Usaha Mandiri dengan Berwiraswasta

(Image: Heidy/UCEO)

(Image: Heidy/UCEO)

Pernahkah Anda berpikir untuk memulai usaha mandiri Anda sedini mungkin? Mungkin Anda pernah datang ke sebuah Expo Pameran Bisnis atau mungkin pernah melihat tetangga Anda yang sukses menjalankan sebuah bisnis kemudian tersirat, “Kenapa saya tidak memulai usaha mandiri saya sendiri”. Keinginan untuk membuka usaha mandiri pasti muncul, karena pada diri setiap orang pasti memiliki keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan diri sendiri atau keluarga. Usaha mandiri merupakan jenis usaha yang mudah dilakukan serta paling banyak dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Mengapa demikian? Usaha mandiri merupakan usaha yang dapat dilakukan secara perseorangan atau individu. Maka dari itu, jenis usaha mandiri dapat beragam jenis usahanya serta bisa untuk segala macam segmen pasar. Untuk memulai usaha mandiri pun tidak membutuhkan modal yang besar. Selain itu, laba atau keuntungan dari usaha mandiri akan sepenuhnya menjadi milik pelaku bisnis mandiri tersebut. 

Selain beberapa keuntungan tersebut, mempunyai usaha mandiri lebih mudah dilakukan karena pengawasan dapat dilakukan secara langsung oleh Anda sendiri tanpa memerlukan tambahan bantuan dari orang lain. Memiliki usaha mandiri memang lebih menguntungkan bagi pelaku bisnis, maka dari itu usaha mandiri ini adalah bisnis yang paling diminati oleh para pelaku bisnis. Dengan berwiraswasta atau membuka usaha mandiri, Anda akan membantu mengurangi jumlah pengangguran karena Anda akan membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang membutuhkan pekerjaan. Cukup banyak jenis peluang usaha mandiri yang lebih mudah untuk dilakukan serta menjadi usaha yang menjanjikan. Berikut ini ada analisa kami pada usaha mandiri yang dapat Anda lakukan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

Contoh Sukses Usaha Mandiri

Usaha-usaha mandiri yang mudah untuk dilakukan antara lain adalah berjualan kue, usaha laundry, membuka tempat les, membuka kedai / angkringan, usaha gorengan, menjadi reseller, franchise minuman, dan lain sebagainya.

Salah satu contoh usaha mandiri yang sukses dan dapat Anda lakukan di bidang bisnis pertanian, yaitu misalnya yang dilakukan oleh Mbah Setyo Utomo di Cangkringan, Sleman. Kakek 11 cucu ini selalu memutar otak bagaimana bisa mendapatkan pemasukan finansial untuk keluarganya. Banyak usaha mandiri yang telah dijalani, mulai dari penambang pasir, pembuat batu nisan, dan pembuat cobek. Sampai ketika usia yang tidak memungkinkan untuk melakukan pekerjaan berat, Mbah Setyo memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk membudidayakan jamur kuping. Saat ini Mbah Setyo telah memiliki tiga buah rumah jamur yang berisi 3.500 baglog jamur kuping. Dalam budidaya ini, Mbah Setyo dibantu oleh keluarganya yaitu istri dan putra Mbah Setyo. Budidaya jamur kuping merupakan usaha mandiri yang tidak rumit dan mudah perawatannya. Modal awal untuk usaha mandiri ini adalah sekitar Rp 1.500.000,- untuk pembangunan rumah jamur, serta biaya pembelian baglog sekitar Rp 5.000.000,- untuk kapasitas 3.500 buah baglog. Daerah Cangkringan sendiri telah berdiri kelompok para petani jamur, sehingga lebih memudahkan untuk penjualannya. Untuk hasil panen, satu buah baglog jamur bisa enam kali panen, dengan panenan pertama panen kurang lebih satu kwintal jamur kuping basah untuk 1.000 buah baglog jamur. Penjualan yang dilakukan Mbah Setyo adalah Rp 6.000,- sampai Rp 7.500,- per kg untuk kondisi jamur kuping basah. Untuk jamur kering yang dihargai sama dengan jamur kuping basah, dalam kemasan 1 kg dibutuhkan 10 kg jamur kuping basah.

