Seminar Menteri BUMN Dahlan Iskan - Melompat Bersama Kelinci

8.jpg

Angka kemiskinan yang masih cukup tinggi banyak menggugah para sociopreneur kita untuk mencari ide guna menurunkan angka bahkan meretas kemiskinan yang ada di Indonesia. Salah satu yang turut berkontribusi dalam hal ini adalah Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dalam seminarnya yang bertempat di Universitas Ciputra, Sabtu (6/9/2014), beliau sempat menyinggung tentang upaya ternak kelinci yang sedang dikembangkan di beberapa daerah.

Dari harapan untuk mengetas kemiskinan, beliau mengembangkan ternak kelinci sebagai salah satu bidang usaha untuk para masyarakat miskin di pedesaan. Dengan pertimbangan bahwa ternak kelinci bisa membuat peternaknya mendapatkan hasil sesegera mungkin jika dibandingkan beternak hewan yang lain. Sapi yang hasilnya baru bisa dipetik dua tahun kemudian dan kambing yang baru bisa di jual setelah enam atau delapan bulan pemeliharaan. Sedangkan kebutuhan hidup yang dimiliki masyarakat miskin tidak bisa menunggu hingga enam bulan atau dua tahun yang akan datang.

Dari masalah tersebut Bapak Dahlan Iskan mulai memperkenalkan usaha ternak kelinci di beberapa daerah khususnya di Pasuruan. Bekerja sama dengan salah satu tokoh masyarakat, beliau mulai mengembangkan dan mencari jalan agar usaha ini bisa mengatasi kebutuhan hidup masyarakat miskin. Waktu yang dibutuhkan dan tenaga yang dikeluarkan untuk beternak kelinci lebih sedikit dari pada  harus bekerja di ladang dan pabrik. Hasil yang di dapat dari usaha ini juga jauh lebih banyak dari pada menjadi petani dan buruh.

Selain pekerjaannya yang mudah dan hasilnya cukup menjanjikan, ternak kelinci tidak hanya bisa ditekuni oleh para bapak tetapi ibu rumah tangga juga dapat melakukannya. Karena umumnya banyak para ibu rumah tangga yang tidak produktif, ternak kelinci bisa menjadi salah satu solusi agar ibu rumah tangga juga bisa mendapatkan penghasilan untuk membantu kebutuhan hidup.

Dalam setiap bidang usaha pasti akan ada masalah yang muncul, dalam program ini yang menjadi masalah utama adalah harga pakan kelinci yang masih cukup mahal. Dalam perkembangannya untuk menutupi biaya pakan, air kencing dari kelinci yang diternak dapat dimanfaatkan. Air kencing kelinci dapat digunakan sebagai pupuk yang bernilai cukup tinggi di pasaran. Sehingga dari penjualan air kencingnya saja, para peternak dapat menutupi biaya pakan untuk kelinci yang mereka ternakkan.  Oleh sebab itu daging dan anakan kelinci yang dihasilkan adalah keuntungan bersih yang didapatkan oleh peternak.

Selain pakan, masalah yang juga ada dalam usaha ini adalah pengadaan indukan. Semakin banyak indukan yang bisa disediakan, maka pengembangbiakan ternak kelinci juga akan semakin cepat. Dengan begitu, ternak kelinci ini bisa lebih cepat dikembangkan dalam skala yang lebih besar untuk peretasan kemiskinan di pedesan. Ternak kelinci yang dijalankan saat ini juga sudah jadi lebih baik dan maju dari pada sebelumnya.

Daripada hanya memberikan bantuan secara cuma – cuma kepada masyarakat miskin, program ini bisa menjadi opsi yang sangat bagus untuk memberdayakan masyarakat. Tidak hanya memberikan sembako atau bantuan dana secara percuma yang hasilnya tidak mendidik dan tidak membuat mereka berusaha. Program ternak kelinci bukan memberi ikan tetapi memberi kail kepada masyarakat miskin agar mereka mau berusaha dan belajar berwirausaha. Dengan begitu, program ini tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan tetapi juga melahirkan para entrepreneur kelas rumahan yang dapat mempercepat roda perekonomian dan meretas kemiskinan.

Uploaded by UC Entrepreneurship Online