Proposal Kewirausahaan: Struktur Proposal dan Tips Praktis Pembuatan

Image: Sam (UCEO)

Image: Sam (UCEO)

Proposal adalah suatu usulan atau rencana kerja yang disusun dalam bentuk yang terperinci dan sistematis untuk mendapatkan persetujuan atau dukungan dari pihak lain. Biasanya berupa tulisan yang menjelaskan dengan detail baik dari unsur internal maupun eksternal sebuah usaha baru yang akan dikembangkan oleh penggiat usaha. Sedangkan kewirausahaan sendiri berasal dari kata wira dan usaha, di mana kata wira artinya adalah pahlawan atau pejuang, dan usaha artinya adalah sikap, perbuatan atas sesuatu. Kewirausahaan bisa diartikan sebagai suatu kemampuan untuk meciptakan nilai yang baru atau unik atas sesuatu yang memberikan manfaat bagi orang lain. Proposal wirausaha adalah suatu perencanaan atau profile usaha yang akan dikembangkan oleh seorang pengusaha.

Kegunaan Proposal Kewirausahaan

  1. Sebagai pedoman pelaksanaan program usaha
  2. Sebagai alat untuk menentukan kelayakan kegiatan usaha
  3. Sebagai alat untuk analisa dan evaluasi keuangan
  4. Sebagai alat untuk analisa resiko dan kompetitor
  5. Sebagai bahan pengajuan dana wirausaha

Program Mahasiswa Wirausaha (PMW)

Image: Sam (UCEO)

Image: Sam (UCEO)

Sejak tahun 2009, pemerintah meluncurkan Program Mahasiswa Wirausaha yang dilaksanakan di beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta. Program yang memfasilitasi mahasiswa dengan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, magang, penyusunan rencana bisnis, dukungan permodalan dan pendampingan serta keberlanjutan usaha ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan serta menumbuhkan jiwa wirausaha berbasis iptek kepada mahasiswa untuk mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja, serta menjadi pengusaha yang tangguh dalam menghadapi persingan global. Sebagai hasil akhirnya, diharapkan berkurangnya angka pengangguran dari lulusan perguruan tinggi.

Untuk mendapatkan permodalan dalam rangka pendirian usaha baru, mahasiswa harus menyusun rencana bisnis yang layak, yang tingkat kelayakannya itu nantinya akan ditentukan oleh tim seleksi yang terdiri dari unsur perbankan, UKM, dan perguruan tinggi pelaksana. Untuk itu, diperlukan kemampuan untuk membuat Proposal Kewirausahaan Mahasiswa yang baik agar bisa mendapatkan dukungan finansial bagi usaha baru yang didirikan tersebut.

Jika Anda masih berstatus Mahasiswa dan ingin mencoba atau mengikuti PMW maka syarat mutlaknya adalah membuat PKM (Proposal Kewirausahaan Mahasiswa) dengan baik dan benar. Berikut adalah struktur PKM secara umum:

  • HALAMAN MUKA
  • BIODATA PENGUSUL
  • DAFTAR ISI
  • RINGKASAN
  • BAB I — Pendahuluan
  1. Latar Belakang
  2. Perumusan Masalah
  3. Tujuan
  4. Kegunaan
  5. Luaran
  • BAB II — Gambaran Umum Rencana Usaha

  1. Kelayakan Usaha
  2. Analisis Pemasaran
  3. Kelangsungan Usaha
  4. Evaluasi
  • BAB III — Metode Pelaksanaan

  • BAB IV — Biaya dan Jadwal Kegiatan

  1. Anggaran Biaya
  2. Jadwal Kegiatan
  • LAMPIRAN

Proposal Kewirausahaan Nasional (PKN)

A photo posted by UCEO (@ciputrauceo) on

Selain Program Mahasiswa Wirausaha, untuk meningkatkan jumlah pengusaha di tanah air, pemerintah juga menggalakkan Gerakan Kewirausahaan Nasional setiap tahunnya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang berfokus mengentaskan pengangguran, di tahun 2015 ini Gerakan Wirausaha Nasional yang digalakkan oleh pemerintah, memiliki fokus mendorong pelaku usaha yang ada agar bisa naik kelas.