Contoh kedua adalah di bidang hasil olahan ikan laut. Seperti yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga, Ibu Shofia Aqilah yang berusia 36 tahun dibantu oleh Ibunya yaitu Ibu Erning Subaidah, mereka berdua mendirikan usaha mandiri berupa produksi makanan olahan hasil laut. Hal ini didukung dengan tempat tinggal Ibu Shofia yang berada di Pesisir Lamongan, Jawa Timur. Ibu Shofia memiliki passion di bidang makanan dan memasak, sehingga Ibu Shofia memiliki ide bisnis makanan hasil pengolahan ikan laut. Setelah sukses dengan abon ikan tuna, bisnis ini merambah ke produk krupuk. Untuk penjualannya, Ibu Shofia fokus ke penjualan secara online, karena sangat mudah untuk memperkenalkan produknya ke masyarakat. Melalui penjualan online, omzet usaha mandiri hasil laut Ibu Shofia berkisar antara tujuh sampai sepuluh juta setiap bulannya. Omzet ini telah naik 5x lipat dari awal penjualan hanya sekitar satu sampai satu setengah juta per bulannya.

Cerita sukses ketiga dari berita “www.bisnisukm.com” adalah usaha mandiri di bidang kerajinan, yaitu kerajinan kulit pari. Miftakhul Khoir yang berusia 32 tahun memunculkan ide kreatif berupa hasil kerajinan dari bahan baku kulit ikan pari. Kulit ikan pari diakuinya banyak ditemukan di pantai Utara maupun Selatan Pulau Jawa seperti Pantai di Baron, Depok,  Semarang, Jepara, dan Juana. Pria lulusan Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta ini pun tak habis akal, ia mengusung bisnis “Pari Radja” sebagai usaha mandiri nya di bidang kerajinan kulit pari. Melalui tangan terampil Miftakhul, kulit pari berhasil diubah menjadi barang-barang bernilai tinggi di pasaran. Contoh hasil karyanya adalah dompet, ikat pinggang, tas, sepatu, gantungan kunci, jaket, aksesoris, dan lain sebagainya. Harga kulit ikan pari cukup bervariasi, yaitu mulai dari Rp 40.000,- sampai Rp 100.000,- per lembar tergantung dari masing-masing jenis ikan pari. Keuntungan lain dari usaha ini adalah bisnis kerajinan dari kulit ikan pari belum banyak dilirik oleh para pelaku bisnis, namun pasarnya sudah besar. Kelebihan kulit pari adalah anti gores dan lebih tahan lama. Miftakhul menjual produknya dengan harga yang beragam, tergantung jenis barang dan jenis kulit pari itu sendiri, yaitu mulai Rp 50.000,- sampai dengan Rp 1.500.000,- per item. Pemasaran produk “Pari Radja” dilakukan melalui direct selling, penjualan online, dan beberapa reseller. Omzet yang diperoleh sekarang mencapai sekitar Rp 30.000.000,- sampai Rp 40.000.000,- per bulan dengan keuntungan sebesar 20% sampai 30%.

(Image:Heidy/UCEO)

(Image:Heidy/UCEO)

Cara Mencari Peluang Usaha Mandiri

Sebelum membuka usaha mandiri dan bisa sukses seperti contoh bisnis di atas, Anda harus memikirkan ide bisnis apa yang sebaiknya diambil dan dilakukan. Selain itu, ide bisnis tersebut harus dapat berkembang nantinya, masih memiliki pasar yang baik lima sampai sepuluh tahun kedepan, kalau bisa cari yang minim risiko, serta pasti memberikan keuntungan bagi Anda. Memang tidak mudah untuk menemukan ide bisnis yang cocok dan baik. Namun bukan berarti tidak bisa ditemukan. Ide bisnis dapat Anda dapat dengan mudah jika Anda mampu dan terbiasa untuk mencari peluang di setiap keadaan.

Nah, bagaimana cara agar mampu melihat peluang ini? Kuncinya adalah sering berlatih, mampu menempatkan diri sebagai pelaku usaha ketika menemui suatu situasi atau sedang pergi ke suatu tempat, mall misalnya. Anda bertindak tidak hanya sebagai pengunjung, tapi melihat dari sudut pandang sebagai pemilik usaha di mall, maupun sebagai pengelola mall tersebut.

Cara lain agar Anda dapat melihat peluang di setiap keadaan adalah dengan cara memperbanyak ide bisnis dan berlatih menganalisa ide bisnis dengan memperbanyak membaca artikel dan tulisan terkait. Misalnya saja artikel “Syarat Menjadi Pengusaha” yang diterbitkan melalui blog Universitas Ciputra Entrepreneurship Online (UCEO). Cara lain adalah mengikuti perkulihan gratis UCEO dengan judul course “Berburu Peluang Bisnis” disana dijelaskan secara lengkap teori yang diperlukan untuk menemukan peluang-peluang bisnis yang baik.

