4 Cara Berbisnis yang Dapat Segera Dijalankan

Dalam konteks ekonomi, bisnis merupakan kegiatan memproduksi barang atau jasa oleh seseorang atau sebuah organisasi dengan tujuan untuk mendapatkan laba keuntungan. Bisnis sendiri berasal dari kata busy yang dalam bahasa Inggris berarti sibuk. Dalam hal ini artinya sibuk melakukan kegiatan atau pekerjaan yang menghasilkan keuntungan.

Saat ini memiliki bisnis sendiri merupakan impian bagi banyak orang. Seseorang yang mampu membangun bisnis sendiri dianggap mandiri dalam berkarir karena tidak tergantung pada pemberi kerja, sebaliknya malah menjadi pihak yang bisa memberikan lapangan kerja bagi masyarakat. Selain itu, niat berbisnis seringkali terbentuk karena adanya pemikiran ataupun dorongan untuk bisa cepat kaya. Bila produk atau jasa yang dijual terkenal dan disukai banyak orang, maka semua keuntungan yang diperoleh menjadi milik sendiri dan keuntungannya tidak terbatas dibandingkan dengan karyawan kantoran dengan masa kerja puluhan tahun di perusahaan yang perhasilannya terbatas.

Di era komunikasi yang didukung dengan teknologi yang semakin canggih ini, melakukan bisnis menjadi lebih muda berkat adanya internet. Banyak sekali kisah sukses bisnis yang justru dijalankan oleh orang-orang yang masih di usia muda, di mana bisnis itu dijalankan secara online. Bisnis online yang sangat praktis dijalankan di mana saja dan kapan saja, serta tidak membutuhkan modal untuk sewa gerai dan sebagainya menjadi pilihan alternatif utama bagi pebisnis, khususnya pebisnis pemula.

Mudahnya menjalankan bisnis secara online, menarik banyak orang untuk ikut terjun dalam berbisnis secara online. Namun kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan bisnis online tidak menjamin terbebasnya pebisnis dari resiko usaha yang ada, dan juga tidak menjadi faktor penentu keberhasilan pebisnisnya. Untuk itu diperlukan pengetahuan tentang cara berbisnis yang sukses dan cara berbisnis yang baik.

Cara Berbisnis

Saatnya kita masuk ke dalam area cara berbisnis. Secara garis besar cara berbisnis akan kita bagi menjadi 4 proses besar. Yang pertama adalah Analisa Bisnis, kedua adalah Persiapan Mulai Berbisnis dan yang ketiga adalah Pengelolan Bisnis dan terakhir adalah Evaluasi Bisnis.

A. Lakukan Analisa Bisnis

Image: Cara Berbisnis by Novi 

Image: Cara Berbisnis by Novi 

Analisa Peluang yang dapat Anda jadikan Bisnis

Peluang adalah sesuatu yang ditemukan oleh seorang entrepreneur untuk memecahkan sebuah masalah nyata dalam kehidupan atau untuk meningkatkan nilai tambah. Cara berbisnis yang mudah untuk dilakukan, seperti bisnis online, juga harus merupakan cara berbisnis yang menguntungkan. Agar suatu bisnis itu menguntungkan, maka penjualan barang atau jasa seharusnya tidak dilakukan secara umum, namun secara spesifik dan inovatif. Untuk itu perlu untuk memberikan nilai tambah berupa:

  • Kegunaan bagi pelanggan
  • Kemudahan
  • Keceriaan
  • Keindahan
  • Harga yang lebih baik
  • Resiko yang lebih rendah
  • Kebanggan
  • Ramah lingkungan

Analisa Inovasi Apa yang Dapat Ditambahkan

Inovasi berarti suatu cara yang kita ciptakan yang menguntungkan kita dari segi material. Kreatifitas tentunya sangat diperlukan dalam proses berinovasi ini. Tidak hanya pada bisnis konvensional, inovasi bisnis online juga perlu dilakukan. Dalam berpikir kritis, untuk mengevaluasi apakah ide-ide itu bermanfaat, berguna, mudah dilaksanakan, atau berdampak bagi customer, maka diperlukan penambahan, pengurangan, peniruan, pengubahan, dan pengkombinasian pada barang atau jasa yang dijual atau ditawarkan.