Menkop mengatakan, apabila pelaku sudah naik kelas maka kesejahteraan mereka bisa meningkat. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi juga mengingkat. Untuk itu, melalui lomba menciptakan proposal usaha, di mana sudah dipersiapkan modal awal hingga maksimal Rp 25 juta bagi proposal yang lolos.

Berikut adalah Struktur Proposal Kewirausahaan yang umumnya digunakan dalam berbagai program termasuk PKN.

BAB I – Pendahuluan

  1. Nama dan Alamat Perusahaan
  2. Nama dan Alamat Penanggungjawab
  3. Informasi Usaha

BAB II – Aspek-aspek Usaha

  1. Uraian Umum Usaha
  2. Latar Belakang Industri
  3. Sejarah dan Latar Belakang Perusahaan
  4. Tujuan dan Potensi
  5. Keunikan Produk atau Pelayanan

BAB III – Aspek Pemasaran

3.1 Penelitian dan Analisis

  1. Target Pasar
  2. Ukuran dan Tren Pasar
  3. Situasi Persaingan
  4. Kalkulasi Pasar

3.2 Rencana Pemasaran

  1. Strategi Pasar (Penjualan dan Distribusi)
  2. Penetapan Harga
  3. Periklanan dan Promosi

BAB IV – Penelitian, Modal, dan Pengembangan

  1. Pengembangan dan Rencana Desain
  2. Hasil-hasil Penelitian Teknologi
  3. Kebutuhan Asisten Penelitian
  4. Struktur Biaya

BAB V – Aspek Pabrik

  1. Pengembangan dan Rencana Desain
  2. Hasil-hasil Penelitian Teknologi
  3. Kebutuhan Asisten Penelitian
  4. Struktur Biaya

BAB VI – Aspek Manajemen

  1. Tim Manajemen
  2. Struktur Legal
  3. Susunan Direktur, Penasihat, Konsultan, dll

BAB VII – Aspek Resiko

  1. Masalah-masalah yang Potensial
  2. Resiko dan Hambatan
  3. Tindakan Alternatif

BAB VIII – Aspek Finansial

8.1 Perkiraan Finansial

  1. Keuntungan dan Kerugian
  2. Arus Kas
  3. Analisis Break Event Point
  4. Biaya

8.2 Sumber-sumber Penggunaan

  1. Rencana Anggaran
  2. Penahanan Finansial

BAB IX – Aspek Jadwal

  1. Penentuan Waktu dan Tujuan
  2. Batas Waktu
  3. Hubungan Peristiwa-peristiwa

BAB X – Apendiks

  1. Surat-surat
  2. Data Penelitian Pasar
  3. Surat-surat Kontrak dan Dokumen Perjanjian Lainnya
  4. Daftar Hara dari Pemasok

Contoh Rencana Anggaran 

Berikut adalah contoh Rencana Anggaran untuk pembuatan usaha warnet yang dapat Anda ambil sebagai referensi untuk usaha Anda sendiri.

Image: www.docstoc.com

Image: www.docstoc.com

Contoh Jadwal Rencana Wirausaha

Image: http://image.slidesharecdn.com/contoh-20proposal-20pkm-20kewirausahaan-140321085639-phpapp01/95/contoh-proposal-pkm-kewirausahaan-10-638.jpg?cb=1395392363

Image: http://image.slidesharecdn.com/contoh-20proposal-20pkm-20kewirausahaan-140321085639-phpapp01/95/contoh-proposal-pkm-kewirausahaan-10-638.jpg?cb=1395392363


Syarat Proposal yang Efektif

1. Jelas (Clear)

Hal-hal yang harus dipaparkan secara jelas di dalam sebuah proposal, terutama adalah:

  1. Bidang usaha
  2. Status kepemilikan
  3. Surat izin badan usaha yang diperlukan
  4. Bentuk kerjasama yang ditawarkan
  5. Tenaga kerja
  6. Pesaing
  7. Bahan baku

2. Singkat (Concise)

Proposal usaha seharusnya disampaikan secara singkat dan tepat pada sasaran mengingat dunia usaha selalu harus mengikuti perkembangan. Namun penulisan secara singkat tersebut hendaknya tidak melupakan kaidah-kaidah penulisan dan mengurangi kejelasan dan kelengkapan proposal.

