Cara Membangun Empati untuk Menjalin Relasi

ILUSTRASI PENGERTIAN EMPATI (SAMUEL/ UCEO)

ILUSTRASI PENGERTIAN EMPATI (SAMUEL/ UCEO)

Ketika sedang berada di jalan raya, pernahkah Anda merasa kasihan pada seorang nenek dengan banyak barang belanjaan yang sedang kesulitan menyeberang? Ketika menyaksikan kejadian tersebut apa hal yang Anda lakukan? Apakah sekadar berkata “kasihan sekali nenek tersebut” atau Anda akan turun dari kendaraan dan membantunya menyeberang? 

Banyak orang yang merasa bahwa dirinya sudah cukup empati pada orang lain, namun mungkin saja yang ia lakukan hanyalah sebatas pada simpati. Berempati bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Sebagian orang tidak bisa berempati karena tidak terbiasa berlaku seperti ini semenjak kecil. Sebagian lainnya enggan berempati karena takut dianggap “sok peduli” pada orang lain. Selain itu ada pula orang yang malas berempati karena memiliki pengalaman buruk ketika berempati pada orang lain, entah karena sikapnya disalah artikan atau justru sikap baiknya ini jadi dimanfaatkan oleh orang lain.  

Terlepas dari semua alasan tersebut, empati adalah sebuah tindakan yang baik. Sikap empati sangat diperlukan supaya kita bisa bertindak tanpa menyakiti orang lain. Dengan kata lain, empati adalah sikap yang sangat penting untuk menjalin relasi dengan orang lain. Empati untuk menjalin relasi perlu dilakukan, namun bukan berarti kita memiliki sikap empati berlebihan. Empati berlebihan berpotensi membuat orang lain merasa jika sikap yang kita tunjukkan tidak tulus. Membangun empati untuk menjalin relasi selain membutuhkan ketulusan juga membutuhkan cara yang tepat sehingga sikap empati kita dapat diterima dengan tepat oleh orang lain.  

PENGERTIAN EMPATI

Untuk bisa membahas empati lebih jauh, kita harus mengetahui arti kata empati terlebih dahulu. Empati berasal dari Bahasa Yunani empátheia yang memiliki arti ketertarikan fisik. Empati adalah sikap yang kompleks karena empati merupakan kemampuan manusia untuk merasakan keadaan emosional orang lain. 

Secara umum, arti kata empati dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk memahami orang lain dengan memposisikan diri sebagai orang lain tersebut. Dengan kata lain, empati berarti kemampuan manusia untuk bisa merespon keinginan orang lain yang tidak terucap secara lisan. Arti kata empati ini berbeda dengan pengertian simpati. Jika simpati lebih menitik beratkan pada perilaku yang “menurut kita baik”, maka empati adalah sikap yang “orang lain ingin kita lakukan”. Perbedaan arti antara empati dan simpati ini juga akan memengaruhi perbedaan tindakan yang akan kita ambil. Jika simpati biasanya hanya berhenti pada rasa iba, maka empati akan berlanjut pada tindakan membantu. 

Selain pengertian secara umum, beberapa ahli juga memiliki definisi tersendiri untuk terminologi empati. Empati menurut para ahli tentunya memiliki arti yang berbeda-beda, meskipun begitu semua definisi tersebut mengerucut pada satu pemikiran besar yang sama. 

Kohut mendefinisikan empati sebagai suatu proses di mana seseorang berpikir mengenai kondisi orang lain yang seakan-akan dia berada pada posisi orang lain itu. Kohut juga melakukan penguatan atas definisinya tersebut dengan mengatakan bahwa empati adalah kemampuan berpikir objektif tentang kehidupan terdalam dari orang lain. 

Sementara itu, Carl Rogers menawarkan dua konsepsi mengenai arti kata empati. Pertama, Rogers mendefinisikan empati sebagai kemampuan untuk melihat kerangka berpikir internal orang lain secara akurat. Kedua, dalam memahami orang lain tersebut individu seolah-olah masuk dalam diri orang laun sehingga bisa merasakan dan mengalami sebagaimana yang dirasakan dan dialami oleh orang lain, namun tanpa kehilangan identitas dirinya sendiri. Kedua definisi Rogers merupakan pemikiran yang sangat penting karena mengandung pengertian meskipun individu menempatkan dirinya pada posisi orang lain, namun ia harus tetap melakukan kontrol diri atas situasi yang ada, tidak dibuat-buat dan tidak hanyut dalam situasi orang lain. 