Analisa Resiko yang dapat terjadi

Orang takut menghadapi resiko saat akan memulai berbisnis karena yang dihadapi adalah masa depan yang tidak pasti. Untuk itu resiko harus dikalkulasi sebaik-baiknya. Resiko bisa diminimalisir dengan cara:

  • Lakukan riset pasar
  • Menjalin hubungan (networking)
  • Temukan mentor
  • Memiliki visi dan tekad untuk mencapai tujuan

B. Persiapan untuk Berbisnis

Image: Cara Berbisnis by Tiffany UCEO

Image: Cara Berbisnis by Tiffany UCEO

1. Penentuan Produk Usaha

Jika Anda sudah menentukan bisnisnya, Anda harus menentukan Produk utama Anda, produk tambahan atau mungkin jasa tambahan yang dapat juga Anda tawarkan. Ketahui juga bahan dasar produk, dimana membelinya dan bagaimana cara mengolahnya secara efektif. Ini harus dapat Anda kuasai secara matang untuk dapat memberikan hasil produk yang berkualitas.

2. Mempersiapkan Modal

Meski tidak harus selalu besar, modal merupakan kunci utama dalam mendirikan sebuah bisnis. Bahkan mungkin perlu diperhitungkan juga jika modal bukan dari dana pribadi. Perlu Anda prediksi sebelumnya berapa modal yang dibutuhkan dan bagaimana proses balik modalnya. Jika memang dianggap masih kekurangan modal, Anda dapat mencarinya dengan mengajak seseorang menjadi rekan kerja atau bahkan investor.

3. Tentukan Harga Jual

Harga jual menjadi penentu keuntungan dan kerugian dari bisnis yang dijalankan. Harga jual tidak boleh terlalu mahal ataupun terlalu murah. Dalam menentukan harga jual bisa dilakukan survey harga yang diberikan oleh pesaing bisnis yang ada. Tapi yang terpenting dalam menentukan harga adalah menghitung dengan detail berapa modal yang dikeluarkan untuk produk yang dijual.

4. Survey Lokasi Usaha

Pemilihan lokasi yang strategis dan bagus bagi bisnis yang akan dijalankan tentunya sangat penting. Bila membuka bisnis peternakan tentunya akan kurang cocok bila bertempat di pinggir jalan raya. Tapi bagi bisnis jasa atau barang, tentunya lokasi yang cocok adalah lokasi yang dekat dengan keramaian dan pinggir jalan raya tentu merupakan lokasi yang cocok untuk bisnis ini.

5. Pilih Usaha Mandiri atau Usaha dengan Partner

Kedua jenis usaha ini memberikan keuntungan yang berbeda, seperti berikut;

Keuntungan Usaha Mandiri: 

  • Laba maksimal untuk dimiliki sendiri
  • Bebas memutuskan dan mengarahkan usaha
  • Berperan aktif

Keuntungan Dengan Partner:

  • Modal awal lebih mudah didapat
  • Lebih banyak ide untuk berinovasi
  • Berbagi tugas dan tanggung jawab

 

C. Pengelolaan Bisnis

Image: Cara Berbisnis / SOP by UCEO

Image: Cara Berbisnis / SOP by UCEO

Pengelolaan Pembukuan

Pembukuan merupakan hal yang sangat penting dan dibutuhkan dalam sebuah perusahaan. Beberapa yang harus ada antara lain:

  • Buku arus kas
  • Buku catatan stok
  • Buku inventaris barang
  • Buku laba rugi

Pengelolaan Bahan Baku

Kelancaran bisnis harus ditunjang dengan adanya persediaan bahan baku. Pengelolaan persediaan barang ini guna menjaga agar persediaan barang tidak sampai kehabisan sehingga mengecewakan konsumen, dan juga menjaga agar persediaan tidak berlebihan.

Buat Standart Operating Procedure (SOP)

SOP adalah sistem yang dibuat agar pekerjaan menjadi mudah, tertib, dan rapi. Dengan adanya SOP semua orang di perusahaan akan memahami dan melakukan pekerjaannya sesuai dengan standar yang digariskan perusahaan.