3. Lengkap (Complete)

Proposal harus dibuat lengkap dengan informasi pendukung, terutama mengenai pesaing dan peluang pasar karena akan sangat membantu pelaksanaan usaha.

4. Benar (Correct)

Dasar utama dari bisnis adalah kepercayaan. Oleh karena itu kebenaran proposal sangat mempengaruhi nama baik dan kredibilitas penyusunnya. Diharapkan penyusun tidak menyembunyikan informasi-informasi yang dirasa kurang menguntungkan hanya karena ingin meyakinkan dan membuat proposal semenarik mungkin.

5. Tidak Kadaluarsa (Up-to-date)

Dalam penyusunan usaha, keakuratan data pendukung menuntut penggiat usaha untuk mengikuti kekinian perkembangan ilmu dan teknologi yang selalu berkembang, dan membuat proposal usaha sesuai dengan perkembangannya. Bukan hanya sebatas perkembangan ilmu dan teknologi saja, tapi juga perkembangan nilai-nilai yang dianut masyarakat. Perkembangan-perkembangan yang harus diperhatikan itu antara lain:

  1. Harga dan perkembangan pesaing (competitor)
  2. Selera masyarakat (taste of society)
  3. Peraturan pemerintah (government rule)
  4. Daya beli masyarakat (buying power), dan
  5. Perkembangan ilmu dan teknologi (science and technology)

Tips Membuat Proposal Kewirausahaan

Image: Aris (UCEO)

Image: Aris (UCEO)

Proposal usaha berperan menentukan apakah pihak pemerintah maupun pihak swata mau memberikan atau meminjamkan modal bagi usaha yang akan dijalankan, apakah usaha yang akan dijalankan itu menjanjikan. Untuk itu proposal usaha harus disajikan secara menarik dan benar.

1. Mulai dari Draft Proposal.

Draft proposal akan membantu mempermudah pembuatan proposal yang resmi.

2. Pikirkan Latar Belakang Usahanya. 

Alasan kenapa tertarik untuk membuat suatu produk atau jasa yang akan dijual, untuk memastikan prospek usaha yang akan dijalankan menjanjikan dan belum ada pesaingnya.

3. Hitung Berapa Modal Usaha yang Diperlukan.

Dengan adanya perhitungan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk memulai suatu usaha maka akan diketahui berapa anggaran biaya yang nantinya akan dihabiskan, seperti biaya produksi, biaya sewa, biaya pemasaran, biaya gaji, biaya pemeliharan, dan lain sebagainya.

4. Jelaskan Lebih tentang Produk atau Jasa Anda. 

Dengan menampilkan secara detil gambaran produk atau jasa yang akan dijual, barulah dapat dinilai apakah produk atau jasa tersebut memberikan prospek yang baik bagi bisnis yang dijalankan dan akan menarik pembeli. Gambaran itu meliputi bahan baku pembuatan barang yang dijual, cara penggunaan, dan kegunaan barang tersebut bagi

Ikuti Kuliah Gratis "Business Model Canvas"

Memiliki usaha sendiri yang sukses tentunya merupakan hal yang diidamkan oleh banyak orang. Sayangnya membuat suatu usaha menjadi sukses bukanlah hal yang mudah. Banyak aspek dalam sebuah bisnis yang perlu direncanakan dengan baik dan secara terperinci sehingga terbentuk model bisnis yang menjanjikan keuntungan.

Dengan mengikuti pembelajaran mengenai BMC ini, diharapkan UC-Onliners dapat memahami kegunaan model bisnis yang baik, bagaimanakah cara membuatnya, serta dapat mempraktekkan secara langsung untuk digunakan dalam menjalankan bisnisnya.