lakukan tentu saja tidak akan pernah menghasilkan hal yang lebih baik.

3. Fokus pada Misi Anda.

Apa yang mejadi misi Anda? Apa yang menjadi Motivasi Anda? Kenapa Anda menjadi Entrepreneur? Hal-hal seperti ini akan mendorong Anda untuk menjadi lebih fokus melakukan sebuah aksi. Bahkan Anda perlu memperhatikan bahwa setiap Entrepreneur yang sukses adalah mereka sangat "bernafsu" untuk mencapai tujuan mereka. Anda dapat mulai bergerak ketika Anda sudah tahu arah dan tujuan Anda. Selama Anda belum memiliki misi maka Anda hanya berlari di tempat.

Miliki Tujuan dan Misi yang jelas, kemudian catat aksi apa saja yang dapat Anda lakukan untuk mencapainya. Jika misi Anda sudah jelas maka jalannya pasti lebih terlihat mudah. Anda dapat memilah aksi mana yang membuat misi Anda terjalankan dan membuang aksi yang tidak berguna bagi misi Anda. Orang yang peduli dan ingin membantu Anda pun akan tahu apa yang dapat mereka perbuat. Orang lain dengan misi yang sama pun dapat Anda ajak kerjasama. Intinya adalah Anda harus fokus pada Misi Anda.