Teliti dalam Proses Pengemasan dan Pengiriman

Pengemasan produk sangat penting dalam mempengaruhi permintaan konsumen dan penjualan yang terjadi di pasar. Fungsi dari kemasan ini antara lain

  • Sebagai pelindung
  • Sebagai daya tarik
  • Sebagai alat promosi terselubung
  • Sebagai alat penanda
  • Sebagai alat pemindahan
  • Sebagai brand image

Strategi Marketing

Untuk memperoleh laba keuntungan sesuai dengan tujuan bisnis, diperlukan strategi pemasaran yang meliputi produk / jasa yang dijual, harga yang ditawarkan, lokasi penjualan, dan cara melakukan promosi agar penjualan mencapai target yang ingin dicapai.

D. Evaluasi Cara Berbisnis

Image: Cara Berbisnis by UCEO

Image: Cara Berbisnis by UCEO

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan usaha yang dilakukan, apakah berjalan sesuai rencana dan mendapatkan hasil seperti yang diharapkan. Yang perlu dievaluasi dalam sebuah bisnis dapat Anda jawab melalui beberapa pertanyaan sederhana berikut:

1. Dimana posisi keseluruhan usaha Anda saat ini?

Dengan melakukan evaluasi ini maka dapat diketahui jumlah modal dan pendapatan usaha, jumlah hutang-piutang dengan pihak lain, pengeluaran dan pendapatan setiap bulannya, dan apakah terdapat permasalahan keuangan.

2. Apakah usaha mengalami peningkatan atau kemunduran?

Membandingkan posisi keuangan saat pertama melakukan usaha dan setelah menjalankan usaha dengan jangka waktu tertentu, seperti per enam bulan atau per tahun.

3. Langkah perbaikan apa yang perlu diambil?

Hasil evaluasi usaha dilakukan untuk menentukan langkah perbaikan atau pengembangan apa untuk dilakukan selanjutnya. Bila terjadi penurunan penjualan maka dicari tahu di mana kira-kira letak kesalahannya dan langkah apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki penjualan tersebut.

4. Tentukan target usaha selanjutnya!

Bila terjadi peningkatan dalam penjualan, itu artinya perlu untuk merencanakan target dan strategi usaha yang baru agar terjadi perbaikan dan pengembangan usaha yang dilakukan.

5. Perlukah Mempekerjakan atau Memecat Pegawai?

Apakah visi, antusiasme, dan performa kerja karyawan sudah baik dan sejalan dengan apa yang diharapkan?

6. Berapa Jumlah Konsumen yang dimiliki?

Sangat menyenangkan bila perusahaan yang dibangun dikenal masyarakat luas, tapi mengingat tujuan bisnis yang sebenarnya adalah untuk mendapatkan laba keuntungan, maka bisnis yang dijalankan juga harus memiliki nilai transaksi yang cukup tinggi.

7. Berapa Jumlah Pelanggan Tetap saat ini?

Pelanggan tetap mengindikasikan tingkat kepuasaan yang diberikan produk ataupun jasa yang ditawarkan. Oleh karena itu berapa banyak jumlah pelanggan tetap yang dimiliki menjadi sangat penting.

8. Adakah komplain tentang sistem penjualan yang diberlakukan ke pelanggan?

Untuk mengetahui ini lakukanlah survey ke pelanggan dengan memberikan pertanyaan tentang pengalaman bertransaksi mereka.

 

Prinsip dan Etika Berbisnis

A photo posted by UCEO (@ciputrauceo) on

Selain mengetahui cara berbisnis, hal lain yang perlu Anda ketahui dan kuasai adalah Etika Berbisnis. Etika Bisnis adalah bagaimana cara melakukan seluruh kegiatan bisnis dengan adil, sesuai hukum yang berlaku, dan terlepas dari kedudukan individu atau perusahaan di masyarakat. Etika bisnis merupakan refleksi dari moralitas dalam suatu ekonomi dan bisnis. Berikut adalah beberapa definisi Prinsip-prinsip Etika Bisnis dari para ahli ekonomi.

Prinsip etika bisnis dari Sonny Keraf (1998) adalah sebagai berikut:

1. Prinsip otonomi

Sikap pengambilan keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya atas apa yang dianggap baik untuk dilakukan

2. Prinsip kejujuran

Jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak, jujur dalam penawaran jasa atau barang dengan mutu dan harga yang sebanding, jujur dalam kerja intern dalam suatu perusahaan. Jelas bahwa bisnis tidak akan bertahan lama bila tidak didasarkan atas kejujuran.

3. Prinsip keadilan

Memberikan perlakuan yang sama kepada setiap orang sesuai dengan keadilan dan dapat dipertanggungjawabkan.

