Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui dan Pemanfaatannya dalam Bisnis

ILUSTRASI SUMBER DAYA ALAM YANG DAPAT DIPERBAHARUI (KOKO/ UCEO)

ILUSTRASI SUMBER DAYA ALAM YANG DAPAT DIPERBAHARUI (KOKO/ UCEO)

Saat duduk di bangku Sekolah Dasar, kita pasti pernah mendapatkan pelajaran mengenai Sumber Daya Alam (SDA). Mungkin dulu kita mengira jika pelajaran mengenai sumber daya alam hanya kita perlukan sebagai ilmu pengetahuan umum saja. Siapa sangka, pengetahuan mengenai sumber daya alam ternyata bisa menjadi ilmu yang berguna untuk bisnis kita saat ini.

Secara umum, sumber daya alam dapat dipahami sebagai segala sesuatu dari alam yang bisa digunakan manusia untuk membantu memenuhi kebutuhannya. Sumber daya alam dibagi menjadi dua kategori yakni sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources) dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (non renewable resources). 

Sumber daya alam yang dapat diperbaharui merupakan sumber daya alam yang jika persediaannya telah berkurang atau habis, akan dapat diproduksi kembali dalam jangka waktu relatif singkat. Produksi tersebut dapat dilakukan secara alami maupun dengan bantuan (rekayasa) manusia. 

Sementara itu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui merupakan sumber daya alam yang jika dipakai terus menerus akan habis dan tidak dapat diproduksi kembali oleh manusia. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui sebenarnya dapat diproduksi kembali secara alami, namun proses produksi ini memakan waktu yang sangat panjang, yakni hingga ratusan bahkan ribuan tahun. 

Dalam artikel kali ini, kita hanya akan membahas mengenai sumber daya alam yang dapat diperbaharui serta bagaimana sumber daya alam yang dapat diperbaharui dapat dimanfaatkan dalam bisnis. 

JENIS SUMBER DAYA ALAM YANG DAPAT DIPERBAHARUI

Berdasarkan asalnya, sumber daya alam yang dapat diperbaharui dapat dibedakan menjadi dua, yakni sumber daya alam hayati dan sumber daya alam non hayati

1. Sumber daya alam hayati

Sumber daya alam hayati merupakan sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup. Ciri-ciri makhluk hidup antara lain adalah memiliki kemampuan untuk tumbuh, bergerak, berkembang biak, bernafas, serta membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Sumber daya alam yang termasuk dalam sumber daya alam hayati adalah hewan dan tumbuhan.

a. Hewan

Hewan adalah jenis sumber daya alam hayati yang pertama. Hewan sebagai sumber daya alam yang dapat diperbaharui dapat digolongkan menjadi dua, yaitu hewan liar dan hewan peliharaan. Hewan liar merupakan hewan yang hidup di alam bebas dan dapat bertahan hidup tanpa bantuan manusia secara langsung. Hewan liar hanya bergantung pada makanan yang disediakan oleh alam.

Sementara itu, hewan peliharaan adalah jenis sumber daya alam yang dapat diperbaharui yang dipelihara manusia. Untuk bisa bertahan hidup, hewan peliharaan mengandalkan makanan yang disediakan oleh manusia. Manusia biasanya memelihara binatang peliharaan karena hobi atau sekadar untuk menjadi teman bermain. Binatang yang umumnya dipelihara manusia adalah anjing, kucing, ikan, dan burung. Meskipun begitu, tidak jarang pula manusia memanfaatkan binatang untuk dipelihara sebagai hewan ternak.

Hewan ternak merupakan hewan peliharaan yang dikembangbiakkan untuk dimanfaatkan atau diperjualbelikan hasilnya. Hewan ternak dapat dikategorikan dalam tiga jenis, yaitu hewan besar, hewan sedang, dan hewan unggas.

