[Inovasi UC Onliner] Chef Battle dari TJ Heritage Steakhouse

You can’t just ask customers what they want and then try to give that to them. By the time you get it built, they’ll want something new” – Steve Jobs

TJ Heritage Steakhouse sepertinya tahu benar bagaimana cara mengikuti keinginan para pecinta kuliner steak. Sebuah event bertajuk Chef Battle digelar pada Minggu (31/8/2015) bertempat di gerai TJ Heritage Steakhouse yang berlokasi di Jalan Besar Ijen, Malang, Jawa Timur. Event ini digelar sebagai bentuk perhatian TJ Heritage Steakhouse terhadap permintaan customer akan hadirnya masakan-masakan baru di daftar menu mereka.

Chef Battle menandingkan tiga orang chef profesional yang masing-masing menyajikan tiga menu dari bahan dasar yang berbeda. Daging sapi, ayam, serta salmon menjadi “senjata utama” yang harus dipadukan sesuai dengan kreasi masing-masing chef. Menariknya, pengunjung yang hadir diharuskan memilih satu menu favorit tanpa mengetahui latar belakang chef yang akan menyajikannya. Identitas ketiga chef memang sengaja dirahasiakan di awal acara. Pengunjung pun diminta untuk menebak, manakah satu dari ketiga chef  tersebut yang merupakan chef dari TJ Heritage Steakhouse.

Acara Chef Battle tidak hanya diisi dengan kegiatan masak-memasak. Selagi para chef sedang sibuk menyiapkan masakan, para pengunjung dihibur dengan fashion show model berbusana batik yang menjadikan gerai TJ Heritage Steakhouse menjadi catwalk-nya.

Setelah puas menyantap menu pilihan yang dimasak secara langsung oleh para chef, pengunjung kembali ditantang untuk menentukan sendiri harga jual dari menu tersebut. Penghargaan pengunjung terhadap masakan para chef ternyata sangat tinggi, hal ini dibuktikan dari banyaknya pengunjung yang memberikan harga jauh di atas harga minimal yang ditentukan oleh pihak TJ Heritage Steakhouse, yakni seharga 70 ribu rupiah.

Di akhir acara, pengunjung akhirnya tidak lagi dibuat penasaran mengenai siapa chef TJ Heritage Steakhouse yang sebenarnya. Sesuai dengan tebakan beberapa pengunjung, chef nomor satu, yakni chef yang bernama lengkap Eka Budi Prasetya, rupanya adalah tokoh yang berperan sangat penting terhadap kesuksesan TJ Heritage Steakhouse selama ini..

TJ Steak House

“TJ Heritage ini mengkombinasikan produk lokal dan western.  Kita memang mengangkat menu dari segi healthy-nya, jadi kita kasih saus yang berbeda dari yang biasanya. Kita mencoba untuk mengakomodir produk lokal seperti apel manalagi Malang yang diolah sedemikian rupa sehingga dapat kita padukan, tapi rasa tetap Indonesia,” ujar Chef Eka.

TJ Heritage Steakhouse merupakan resto yang baru enam bulan ini membuka gerai pertamanya di Malang. Meskipun begitu, penerimaan masyarakat Malang ternyata sangat baik. Andika Purwantoro, General Manager TJ Heritage Steakhouse, menjelaskan jika TJ Heritage merupakan pengembangan dari usaha kuliner Torjos yang dibukanya di awal bulan Juli 2014 lalu (Baca juga: Inspirasi Startup – Bisnis Kuliner Torjos)

“Tahun 2014 saya membuka usaha Torjos, yaitu bistik bungkus. Dimulai dari satu rombong aja, kemudian saya terus berguru dan beradaptasi hingga saya bertemu dengan guru-guru saya yang tidak hanya memberikan nasehat-nasehatnya, tapi juga langsung memberi contoh bagaimana menjadi entrepreneur. Akhirnya dengan dukungan mereka, TJ Heritage berhasil dibuka,” ujar Andika.

Acara Chef Battle yang diadakan TJ Heritage disambut antusias oleh para pengunjung. Salah satunya adalah Mulyani (45), konsumen asal Malang yang mengaku mendapat undangan langsung dari TJ Heritage untuk mengikuti acara Chef Battle.

“Acara ini sangat menarik ya, karena chef bisa tahu apa yang menjadi keinginan konsumennya,” ujar Mulyani.

Mulyani berharap, ke depannya TJ Heritage dapat lebih mengakomodir keinginan konsumen yang memiliki selera berbeda. Variasi menu utama, pilihan menu-menu pelengkap, serta beragamnya ukuran makanan yang dapat dipesan menjadi tiga hal yang dapat dikembangkan supaya TJ Heritage dapat semakin dicintai oleh penikmat kuliner steak di Indonesia.