4. Prinsip saling menguntungkan

Prinsip di mana bisnis yang dijalankan menguntungkan semua pihak.

5. Prinsip integritas moral

Bisnis dijalankan dengan menjaga nama baik pimpinan, orang-orangnya, maupun perusahaannya.

Selain prinsip-prinsip di atas, terdapat juga nilai-nilai etika bisnis yang seharusnya tidak dilanggar. Nilai-nilai itu antara lain:

  • Kejujuran

Kejujuran merupakan salah satu kunci keberhasilan berbisnis dan juga unsur terpenting untuk bertahan di tengah persaingan bisnis.

  • Keadilan

Memperlakukan orang sesuai haknya. Keadilan juga harus diterapkan saat menentukan harga dan tindak mengambil keuntungan dengan merugikan konsumen.

  • Rendah hati

Tidak memperlihatkan kesombongan dalam melakukan bisnis, termasuk tidak melakukan promosi secara berlebihan apalagi hingga menjatuhkan pesaing. Masyarakat dapat menilai kredibilitas sebuah produk atau jasa.

  • Simpatik

Menampilkan wajah yang ramah dan simpatik kepada semua orang yang berhubungan dan mendukung bisnis yang dilakukan.

  • Kecerdasan

Untuk menghasilkan bisnis yang menguntungkan jelas dibutuhkan kecerdasan. Dan dengan kecerdasan pula seseorang mampu mewaspadai dan menghindari berbagai macam bentuk kejahatan non-etis yang mungkin dilakukan oleh pesaing-pesaingnya.


Contoh Etika Berbisnis

Enam etika bisnis yang seharusnya dilakukan saat  memperkenalkan diri di situasi yang profesional:

1. Menyebutkan Nama Lengkap

Dalam situasi bisnis hendaknya memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap. Tapi bila nama lengkap terlalu panjang dan sulit untuk diingat maka sebaiknya disingkat saja atau berikan nama panggilan.

2. Berdiri saat memperkenalkan diri

Memperkenalkan diri yang dilakukan dengan berdiri akan mempertegas kehadiran seseorang. Jika berada di kondisi yang tidak memungkinkan untuk berdiri maka sebaiknya mundurkan kursi dan sedikit membungkuk sebagai sikap sopan santun.

3. Ucapkan terima kasih secukupnya

Ucapan terima kasih hanya perlu dikatakan sekali atau dua kali saat berada dalam percakapan bisnis dengan siapa pun.

4. Ucapkan terima kasih melalui email seusai pertemuan bisnis

Mengirimkan ucapan terima kasih melalui email sangat disarankan setelah menyelesaikan suatu pertemuan bisnis karena dianggap menghargai pertemuan itu, selain karena email yang dikirim dapat tiba dalam waktu yang singkat.

5. Tidak duduk sambil menyilangkan kaki

Selain berpengaruh negatif pada kesehatan, duduk menyilangkan kaki dianggap tidak sopan untuk kondisi kerja sehingga sebaiknya tidak dilakukan.

6. Tuan rumah yang melayani

Bila mengundang rekan bisnis untuk makan di luar maka yang membayar adalah yang mengudang. Dan bila yang mengundang adalah seorang perempuan dan yang diundang adalah seorang laki-laki dan ingin membayar, maka yang mengundang tetap harus menolaknya. Bisa saja dengan mengatakan bahwa itu adalah pengeluaran perusahaan.

 

QUOTE OF THE DAY

“Mulailah dari yang terkecil, mulailah dengan yang mudah, mulailah sekarang!”

Ikuti Kuliah Gratis "Business Model Canvas"

Memiliki usaha sendiri yang sukses tentunya merupakan hal yang diidamkan oleh banyak orang. Sayangnya membuat suatu usaha menjadi sukses bukanlah hal yang mudah. Banyak aspek dalam sebuah bisnis yang perlu direncanakan dengan baik dan secara terperinci sehingga terbentuk model bisnis yang menjanjikan keuntungan.

Dengan mengikuti pembelajaran mengenai BMC ini, diharapkan UC-Onliners dapat memahami kegunaan model bisnis yang baik, bagaimanakah cara membuatnya, serta dapat mempraktekkan secara langsung untuk digunakan dalam menjalankan bisnisnya.