Contoh binatang yang termasuk dalam kategori hewan besar antara lain sapi, kerbau, dan kuda. Sedangkan binatang yang termasuk dalam kategori hewan sedang antara lain kambing, domba, dan kelinci. Sementara itu, hewan ternak yang termasuk dalam kategori unggas adalah ayam, bebek, serta burung puyuh.

b.      Tumbuhan

Sumber daya alam hayati yang kedua adalah tumbuhan. Tumbuhan merupakan jenis sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan penyebaran sangat luas. Hampir di seluruh wilayah di dunia ini memiliki tumbuhan, bahkan di dasar laut sekali pun. Tumbuhan sebagai sumber daya alam yang dapat diperbaharui dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yakni hasil hutan, pertanian, dan perkebunan.

Hutan memiliki banyak jenis. Dilihat dari arealnya hutan dapat dibagi menjadi 4 jenis. Jenis pertama adalah hutan lindung, yakni hutan yang berfungsi untuk melindungi alam dari berbagai bencana alam seperti erosi, banjir, dan tanah longsor. Kedua adalah hutan produksi, hutan ini berfungsi untuk menghasilkan berbagai bahan produksi untuk industri dan kebutuhan masyarakat sehari-hari seperti kayu untuk mebel, bahan bangunan, dan kerajinan tangan. Jenis hutan yang ketiga adalah hutan wisata. Sesuai dengan namanya, hutan jenis ini dimanfaatkan sebagai media wisata untuk wisatawan domestik dan mancanegara. Terakhir adalah hutan suaka alam, yakni hutan yang berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan melindungi flora dan fauna yang terdapat di daerah tersebut.

Kategori sumber daya alam hayati tumbuhan yang kedua adalah pertanian. Hingga saat ini pertanian sebagai sumber daya alam yang dapat diperbaharui masih menjadi sektor andalan masyarakat indonesia. Sektor pertanian menghasilkan berbagai macam tumbuhan yang dapat dikonsumsi maupun sebagai bahan baku bagi industri. Jika diolah dengan benar, tanah yang merupakan media dalam sektor pertanian dapat memberikan hasil yang tidak akan pernah habis sepanjang tahun, seperti misalnya padi, jagung, dan cabai.

Kategori sumber daya alam hayati tumbuhan yang terakhir adalah perkebunan. Berbeda dengan hasil pertanian yang ditanam di sawah, tumbuhan hasil perkebunan umumnya ditanam di sebuah lahan terbuka tanpa perlu diairi seperti di sawah. Beberapa jenis tumbuhan hasil perkebunan antara lain karet, cokelat, teh, dan kelapa sawit. 

2.      Sumber daya alam non-hayati

Sumber daya alam non-hayati merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui yang berasal dari bukan makhluk hidup. Beberapa sumber daya alam non-hayati antara lain berasal dari air, udara, dan barang tambang logam.

a. Air

Air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui yang selalu digunakan manusia dalam kegiatan sehari-hari. Sumber daya air bisa berasal dari berbagai tempat, mulai dari sungai, laut, dan juga danau. Sumber daya air dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia diantaranya adalah untuk sarana transportasi, rekreasi dan pariwisata, pembangkit listrik tenaga air, serta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti minum, mandi, dan mencuci.

b. Tanah

Tanah merupakan lapisan kulit bumi bagian atas yang terbentuk dari pelapukan batuan dan bahan organik yang hancur oleh proses alamiah. Terdapat banyak jenis tanah yang ada di dunia ini. Jenis-jenis tanah tersebut biasanya tersebar sesuai dengan iklim dari suatu wilayah. Tanah subur sebagai sumber daya alam yang dapat diperbaharui sangat bermanfaat untuk media tanam dalam bidang pertanian dan perkebunan. Tanah sebagai sumber daya alam yang dapat diperbaharui juga menjadi tempat penyimpanan mineral-mineral dan benda-benda logam yang dihasilkan oleh alam. Mineral dan benda-benda logam ini dapat dimanfaatkan manusia sebagai salah satu bahan dalam industri.

c. Udara

Udara merupakan elemen yang sangat penting untuk kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini. Manusia dan makhluk hidup lain menggunakan oksigen untuk bisa bernafas. Oksigen merupakan salah satu gas yang tersimpan di dalam udara. Udara sebagai sumber daya alam yang dapat diperbaharui masih menyimpan berbagai gas lain yang dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Gas-gas yang terkandung di dalam udara antara lain adalah nitrogen, oksigen, argon, karbon dioksida, neon, helium, ozon, hidrogen, kripton, dan kumpulan gas lain.

