[Event Surabaya] TEDx Tugu Pahlawan "SINGULARITY"

51507.jpg

Salam Entrepreneur,

UCEO bekerjasama dengan TEDx Tugu Pahlawan Surabaya menyelenggarakan TEDx Conference pada tanggal 9 Mei 2015 di Universitas Ciputra, Surabaya. Acara ini akan membahas “Singularity” yaitu segala hal atau ide yang istimewa karena belum pernah terpikirkan oleh orang lain dan berbeda dari hal yang ada pada umumnya. Anda dapat mengajak teman, kerabat, rekan bisnis atau keluarga Anda dalam acara ini karena conference ini bersifat terbuka meskipun tempat terbatas.

Para speaker yang berpengalaman di bidangnya masing-masing akan berada dalam acara ini untuk berbagi tips dan tricks mereka soal bagaimana mereka mampu menggerakan usahanya yang dapat mengubah lingkungan sekitar mereka.

Lihat Pengumuman 50 Pendaftar yang mendapatkan Ticket Gratis di link ini Daftar Peserta.

Untuk UC Onliner yang ingin membeli tiket untuk acara ini silahkan melakukan pembelian di link ini: http://tedxtugupahlawan.org/singularity/public/#ticket atau dapat juga menghubungi Sdri. Tiffany 081703399360 

Para Pembicara: 

· Arlan Setiawan, Founder Bizcomm

· Inban A. Caldwell, NGO Guy from Hand Project

· Carolina Escalera, US Diplomat

· Joko Susanto, Economist

· Ina Silas, GM House of Sampoerna

· Bagus Syafrieza Paradhika, Coro Semplice Indonesia Choir

· Pulung Siswantara, Intelectual Standup Comedy

· Dr. Gamal Albinsaid, Director of Indonesia Medika

· Pranav Mistry, Featured TEDTalk

· Marco Tempest, Featured TEDTalk

Save the date!

Sabtu, 9 Mei 2015
Pukul 10.00 – 16.30 WIB
Ruang UC Auditorium (7th floor) - Universitas CIPUTRA, UC Town 1, Citraland, Surabaya 60219, Indonesia

Berikut adalah sedikit ulasan tentang para pembicara TEDx Conference yang akan menambah daya tarik Anda mengikuti Acara ini.

1. Ina Silas

Bagi sebagian orang, mempelajari sejarah merupakan sebuah hal yang menjemukan dan cenderung tidak menarik. Namun lewat gagasannya dengan 'Surabaya Heritage Track' Ina Silas mampu mengemas kisah sejarah menjadi sesuatu yang menarik, membuat penasaran dan ingin diulangi lagi...

2. Bagus Syafrieza Paradhika

Bagi masyarakat kota Surabaya, khususnya kalangan pelajar dan pemerhati music nama Coro Semplice Orchestra  sebagai salah satu grup paduan suara pelajar mungkin sudah tidak asing lagi. Disisi lain, mungkin tak banyak orang yang tahu bahwa sebuah grup paduan suara tidak sekedar tentang bernyanyi secara berkelompok. Dibalikanya terdapat berbagai dinamika dan kisah yang menarik untuk disimak mengenai mimpi para pelajar, cara mendidik orang tua hingga intrik politik.

3. Inban Abraham Caldwell

'Mengapa memberi mereka ikan, jika Anda bisa mengajari mereka untuk memancing dan membenarkan kailnya?' adalah prinsip Inban Abraham Caldwell dalam membantu sesama. Melalui Hands Project beliau telah membantu banyak korban bencana alam, tidak hanya untuk bangkit dari musibah namun lebih dari itu menjadi pribadi yang lebih mandiri dan berdikari.

4. Arlan Setiawan

Usia dan kesuksesannya dalam mengelola perusahaan alat-alat konstruksi tidak menghalangi beliau itu menjalani jenjang pendidikan yang lebih tinggi, beliau menjadi mahasiswa di University of Strahclyde, Glasgow, Inggris pada usia yang tak lagi muda. Melalui Toastmaster Club dan Bizcomm Arlan Setiawan juga menyalurkan semangatnya kepada masyrakat di Indonesia bahwa belajar adalah sebuah proses yang harus berlanjut sama akhir hayat.

5. Carolina Escalera 

Suka mendengarkan orang dan berbagi, serta menunjukkan mereka apa yang bisa mereka lakukan untuk memperbaiki hidupnya mendorong Carolina untuk memilih karirnya sebagai seorang diplomat. Lulusan Columbia University di bidang Hubungan Internasional dan Kebijakan Publik ini membuktikkan bahwa usia muda tidak menghalangi seseorang untuk memberikan kontribusi besar pada masyarakat.

6. Pulung Siswantoro

Profesi sebagai seorang akademisi mungkin sangat erat kaitannya dengan sesuatu yang serius dan kaku, namun pandangan ini tak berlaku bagi Pulung Siswantoro. Selain menjadi comic, Pulung juga seorang dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Airlangga, Surabaya. Tak jarang Pulung menjadikan para mahasiswa yang didiknya sebagai ‘korban latihannya’ sebelum manggung. Sehingga tak mengherankan apabila materi lawakannya masih seputar kesehatan, seperti hidup anti-rokok dan pentingnya cuci tangan. 

7. Joko Susanto 

Seorang praktiki sekaligus akademisi di bidang politik ini merupakan penggagas berdirinya Kuliah Tjokroaminoto, yakni sebuah kelas yang membahas berbagai topik dan masalah di negeri ini yang ditujukan untuk mahasiswa dan masyarakat awam. Hal ini didasarkan pada keprihatinannya terhadap kemunduran di negeri ini, masyarakat seolah-olah tak lagi memiliki semangat kebangsaan, jauh sekali dibandingkan dengan masa-masa awal kemerdekaan Bumi Pertiwi ini.  

8. Gamal Albinsaid 

Menjadi dokter, merupakan impian bagi kebanyakan anak-anak di Indonesia. Namun tak hanya memimpikannya Gamal Albinsaid mampu mewujudkan impian tersebut. Tak hanya berhenti sampai disitu Gamal terus berinovasi dengan kontribusinya kepada masyarakat, salah satunya melalui hadirnya ‘Garbage Insurance Clinic’ atau klinik asuransi sampah. Dimana para pasien bisa membayar jasa pelayanan kesehatan yang ia berikan dengan sampah.