Usaha Mandiri Dengan atau Tanpa Partner ?

Keuntungan Usaha Mandiri dengan Partner

1. Modal Awal yang Lebih Mudah Didapat

Dengan membangun usaha yang dijalankan bersama partner kerja Anda, akan lebih mudah bagi perusahaan untuk memperoleh modal yang dibutuhkan untuk perkembangan usaha tersebut. dibandingkan dengan membangun usaha mandiri yang dilakukan dengan tanpa partner, yang akan lebih sulit dalam perolehan dana yang dibutuhkan untuk dijadikan modal mendirikan usaha tersebut.

2. Lebih Banyak Ide untuk Berinovasi

Usaha yang Anda dirikan bersama partner kerja Anda, otomatis akan melibatkan banyak orang di dalamnya yang memiliki pemikiran, latar belakang dan ide-ide kreatif yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain nya. faktor-faktor tersebutlah yang akan memberikan nilai-nilai positif bagi perusahaan Anda. Karena dari perbedaan-perbedaan itulah yang akan sangat membantu dan memberikan pengaruh besar dalam keberhasilan usaha yang Anda dirikan.

3. Berbagi Tugas dan Tanggung Jawab

Dengan membangun usaha bersama partner kerja, akan sangat membantu kita untuk lebih menghemat waktu yang ada. Dengan cara, pembagian tugas dengan partner-partner kerja Anda. Tanpa harus Anda yang mengerjakan semua nya sendiri. Karena setiap partner kerja memiliki tanggung jawab yang sama atas perusahaan. Sehingga Anda dapat lebih memaksimalkan waktu, untuk mengerjakan pekerjaan lain.

Keuntungan Usaha Mandiri tanpa Partner

1. Laba Maksimal untuk Dimiliki Sendiri

Dengan mendirikan usaha tanpa partner, otomatis semua laba yang diperoleh dari berjalannya usaha tersebut, akan dimiliki hanya untuk pendiri usaha itu sendiri. Lain halnya jika Anda memilih untuk mendirikan usaha dengan partner, maka keuntungan yang Anda dapat dari usaha tersebut harus dibagikan dengan partner kerja Anda secara rata dan adil.

2. Bebas Memutuskan dan Mengarahkan Usaha

Pemilik usaha dapat dengan bebas dan tanpa batas untuk memutuskan suatu keputusan yang berkaitan dengan perusahaannya. seperti, menentukan arah jalannya perusahaan dan ide-ide kreatif yang akan Anda terapkan dalam perusahaan. Dalam hal ini, tidak diperlukannya untuk meminta persetujuan terlebih dahulu dengan partner kerja Anda. Karena Anda adalah pemilik tunggal dari perusahaan tersebut. sehingga tentu saja tidak dibutuhkannya  otoritas dari pihak lain untuk menyetujui keputusan yang telah Anda buat. Otomatis keputusan yang telah Anda buat akan secara langsung di kerjakan oleh para karyawan dari perusahaan Anda.

3. Berperan Aktif

Karena Anda adalah pemilik tunggal dari perusahaan tersebut. Maka Anda juga yang akan bertanggung jawab secara penuh dan keseluruhan dalam perusahaan itu. Anda akan dituntut untuk ikut serta dan lebih berperan aktif dalam mengurus perusahaan.  Dibandingkan dengan apabila Anda membangun usaha bersama partner, semua keputusan dan otoritas penuh berada di atas tangan Anda.

(Image:Tiffany/UCEO)

(Image:Tiffany/UCEO)


Persiapan Usaha Mandiri

Selain mempersiapkan usaha mandiri yang baik, Anda juga perlu mempersiapkan diri Anda menjadi pelaku bisnis yang berkompeten. Adapun beberapa tahap yang dilakukan untuk mempersiapkan diri adalah :

1. Yakinkan Diri Menjadi Pengusaha

Sebagai seorang pelaku bisnis, Anda harus memiliki komitmen dan keseriusan dalam menjalankan bisnis. Selain itu Anda harus rela berkorban baik dalam hal waktu dan finansial untuk bisnis tersebut. Luangkan waktu Anda untuk investasi belajar, lebih banyak mencari ilmu dan menambah pengetahuan di bidang bisnis yang Anda tekuni akan memiliki keuntungan menambah wawasan Anda di bidang bisnis tersebut.