ILUSTRASI ASPEK EMPATI (SAMUEL/ UCEO))

ILUSTRASI ASPEK EMPATI (SAMUEL/ UCEO))

ASPEK EMPATI

Sebagai sebuah sikap yang kompleks, proses pembentukan empati melewati berbagai aspek yang akan berbeda pada tiap individu. Setidaknya terdapat dua aspek yang berpengaruh pada proses penciptaan empati. Kedua aspek tersebut adalah empati kognitif dan empati afektif. 

1. Empati Kognitif

Empati kognitif merupakan sikap empati yang muncul atas dasar pemikiran seseorang. Seorang individu biasanya mempelajari sebuah pola yang terjadi ketika orang lain merasa sedih, senang, ataupun marah melalui reaksi yang ditunjukkan melalui ekspresi dan body language. Proses ini terjadi bukan karena seorang individu bisa merasakan apa yang tengah dirasakan oleh orang lain di sekitarnya, namun murni karena pengetahuannya atas reaksi orang lain. Selain pengetahuan yang didapatkan melalui pengalaman, empati kognitif dapat terjadi karena adanya persepsi yang diberikannya terhadap situasi tersebut.  

2. Empati Afektif

Empati afektif merupakan sikap empati yang muncul atas dasar emosi atau perasaan seseorang. Empati afektif dapat terjadi secara langsung maupun didapatkan sebagai hasil dari empati kognitif. Sebagai hasil dari empati kognitif, empati afektif muncul sebagai respon yang lebih mendalam. Sementara itu, empati afektif juga dapat muncul secara langsung melalui penularan emosi. Penularan emosi ini dapat terjadi melalu verbal (kata-kata), pra-verbal, dan isyarat non verbal. Meskipun begitu, empati afektif memiliki proses yang jauh lebih rumit. Hal-hal dalam diri seorang individu seperti sifat sombong dan cuek dapat menghalangi munculnya empati afektif meskipun ia dapat mengetahui apa yang dirasakan oleh orang lain melalui kemampuan kognitifnya. 

A photo posted by UCEO (@ciputrauceo) on

CARA MEMBANGUN EMPATI

Setiap orang bisa berempati, entah dengan orang yang telah dikenal ataupun dengan orang asing. Meskipun begitu, cara membangun empati kepada orang yang telah dikenal tentunya akan berbeda dengan cara membangun empati pada orang asing. 

Cara Membangun Empati Kepada Orang yang Telah Dikenal

1. Belajar mendengarkan orang lain

Belajar mendengarkan orang lain adalah langkah pertama supaya kita dapat membangun empati untuk menjalin relasi dengan orang yang telah kita kenal sebelumnya. Pada dasarnya, tidak ada orang yang ingin diremehkan atau dinomor duakan. Karenanya, hilangkan kebiasaan mengutak-atik ponsel atau memikirkan hal-hal lain ketika kita sedang berbicara dengan orang lain. Perilaku-perilaku tersebut dapat membuat orang lain merasa jika kita tidak mendengarkannya dengan sepenuh hati.

2. Bersikap membuka diri

Bersikap membuka diri tidak terbatas pada kemauan untuk memulai atau terlibat dalam pembicaraan dengan orang lain, namun juga untuk membuka diri secara emosional dengan orang lain. Empati merupakan bentuk komunikasi dua arah. Agar dapat berempati dengan baik, ada baiknya Anda turut menceritakan tentang diri Anda ketika terlibat percakapan dengan orang lain. Meskipun begitu, bukan berarti Anda dapat menceritakan segala kisah hidup Anda kepada semua orang. Jeli dan selektiflah dalam memilih hal-hal apa saja yang bisa Anda bagikan dan hal apa yang harus Anda simpan sendiri.

3. Berikan afeksi secara fisik

Sentuhan secara fisik biasanya akan membuat hubungan antara dua atau lebih orang menjadi lebih dekat. Meskipun begitu, jangan gunakan cara ini kepada setiap orang. Masing-masing individu biasanya memiliki batasan sejauh apa ia mau disentuh oleh orang lain. Karenanya, pastikan tindakan yang Anda lakukan masih wajar dan tidak membuat orang lain merasa tidak nyaman.

4. Fokuskan perhatian pada kondisi di sekitar Anda

Beberapa orang seringkali berada pada suatu situasi tanpa benar-benar menyadari apa yang sedang terjadi. Hal ini dapat terjadi karena berbagai hal, mulai dari situasi lingkungan yang tidak mendukung atau pun karena individu yang kurang fokus. Untuk bisa membangun empati kepada orang lain, fokus pada kondisi sekitar merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Dengan memfokuskan diri, kita akan sadar ketika terjadi sesuatu yang berubah dan menjadi lebih peka mengenai tindakan apa yang harus diambil terhadap perubahan tersebut. 

