Usaha Peternakan Kelinci, Mengatasi Masalah Ekonomi Hingga Gizi

Image: http://asevha.blogspot.com

Image: http://asevha.blogspot.com

Kebutuhan pokok yang semakin hari semakin mahal ternyata juga semakin mencekik kalangan masyarakat menengah ke bawah. Harga yang harus mereka bayar untuk memenuhi  kebutuhan hidup  ternyata tidak sebanding dengan penghasilan yang didapat. Hal ini berimbas pada taraf hidup mereka yang juga ikut menurun seiring berjalannya waktu. Masalah ini banyak menjamur di dalam masyarakat Indonesia khususnya di pedesaan, karena lapangan pekerjaan yang tersedia di pedesaan terbatas dan memberikan penghasilan yang minim bagi penduduk yang tidak bermodal dan berkemampuan lebih.

Pemerintah menawarkan alternatif beternak kelinci pada masyarakat pedesaan. Selain untuk meningkatkan pendapatan yang mereka miliki, ternak kelinci juga bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan Indonesia. Budidaya ternak kelinci yang saat ini sedang gencar dilakukan bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di pedesaaan. Kelinci dipercaya dapat menggantikan ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap daging sapi yang sebagian besar berasal dari luar Indonesia. Selain itu semua hal yang dihasilkan oleh kelinci dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai guna tinggi.

Perkembangbiakan dan pertumbuhan kelinci sangatlah cepat. Kira – kira setiap tiga bulan sekali, kelinci – kelinci tersebut bisa dipanen dan dalam satu tahun seekor indukan kelinci mampu menghasilkan 12 hingga 88 ekor anakan kelinci. Sehingga arus perputaran penghasilannya jauh lebih cepat dari pada berternak sapi dan kambing. Perolehan hasil yang cepat dari beternak kelinci dapat menjadi solusi yang tepat bagi kebutuhan masyarakat yang juga harus dipenuhi dengan cepat.

Di pasar, harga daging kelinci segar berkisar Rp. 55.000 – Rp. 75.000/kg, tidak lebih mahal dari pada daging sapi yang bisa mencapai dan melebihi Rp. 100.000/kg. Daging kelinci juga lebih kaya serat, bertekstur lembut, rendah kalori, tidak memiliki lemak tak jenuh, mengandung kadar protein dan kalsium yang tinggi. Tetapi meski daging kelinci memiliki banyak keunggulan, banyak masyarakat yang masih enggan untuk mengkonsumsinya. Kebanyakan orang masih menganggap kelinci sebagai hewan peliharaan bukan sebagai hewan ternak, sehingga cenderung tidak tega untuk mengkonsumsinya. Tindakan yang bisa diambil adalah terus menjual daging kelinci sebanyak – banyaknya, sehingga mengkonsumsi daging kelinci menjadi hal yang umum.

Selain daging sebagai komoditi utama, hal lain yang bisa di manfaatkan dari kelinci adalah air seni dan kotoran yang dihasilkannya. Seperti yang kita tau, bahwa pupuk yang berasal dari kotoran hewan memiliki manfaat yang sangat baik untuk tanaman. Air seni kelinci yang dapat digunakan sebagai pupuk bisa mencapai Rp. 20.000 per liter, hasil dari penjualan air seni kelinci bisa menutupi biaya perawatan yang dibutuhkan oleh peternak. Sehingga peternak kelinci bisa mendapatkan hasil yang maksimal dari daging dan anakan kelinci yang diternakkan.

Lahan yang diperlukan untuk berternak kelinci tidak sebesar yang dibutuhkan untuk berternak sapi dan kambing, sehingga meski dengan lahan yang sedikit para peternak masih bisa terus berternak kelinci. Di samping itu sapi harus dibudidayakan di pedesaan, sehingga pembudidayaannya hanya terbatas di kalangan – kalangan tertentu. Usaha ternak kelinci tidak hanya bisa dilakukan di pedesaan, tetapi juga bisa merambah pinggiran dan juga di dalam kota sehingga peternaknya tidak hanya terbatas pada masyarakat pedesaan saja meski target utamanya adalah mereka.

Pemeliharaan kelinci yang mudah dan bisa dilakukan siapa oleh siapa saja bisa menjadi sebuah solusi untuk mengatasi ketidak produktifan dalam rumah tangga. Kelinci yang mudah dipelihara tidak harus menggunakan tenaga laki – laki dalam perawatannya, karena itu wanita dan anak – anak juga dapat melakukannya. Hal ini dapat berdampak positif terhadap rumah tangga yang memiliki ternak kelinci karena mereka bisa memiliki beberapa sumber penghasilan. Jika pekerjaan berternak kelinci dilakukan oleh para ibu rumah tangga, maka para suami masih dapat melakukan pekerjaannya sehingga mereka mendapatkan penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ditambah lagi pekerjaan berternak kelinci juga bisa menjadi sebuah hiburan serta pembelajaran bagi seorang anak untuk bisa menyayangi binatang dan mendapatkan pengalaman dalam berwirausaha, sehingga bisa menciptakan peluang berwirausaha yang lebih luas di masa depan.