2. Tetapkan Jenis Usaha Mandiri

Menjadi pelaku bisnis yang baik berarti jangan terlalu terburu-buru mengambil peluang yang orang bilang menjanjikan. Anda harus lebih banyak melakukan observasi untuk bisnis yang akan Anda lakukan, dan hal tersebut tidak dilakukan secara terburu-buru atau asal ikut-ikutan usaha orang lain. Usaha mandiri yang baik adalah usaha modal kecil, usaha mandiri di rumah, dan usaha sampingan yang bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga. Jadikan wiraswasta sebagai pekerjaan sampingan atau pekerjaan utama Anda. Namun jangan setengah-setengah dalam menjalankannya, Anda harus berkomitmen dan sungguh-sungguh dalam menjalankan usaha mandiri tersebut.

3. Pelajari Usaha Mandiri

Menambah wawasan dan pengetahuan di suatu bidang bisnis yang akan ditekuni adalah selalu hal yang lebih baik untuk Anda lakukan. Pelajari materi dari orang yang ahli, mintalah saran yang baik kepada mentor Anda. Belajar dari yang sudah ahli dan berpengalaman akan memberikan gambaran dari bisnis yang akan Anda jalankan. Jangan lupa juga untuk selalu update perkembangan / info di bidang bisnis tersebut. Mengetahui hal-hal apa yang berkembang di bidang bisnis yang dijalankan akan memberikan masukan yang baik untuk rencana inovasi bisnis yang perlu Anda lakukan dan kembangkan.

4. Siapkan Modal Usaha Mandiri

Untuk membuka usaha mandiri, memang diperlukan modal awal. Namun modal awal ini cenderung lebih kecil jika dibandingkan bisnis partnership. Sumber dana untuk membuka usaha mandiri bisa tanpa modal sama sekali, dapat pula dengan cara menggunakan modal sendiri, modal pinjaman dari Bank, memanfaatkan pinjaman dari keluarga dan kerabat, serta dengan cara cari investor.

5. Buat Proposal Usaha

Langkah terakhir yang harus dilakukan sebelum membuka usaha mandiri adalah mempersiapkan membuat proposal usaha mandiri tersebut. Proposal digunakan sebagai acuan dalam menjalankan usaha. Selain itu, proposal juga dapat digunakan sebagai bahan pengajuan ke investor untuk sponsorship dan pengajuan dana. Proposal juga bermanfaat sebagai perangkum ide bisnis dan target pengembangan usaha mandiri Anda selanjutnya.

Perkuat 3 Dasar Pengelolaan Usaha Mandiri

Berikut adalah 3 pokok materi yang harus Anda perhatikan dalam membangun Usaha Mandiri karena 3 hal mendasar ini adalah pondasi yang sering kali orang remehkan dan menjadi batu sandungan kegagalan mereka. Ini karena mereka berpikir modal yang mereka rintis atau skala perusahaan dianggap masih terlalu kecil sehingga mereka merehkan 3 hal ini. 3 Pondasi ini adalah Pengelolaan Akuntansi, Manajemen Karyawan dan Cara Berpromosi

1. Pengelolaan Akuntansi Usaha Mandiri

Dalam suatu perusahaan, tentu pembukuan keuangan merupakan hal yang sangat penting dan dibutuhkan. Beberapa data penting yang harus ada dalam akuntansi usaha mandiri adalah

Buku arus kas : Arus kas perusahaan Anda harus terkontrol dengan seimbang, agar perusahaan dapat berjalan dengan baik pula. Apakah perusahaan Anda masih memiliki cadangan uang di kas, atau malah sebaliknya. kedua hal tersebut dapat Anda ketahui dalam pelaporan keuangan arus kas, yang harus di hitung secara teliti. penulisan laporan arus kas, dapat Anda lakukan setiap minggu nya atau juga dapat dilakukan di akhir tanggal dalam setiap bulan.

(Image : berbagiilmu555.blogspot.com)

(Image : berbagiilmu555.blogspot.com)

Buku catatan stok : melalui buku ini Anda dapat membandingkan antara, operasional pemasukan dan operasional pengeluaran jumlah barang yang ada di gudang perusahaan Anda. pencatatan buku stok barang ini, wajib dilakukan setiap stok barang akan masuk ke dalam gudang ataupun keluar dari gudang. Bila jumlah stok barang di gudang, ada yang tidak sesuai dengan catatan yang telah Anda buat. Maka ada beberapa hal yang patut anda curigai dan tindak lanjuti atas ketidaksamaan dari 2 kenyataan tersebut.