Udara mudah bergerak. Udara yang bisa bergerak dan berpindah tempat disebut angin. Sementara itu, udara yang menyelimuti bumi disebut oksigen. Selain untuk bernafas, udara dapat dimanfaatkan manusia untuk berolah raga seperti terjun payung dan gantole. Bahkan angin dapat pula dimanfaatkan untuk menjadi tenaga pembangkit listrik. 

ILUSTRASI PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM YANG DAPAT DIPERBAHARUI DALAM BISNIS (KOKO/ UCEO)

ILUSTRASI PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM YANG DAPAT DIPERBAHARUI DALAM BISNIS (KOKO/ UCEO)

PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM YANG DAPAT DIPERBAHARUI DALAM BISNIS 

Bisnis yang bergerak di bidang penyediaan barang pasti memerlukan bahan baku dalam proses produksinya. Bahan baku tersebut memiliki jenis yang sangat beragam. Tidak jarang elemen yang sering dijadikan sebagai bahan baku dalam proses produksi diambil dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Seperti yang telah dijelaskan di atas, sumber daya alam yang dapat diperbaharui memiliki banyak sekali jenis. Artinya, sumber daya alam yang dapat diperbaharui memiliki potensi yang sangat besar untuk digali sebagai bahan baku dalam proses produksi industri. 

Sumber daya alam yang dapat diperbaharui terdiri dari sumber daya alam hayati dan non hayati, keduanya sama-sama dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku, tergantung dari jenis industri yang digeluti oleh suatu perusahaan. Berbanding lurus, pada satu jenis sumber daya alam pun ada banyak elemen yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai jenis tipe industri. Binatang sapi misalnya, sebagai salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui, sapi tidak melulu hanya dapat dimanfaatkan dagingnya. Produk-produk hewani dari sapi dapat dimanfaatkan pula sebagai bahan baku industri, misal adalah susunya. Susu sapi tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam produksi minuman susu dalam kemasan, namun dapat pula dimanfaatkan sebagi bahan baku dalam proses produksi sabun, shampoo, dan produk-produk kecantikan lainnya. 

Pemanfaatan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dalam bisnis dapat pula dilakukan pada sumber daya alam non hayati. Sumber daya paling sederhana yang berhasil dimanfaatkan sebagai bahan baku proses produksi adalah air. Di Indonesia, kita mengenal AQUA, Ades, Club, Prim-a, dan Vit sebagai produk air minum dalam kemasan yang dijual di berbagai tempat. AQUA sebagai pelopor industri air minum dalam kemasan, awalnya sempat mendapatkan berbagai komentar sinis karena menjual produk yang harga per botolnya hampir sama dengan harga 1 liter BBM Premium pada waktu itu. Meskipun begitu, Tirto Utomo sebagai founder AQUA tetap bersikeras melanjutkan bisnis ini karena melihat prospek air minum dalam kemasan di masa depan. Selain air, saat ini seorang pengusaha di China sedang mengembangkan sebuah bisnis yang menjual udara segar dalam kemasan. Meskipun terdengar aneh, namun nyatanya produk ini cukup diminati oleh masyarakat China yang hidup dalam lingkungan penuh dengan polusi udara.

 Air dan udara merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Meskipun begitu, keberadaan air dan udara bersih ternyata bisa menjadi cukup langka. Kejadian ini tidak hanya terjadi pada kasus air dan udara bersih. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui lainnya pun dapat menjadi langka apabila tidak dipergunakan secara bijak. Usaha pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhatikan dampak pada kelestarian lingkungan dan tetap menjaga efisiensi proses produksi untuk menghasilkan produk yang optimal disebut dengan ekoefisiensi.

