10 Hikmah Kekayaan Teddy Rachmat

Transient

Theodore Permadi Rachmat yang akrab dipanggil Teddy Rachmat, termasuk salah seorang enterpreneur ulung tanah air. Bahkan Majalah Forbes kembali mencatatkan namanya sebagai salah satu dari 1.645 pemilik kekayaan di atas 1 miliar dollar AS untuk tahun 2014. Rachmat berada di peringkat 973 dalam daftar tahunan Forbes tersebut dengan capaian nilai harta sebesar 1,85 miliar dollar AS.

Di jagad bisnis, T.P. Rachmat telah dikenang sebagai salah satu sosok perintis imperium kebesaran Astra Internasional. Selanjutnya Rachmat juga membesut kedigjayaan Adira Finance, United Tractors, Adaro Energy dan Triputra. Tak ketinggalan, dia juga telah melahirkan dan mencetak generasi enterpreneur sukses yang mewarnai kancah bisnis tanah air. Termasuk pula dia juga telah bekontribusi dalam proses pembangunan perekonomian dan penguatan kehidupan sosial di tingkatan nasional.

Astra yang semula hanya bergerak dalam lingkup perdagangan limun, kornet, minyak sereh dan kenanga, telah menjadi perusahaan internasional dengan torehan pendapatan hingga Rp162,5 triliun, keuntungan Rp17,7 triliun, dan jumlah tenaga kerja hingga 160 ribu karyawan pada akhir tahun 2011.

Rachmat juga berhasil mengantarkan Adira menjadi perusahaan pembiayaan terkemuka Indonesia sejak turut mengelolanya di tahun 1998, delapan tahun setelah perusahaan tersebut dirintis oleh ayahnya Rafael Adi Rachmat. Di Tahun 2004, keuntungan Adira telah menyentuh triliunan Rupiah.

Catatan sukses serupa dilakoni Rachmat bersama Adaro yang kini menjadi salah satu perusahaan tambang batubara besar nasional dengan produksi batubara hingga 47,7 juta ton dan penjualan 50 juta ton dengan potensi pasar premium di Asia. Nilai laba bersih perusahaan pada tahun 2011 bahkan diestimasi telah mencapai Rp550-580 juta, meningkat 126,3% dari capaian 2010 yang telah menginjak US$243 juta.

Di Grup Triputra setali tiga uang. Perusahaan yang didirikan tahun 1998 tersebut pada tahun 2011, juga telah mencatatkan statistik yang fantastis dengan business leader di sektor agribisnis. Capaian omzetnya tak tanggung-tanggung telah memcapai Rp40 triliun. Tapi jauh yang lebih penting mereka telah memiliki potensi pertumbuhan berkesinambungan dengan luasan lahan tanam 180 ribu hektar, dari persediaan lahan 400 ribu hektar.

Dalam bukunya berjudul pembelajaran T. P. Rachmat yang ditulis Ekuslie Goestiandi dan Yusi Pareanom, businessman yang pernah merasakan pengalaman pahit dipecat dua kali dari Astra dan mengenyam kerugian Rp50 miliar dari bisnis pertambangan tersebut, membagikan kisah suksesnya.

Menurut Teddy Rachmat jikalau ingin sukses maka harus ada misi hidup yang harus menjadi konsitusi kepribadian atau landasar karakter dalam mengejar cita-cita. Dia menegaskan misi hidupnya dalam empat concern, pertama sikap etis yang mendalam, dorongan keunggulan yang kuat, belas kasih yang besar kepada sesama, serta kerendahan hati yang tulus.

Selain itu, Teddy mengutarakan pula bahwa 10 pembelajaran yang perlu dipahami dan dipegang teguh oleh seseorang yang ingin meraih titik kesuksesan dan kesejahteraan ber-enterpreneur ataupun berkarir.

1. Pay the Price

Kesuksesan ada harganya. Yang berarti kita harus mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaga untuk mencapai kesuksesan. Teddy Rachmat mengakui pengorbanan terbesar adalah waktu bagi keluarga yang berkurang, terutama ketika anak-anaknya masih kecil.

2. Keep It Simple

Dia mengatakan orang-orang hebat berpikir simple namun mengena, mereka tidak berpikir rumit. Dia banyak belajar dari konglomerat besar ternyata kepintaran mereka yang paling utama adalah selalu berhasil membuat perumusan yang sederhana.

3. Pilih Lingkarang yang Mendukung

Orang-orang hebat akan menciptakan lingkungan yang memunculkan ide segar dan solusi kreatif. Lingkaran pergaulan yang tepat sangat mempengaruhi laju pencapaian sebuah kesuksesan.

4. Reputasi adalah Segalanya

Reputasi bahkan melebihi uang dalam jumlah berapapun sebagai prasyarat membangun bisnis. Dengan reputasi, seseorang bisa membangun jejaring, mendapatkan pinjaman bank, dan memperoleh kepercayaan konsumen.

5. Jatuh ? Bangun !

Sukses tak selalu dibangun di atas sukses. Justru sukses seringkali dibangun di atas kegagalan, frustasi, dan kadang kala malah bencana.

6. Mengenali Peluang, Menghitung Resiko

Seorang pengusaha yang tak bisa mengenali peluang akan kehilangan kesempatan berharga. Nilai kesempatan yang hilang ini bisa sangat besar. Ibarat penyelam profesional, arus deras dan kedalaman 100 meter tak akan membuatnya panik. Makin siap seorang pebisnis, makin besar resiko yang bisa ia ambil.

7. Stop Worrying

Kecemasan adalah sesuatu yang manusiawi. Namun itu semestinya tidak menjadi satu-satunya yang ada dalam pikiran kita saat menghadapi persoalan. Teddy mengatakan Nama saya memang tercatat sebagai salah satu orang terkaya Indonesia, tapi utang saya kan miliaran dolar juga.

8. Bertindak Atas Dasar Benar Atau Salah

Bagi Rachmat, ketidakberesan di Indonesia saat ini disebabkan pemimpin bertindak atas dasar perhitungan untung atau rugi, dan bukan atas pertimbangan benar atau salah.

9. Tough Love

Dalam kondisi tertentu, orang tua harus berani mewujudkan cintanya dengan cara yang keras (tough), semata-mata demi kebaikan anaknya sendiri. Sikap keras tak berarti kasar. Seorang pemimpin harus bersikap keras, namun bisa ditempuh dengan cara yang elegan.

10. Welas Asih dan Falsafah Sungai

Agar bisnis diberkati, semakin banyak yang didapat semakin banyak pula yang harus disumbangkan kembali.

 

Penulis: Afandi Fatriah Mansyur , http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2014/03/09/10-hikmah-kekayaan-teddy-rachmat-638059.html