(Image : www.investasionline.net)

(Image : www.investasionline.net)

Buku inventaris barang : Lewat buku ini, Anda akan tetap dapat menjaga dan memelihara aset-aset yang ada di perusahaan Anda. caranya, lakukan pencatatan setiap aset yang anda beli untuk perusahaan, di buku inventaris barang. kemudian, catatlah kembali pada buku pengeluaran. Secara berkala, bandingkan aset-aset perusahaan yang telah Anda catat dalam buku inventaris barang dengan yang sudah tercatat dalam buku pengeluaran.

(Image : dadangjsn.blogspot.com)

(Image : dadangjsn.blogspot.com)

Buku laba rugi : Buku laba rugi akan mencatat unsur-unsur seperti pendapatan dan beban usaha yang muncul dalam perusahaan Anda. Buku ini harus di buat di akhir tanggal, dalam setiap bulan. Karena, melalui buku ini Anda akan dapat melihat laba bersih atau bahkan jumlah kerugian yang didapat dari dalam perusahaan Anda.

(Image : apriantokuddy.blogspot.com)

(Image : apriantokuddy.blogspot.com)

2. Manajemen Karyawan untuk Usaha Mandiri

Modal, niat dan kerja keras adalah 3 semboyan utama yang Anda butuhkan dalam mendirikan sebuah usaha mandiri. Selain 3 hal tersebut, sistem manajemen adalah hal yang sangat penting, dibutuhkan, serta memiliki pengaruh yang besar dalam keberlangsungan hidup perusahaan Anda. Salah satunya adalah manajemen sumber daya manusia (manajemen karyawan). Meskipun kebanyakan Usaha Mandiri yang dirintis pada umumnya hanya memiliki sedikit karyawan namun ternyata hal ini menjadi salah satu penyebab perusahaan muda mengalami kegagalan. Mulai dari seringnya berganti-ganti karyawan hingga jalannya operasional masih “tersendat-sendat”, sikap karyawan yang kurang mendukung hingga sulit mendapat pelanggan hingga jeleknya moral karyawan yang mungkin dapat membawa lari sebagian uang usaha Anda. Segala perihal tentang karyawan menjadi penting melihat segala kegagalan dan ancaman ini. Oleh karena itu sanga penting Anda memperhatikan beberapa hal berikut ini dalam sistem manajemen karyawan:

  • Kenali Kelebihan dan Kekurangan Karyawan: Kenali kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh setiap  masing-masing karyawan yang bekerja di perusahaan Anda. dengan begitu, akan mempermudah Anda dalam penempatan posisi pekerjaan karyawan.

  • Karyawan Anda adalah Manusia : Sadarilah bahwa Anda bekerja dengan seseorang yang memiliki kehidupan pribadi. Anda harus peka terhadap mereka, perlakukan setiap karyawan Anda dengan perilaku dan sikap yang sama. Tanpa memandang gelar dan posisi jabatan yang mereka duduki.

  • Beri Motivasi secara Rutin: Sesering mungkin untuk memberikan motivasi-motivasi yang dapat memancing kinerja karyawan Anda, untuk melakukan yang terbaik. Agar tercapainya tujuan-tujuan dari perusahaan. Seperti memberikan reward bagi karyawan yang mencapai target perusahaan.

  • Beri Pengarahan dan Pelatihan : Pastikan bahwa Anda telah memberikan pengarahan yang tepat pada karyawan Anda, sebelum mereka mengerjakan pekerjaannya. Tak lupa juga untuk memberikan pelatihan secara berkala, yang berguna untuk mengasah kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh karyawan Anda.

2. Cara Berpromosi

Menjadi hal yang sangat disayangkan jika Anda sudah memiliki produk yang baik dan pelayanan yang maksimal namun tidak banyak orang yang tahu akan produk atau jasa Anda. Cara berpromosi “dari mulut ke mulut” sudah tidak terlalu memberikan efek yang besar dan berkepanjangan terlebih jika usaha Anda memiliki kompetitor yang tidak sedikit. Karena itu Anda perlu mencari dan melakukan beberapa promosi secara efektif dan secara berkelanjutan.