A photo posted by UCEO (@ciputrauceo) on

EKOEFISIENSI SUMBER DAYA ALAM YANG DAPAT DIPERBAHARUI

Ekoefisiensi sumber daya alam yang dapat diperbaharui sangat penting untuk dilakukan, baik oleh orang awam maupun para pengusaha yang secara langsung memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui tersebut sebagai bahan baku produk. Efisiensi sumber daya alam yang dapat diperbaharui dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan jenis sumber daya alam yang hendak dijaga kelestariannya. 

a. Ekoefisiensi dalam memanfaatkan hutan

Penebangan hutan yang dilakukan secara ilegal dan berlebihan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Pemanfaatan hutan harus dilakukan secara bijak, yakni dengan menerapkan prinsip ekoefisiensi. Penebangan hutan boleh dilakukan, namun harus mempertimbangkan kelestarian hutan. Pemanfaatan hutan juga harus berprinsip pada reboisasi dan efisiensi. Hal ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem hutan yang akan berdampak besar bagi kelangsungan hidup makhluk hidup lainnya. 

b. Ekoefisiensi dalam mengolah limbah

Pengolahan limbah harus dilakukan secara benar dan efisien. Salah satu langkah pengolahan limbah yang bijak adalah dengan menerapkan prinsip daur ulang. Untuk limbah yang bersifat “racun” seperti limbah pabrik, pihak perusahaan haruslah melakukan netralisasi sebelum limbah tersebut dibuang. Selain itu, limbah juga harus dibuang jauh dari pemukiman penduduk, sumber air minum, serta wilayah-wilayah yang rentan terkontaminasi limbah. 

Selain pabrik, salah satu sumber penghasil limbah terbesar adalah rumah tangga. Untuk limbah rumah tangga, pengolahan dapat dilakukan sejak limbah masih berada di rumah. Pengolahan tersebut dilakukan dengan cara memisahkan sampah organik dengan sampah non-organik. Nantinya, sampah organik dapat diolah menjadi pupuk organik, sementara itu sampah non-organik dapat didaur ulang untuk diubah menjadi barang lain yang masih bisa dimnafaatkan oleh masyarakat. 

c. Ekoefisiensi penggunaan air bersih

Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia. Sayangnya, tingginya tingkat kebutuhan akan air bersih tidak setara dengan ketersediaan air bersih. Saat ini, ketersediaan air bersih di dalam tanah berkurang karena makin maraknya perusakan hutan dan pencemaran air tanah di berbagai wilayah. Jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus, sangat mungkin terjadi krisis air bersih di dunia.  

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menerapkan ekoefisiensi air bersih adalah dengan cara berikut ini:

  1. Mempertahankan kelestarian hutan
  2. Melakukan penghijauan di lingkungan perkarangan rumah
  3. Menjaga saluran air dari kebocoran untuk menghindari pemborosan air bersih
  4. Membuat penampungan air kotor
  5. Membuat penampungan air hujan
  6. Menghemat penggunaan air bersih

 

 

IKUTI KULIAH BISNIS ONLINE & GRATIS UCEO

Memiliki usaha sendiri yang sukses tentunya merupakan hal yang diidamkan oleh banyak orang. Sayangnya membuat suatu usaha menjadi sukses bukanlah hal yang mudah. Banyak aspek dalam sebuah bisnis yang perlu direncanakan dengan baik dan secara terperinci sehingga terbentuk model bisnis yang menjanjikan keuntungan.

Dengan mengikuti pembelajaran mengenai BMC ini, diharapkan UC-Onliners dapat memahami kegunaan model bisnis yang baik, bagaimanakah cara membuatnya, serta dapat mempraktekkan secara langsung untuk digunakan dalam menjalankan bisnisnya