[Exclusive Interview Dahlan Iskan] - Kualitas, Kualitas dan Kualitas !

3.jpg

Setelah memberi materi seminar berjudul "Strategi Membangun Budaya Entrepreneurial Organization Guna Menghadapi Persaingan Global" di Auditorium Universitas Ciputra, Pak Dahlan Iskan sempat diwawancarai oleh salah satu reporter UCEO. Topik yang ditanyakan tidak jauh berbeda dengan materi yang beliau sampaikan pada seminar, yaitu tentang daya saing Indonesia dalam menghadapi pasar global. Seperti yang kita tahu, Indonesia akan menghadapi pasar persaingan global seperti AFTA (Asean Free Trade Area) dan AEC (Asean Economic Comunity) pada tahun 2015 nanti. Dengan adanya pasar global, ancaman yang dapat terjadi adalah meningkatnya jumlah barang yang masuk ke Indonesia dikarenakan adanya pembebasan hambatan tarif dan non-tarif. Selain itu, tenaga kerja Indonesia juga akan menghadapi persaingan ekstra ketat untuk mendapat pekerjaan karena harus bersaing dengan tenaga kerja asing yang datang ke Indonesia.

Ditanya mengenai faktor yang dibutuhkan untuk menghadapi pasar global, Pak Dahlan menjawab dengan santai, “Yang dibutuhkan adalah kualitas, kualitas, dan kualitas!”. Memang kualitas adalah komponen yang sangat penting dalam menghadapi pasar global. Kualitas yang dimaksud adalah kualitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi untuk dapat mengolah sumber daya alam Indonesia menjadi produk yang berkualitas dan mempunyai daya saing tinggi. Untuk itulah diperlukan upaya untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia, baik melalui pelatihan keterampilan maupun pendidikan.

Selain meningkatkan kualitas, juga dibutuhkan adanya peran asosiasi masyarakat untuk dapat berjuang bersama-sama dalam menghadapi pasar global. Diperlukan kerjasama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk dapat mengantisipasi dampak negatif dari persaingan global. Misalnya dengan memberdayakan program Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari para pengusaha kecil, selain itu juga dengan lebih menggunakan produk buatan Indonesia dibanding produk dari luar.

Upaya lainnya yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menekan cost atau pengadaan logistik, sebab di luar negeri biaya cost tersebut sudah cukup murah. Untuk itu, fokus pemerintahan dalam 5 tahun kedepan adalah untuk menekan biaya logistik yang timbul sehingga produk Indonesia dapat mempunyai daya saing dalam segi harga.

Menurut Pak Dahlan Iskan, peran entrepreneur atau investor sangat dibutuhkan untuk menghadapi pasar global. Karena dengan semakin bertumbuhnya jumlah entrepreneur, lapangan pekerjaan akan semakin terbuka dan tingkat pengangguran dapat semakin berkurang. Hal ini dapat memberikan efek pada pertumbuhan ekonomi dan khususnya dapat meningkatkan daya saing Indonesia di mata global. Terakhir, menteri BUMN Indonesia ini menerangkan, “Kalau entrepreneurnya maju, daya saing internasionalnya akan maju.”

Video Wawancara