5. Jangan menilai

Untuk bisa membangun empati, jangan pernah menilai seseorang atau suatu kondisi hanya dari sudut pandang Anda sendiri. Anda bukanlah orang yang bisa mengetahui berbagai hal tentang seseorang hanya dalam satu kali pandang. Artinya, penilaian subjektif yang Anda buat justru membuat Anda semakin sulit untuk membangun empati terhadap orang lain.

6. Berikan bantuan

Kadang, beberapa orang enggan meminta bantuan meskipun ia merasa kesulitan. Meskipun begitu, tidak ada salahnya jika Anda tetap dengan tulus menawarkan bantuan kepada orang lain. Dengan menawarkan bantuan, Anda menunjukkan jika Anda peduli dengan orang lain. Meskipun Anda telah memberikan bantuan kepada orang lain, namun jangan pernah mengharapkan orang tersebut melakukan hal yang sama untuk Anda.  

Cara Membangun Empati Kepada Orang Asing

1. Tumbuhkan rasa ingin tahu kepada orang yang belum Anda kenal

Salah satu cara menunjukkan empati adalah dengan memiliki ketertarikan kepada orang lain, terutama orang-orang yang tidak Anda kenal dan berada di luar lingkaran sosial Anda. Anda bisa memulai obrolan dengan orang-orang baru yang Anda temui di bis atau ketika Anda berada di pusat hiburan. Satu hal yang perlu Anda ingat adalah tidak semua orang suka untuk berbicara dengan orang asing. Karenanya, Anda juga harus peka ketika ada orang lain yang merasa tidak nyaman dengan Anda.

2. Jadilah sukarelawan

Membangun empati terhadap orang lain dapat dimulai pula dengan menjadi sukarelawan. Dengan menjadi sukarelawan, Anda akan mengerti bagaimana rasanya menjadi orang yang membutuhkan bantuan orang lain. Pengalaman ini akan membuat Anda menjadi pribadi yang lebih bersyukur dan dapat menjadi lebih empati terhadap orang lain.

3. Tantanglah prasangka Anda sendiri

Manusia cenderung memiliki prasangka buruk terhadap orang asing yang berpenampilan aneh atau tidak sama seperti penampilannya. Untuk bisa membangun empati terhadap orang asing, sebaiknya Anda menghilangkan prasangka buruk terhadap orang lain. Mulailah dengan mencari persamaan dengan orang yang sempat Anda beri label tertentu untuk mulai menjalin hubungan dengannya.

4. Gunakan imajinasi

Gunakan imajinasi untuk dapat merasakan apa yang sedang dialami oleh seseorang. Meskipun tidak semua imajinasi Anda benar, tapi setidaknya cara ini membantu Anda untuk bisa merasakan apa yang mereka rasakan dan memacu tumbuhnya empati dalam diri Anda sendiri.

5. Praktekkan berempati dengan mengalami sendiri

Terdapat sebuah quotes yang menyatakan jika kita tidak akan pernah bisa merasakan apa yang orang lain rasakan jika kita belum pernah “berjalan dengan sepatunya”. Quotes ini bermakna jika setiap orang memiliki jalan hidup dan kesulitannya masing-masing, karenanya kita tidak dapat menilai seseorang hanya berdasarkan apa yang kita lihat. Untuk bisa membangun empati dengan orang lain, Anda bisa berinisiatif untuk mencoba mengalami apa yang orang lain alami. Misalnya, untuk bisa lebih berempati terhadap asisten rumah tangga, Anda bisa mencoba untuk melakukan pekerjaan mereka selama satu minggu penuh.

6. Perlakukan setiap orang sebagai orang penting

Mulailah memandang orang lain sama pentingnya seperti diri sendiri. Di dunia ini kita tidak hidup sendirian, maka cobalah untuk menghargai semua orang yang Anda temui apapun status dan bagaimanapun kondisi kehidupannya.

 

 

IKUTI KULIAH BISNIS ONLINE & GRATIS UCEO

Bila selama ini anda mengalami kesulitan dalam menjual produk / jasa anda, maka pembelajaran KEJAR TARGET ini adalah yang anda butuhkan!

Di pembelajaran KEJAR TARGET, Dedy Budiman yang adalah seorang champion sales trainer mengajarkan secara jelas dan gamblang mengenai prinsip, tips serta teknik dalam berjualan yang perlu dikuasai oleh seorang sales untuk mencapai target penjualan yang diinginkan. Disertai dengan berbagai contoh problem nyata yang sering dihadapi dalam berjualan, menjadikan pembelajaran KEJAR TARGET ini sangat menarik untuk diikuti dan mudah untuk dimengerti.

Anda ingin meningkatkan kemampuan dalam menjual? Segera ikuti KEJAR TARGET !