1. Buat Merek dan Slogan yang Menarik.

Salah satu promosi yang paling dekat dengan produk Anda adalah dengan membuat sebuah “branding image”. Buat sebuah nama untuk usaha Anda, sebuah logo dan juga sebuah slogan. Produk dan Jasa Anda akan lebih diingat dan mudah dicari oleh orang lain jika Anda memiliki sebuah merek. Logo dan slogan yang menarik juga akan membuat orang teringat terus akan produk Anda. Contoh “Sambal Bu Rudy” dengan slogannya “spesial nasi udang dan sambal asli Surabaya”, bagi sebagian besar penyuka makanan pedas dan aneka sambal terutama yang berasal dari Surabaya akan mudah mengingat merek ini dan kemudian mereka dapat dengan mudah mencarinya.

2. Online Presence dan Social Media.

Bagi sebagian besar usaha pada jaman sekarang, mereka sudah memiliki “Online Presence” sehingga jika merek mereka dicari di internet ada sebuah informasi tentang produk atau lokasi usaha mereka. Cara promosi yang satu ini termasuk yang paling mudah dilakukan namun tentunya memiliki efek yang cukup lumayan. Anda dapat memasukan nama usaha Anda di sebuah website atau dapat juga menggunakan website yang menyediakan layanan gratis, Anda dapat menggunakan tempat berkumpulnya jualan online seperti OLX, Kaskus, Bukalapak dan forum online lainnya. Anda juga dapat membuat beberapa akun social media di Facebook atau Instagram untuk mendapatkan perhatian pelanggan baru. Dengan memiliki “Online Presence” selain produk Anda dapat dengan mudah dicari, Anda juga dapat melebarkan cara penjualan dan memperhatikan komentar orang untuk perbaikan produk Anda.

3. “Make Over” Tempat Usaha

Tempat usaha kecil belum tentu pelanggannya sedikit. Tempat usaha yang bersih, rapi dan menarik perhatian tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembeli. Dengan membuat konsep yang unik dan menarik akan tempat usaha Anda, akan membuat para pembeli Anda betah dan tidak enggan untuk kembali lagi membeli produk Anda. Berikut adalah beberapa contoh unik dan menarik yang dapat Anda terapkan untuk tempat usaha.

(Kedai Kopi Bandung , Image: Sebandung.com)

(Kedai Kopi Bandung , Image: Sebandung.com)

(Penggunaan Papan Kapur, Image: jakarta.panduanwisata.id)

(Penggunaan Papan Kapur, Image: jakarta.panduanwisata.id)

(Comby Cafe, Image: combypasta.wordpress.com)

(Comby Cafe, Image: combypasta.wordpress.com)

4. Buat Promo di Hari Spesial

Cara Promo yang keempat yang mungkin sudah umum adalah memberi kejutan untuk hari-hari spesial. Buat sebuah promo yang sesuai dengan hari libur atau hari besar,contohnya pada hari Velentine Anda dapat memberikan promo “Lebih Murah Beli Berdua” atau Gratis coklat untuk pembelian diatas harga tertentu. Buat sebuah promo yang menarik dan unik pada hari-hari tertentu. Jika Anda bingung dengan bentuk promonya, Anda bisa meniru kompetitor Anda seperti memberikan diskon 25%, “beli dua gratis satu” , potongan untuk yang sedang berulang tahun dan gratis barang untuk pembelian produk-produk tertentu.

5. Mengikuti Bazar atau Expo

Salah satu bentuk promo terakhir yang mungkin jarang dilirik oleh usaha mandiri adalah mengikuti sebuah Expo atau Bazar. Mungkin banyak yang berpikir dengan mengikuti expo atau bazar biaya yang dikeluarkan untuk menyewa stand  belum tentu lebih kecil dari keuntungan yang di dapat saat expo, namun dengan mengikuti Expo atau Bazar, merek dan produk Anda akan lebih dikenal dan yang paling penting adalah Anda dapat menjalin kerjasama dengan para pelaku usaha lain yang mengikuti expo tersebut.

 

IKUTI KULIAH ONLINE GRATIS TERBARU UCEO

Ketika kita hendak memulai usaha bisnis darimana kita terlebih dahulu memulainya? DR (HC). Ir.Ciputra pernah berkata “lebih baik kita bertengkar selama masa perencanaan daripada bertengkar selama masa pelaksanaan” dengan kata lain tuntaskan sebanyak mungkin pertanyaan dan permasalahan usaha bisnis sebelum usaha tersebut dilakukan. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah "Berburu Peluang Usaha" dan UCEO telah mempersiapkan pembelajaran ini secara gratis untuk siapapun Anda dan dimanapun Anda berada.