Tips untuk Pramuniaga Profesional

ILUSTRASI PRAMUNIAGA PROFESIONAL (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI PRAMUNIAGA PROFESIONAL (SAMUEL/UCEO)

Ketika berkunjung ke pusat perbelanjaan, hampir bisa dipastikan jika kita akan menemui orang-orang yang berprofesi sebagai pramuniaga. Beberapa pemilik usaha retail saat ini memang lebih memilih untuk mempekerjakan pramuniaga dibanding melayani konsumennya sendiri. Profesi pramuniaga tidak hanya terpusat di salah satu jenis usaha, namun justru menyebar ke dalam berbagai jenis usaha jual beli.  

Ketika mengunjungi supermarket, kita akan bertemu dengan pramuniaga supermarket yang siap melayani konsumen ketika membutuhkan. Ketika berkunjung ke toko buku, para pramuniaga toko buku akan dengan senang hati membantu kita mencari buku yang kita inginkan. Bahkan ketika kita mampir ke minimarket, para pramuniaga minimarket dengan ramahnya akan menyapa kita dengan ucapan “selamat datang, selamat berbelanja” dan mengiringi kepulangan kita dengan ucapan “terima kasih, selamat berbelanja kembali”. 

Dari sekian banyak pramuniaga yang mungkin anda temui setiap hari, apakah anda pernah menemukan pramuniaga dengan sikap yang tidak menyenangkan? Permasalahan sikap pramuniaga yang tidak ramah bahkan cenderung mengganggu konsumen memang bukan hal yang baru lagi. Sama seperti profesi lain, terkadang ada saja oknum pramuniaga yang membuat konsumen atau bahkan pemilik usaha bisnis menjadi jengah. 

Pramuniaga adalah orang yang setiap hari akan berhadapan langsung dengan konsumen. Karenanya, sangat penting bagi pemilik usaha bisnis untuk mencari dan melatih pramuniaganya menjadi pramuniaga profesional. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas berbagai hal mengenai pramuniaga dan akan membagikan tips untuk menjadi seorang pramuniaga profesional. 

PENGERTIAN PRAMUNIAGA

Secara sederhana, pramuniaga dapat dipahami sebagai sebuah profesi yang bergerak di bidang pelayanan, yakni untuk membantu pelanggan menemukan tujuannya. Tujuan yang dimaksud dalam hal ini dapat berupa barang yang dijual atau jasa yang ditawarkan oleh sebuah badan usaha. Pramuniaga seringkali disebut juga dengan nama lain, sebutan lain pramuniaga diantaranya adalah wiraniaga, sales associate, bahkan ada pula yang menyebutnya customer service. Berbagai sebutan lain pramuniaga ini tidak ada yang salah, karena inti dari semua pekerjaan tersebut sama, yakni melayani konsumen yang memerlukan bantuan. 

Sebagai sebuah profesi di bidang pelayanan, sudah sepantasnya jika pramuniaga memberikan pelayanan maksimal sesuai dengan job description yang dimilikinya. Pramuniaga merupakan karyawan perusahaan dagang yang berada sebagai ujung tombak penjualan. Artinya, sikap dan pelayanan pramuniaga terhadap konsumen sangat memengaruhi bagaimana respon konsumen terhadap produk yang dijual.  

Sebuah survey yang dilakukan oleh Tech Asst Research Program(TARP), White House Office of Consumer Affair mengungkapkan jika pelayanan customer service yang buruk dapat memberikan dampak negatif yang sangat besar bagi perusahaan. Dampak tersebut antara lain:

  • 90% konsumen yang kecewa dengan pelayanan customer service tidak akan pernah kembali lagi ke toko yang sama.
  • Satu orang konsumen yang kecewa akan menceritakan ketidakpuasannya terhadap 9 orang lainnya.
  • Bahkan, 13 % dari konsumen tersebut akan menceritakan kekecewaannya kepada lebih dari 20 orang.
  • Dibutuhkan biaya 5 kali lipat lebih besar (waktu, usaha, dan uang) untuk mengembalikan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan. 

Besarnya dampak pelayanan yang buruk tersebut tentunya harus membuat para pemilik usaha lebih jeli dalam memilih pramuniaganya. Usaha tenaga marketing yang telah bekerja dengan susah payah untuk memasarkan produk tidak akan ada artinya jika ketika konsumen datang ke toko, mereka justru mendapatkan pelayanan yang mengecewakan.

ILUSTRASI TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PRAMUNIAGA (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PRAMUNIAGA (SAMUEL/UCEO)

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PRAMUNIAGA

Pada setiap pekerjaan, tentunya terdapat tugas dan tanggung jawab yang dibebankan pada diri setiap pekerja. Bagi seorang pramuniaga, tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan dapat dikelompokkan dalam 3 kategori besar, yakni:

A. Displaying

Seorang pramuniaga memiliki tugas untuk melakukan display barang dagangan yang ada di toko. Sekilas, tugas ini terlihat ringan, padahal tugas displaying barang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pramuniaga harus mampu melakukan displaying dengan aturan sebagai berikut:

  1. Memajang barang dengan mendahulukan rak/ display yang stoknya telah kosong sesuai dengan sistem First In First Out (FIFO) dan tanggal kadaluarsa (Exp.Date) terutama untuk produk makanan, minuman dan obat-obatan.
  2. Memajang produk sesuai dengan pengelompokkan barang (grouping) yang disesuaikan dengan ukuran dan warna.
  3. Memasang label penunjuk harga (price tag) yang diletakkan secara benar dan lengkap.
  4. Memindahkan barang yang rusak dari display ke tempat yang telah ditentukan.
  5. Menjaga kerapihan dan kebersihan barang dan display

 B. Controlling

Selain bertugas untuk melakukan display produk, pramuniaga juga dituntut untuk mampu melakukan controlling atas produk-produk yang ada di sebuah toko. Bentuk controlling yang perlu dilakukan oleh pramuniaga antara lain:

  1. Melakukan monitoring terhadap kesedian stock produk. Produk yang kosong harus dicatat dan dilaporkan kepada Supervisor.
  2. Melakukan controlling produk yang terdapat di display. Produk yang rusak dan kadaluarsa harus segera dipindahkan dari display.
  3. Melakukan pengecekan dan penggantian label harga (price tag) ketika terjadi perubahan harga produk.
  4. Melakukan controlling produk yang keluar dan yang masuk untuk menghindari adanya barang yang hilang

 C. Service

Meskipun telah disibukkan dengan pekerjaan displaying dan controlling produk, seorang pramuniaga masih harus siap sedia untuk melayani konsumen. Ketika ada konsumen yang bertanya terkait lokasi atau kegunaan produk, seorang pramuniaga wajib memberikan informasi yang tepat. Pramuniaga juga harus bisa bersikap ramah terhadap konsumen, bahkan terhadap konsumen yang berlaku tidak menyenangkan sekalipun. Sikap ramah ini penting untuk menjaga agar konsumen tetap loyal pada toko tempatnya bekerja. Sayangnya, masih ada saja oknum-oknum pramuniaga yang seringkali melupakan tugas service ini ketika berhadapan dengan konsumen.

Berikut adalah beberapa kesalahan pramuniaga yang seringkali membuat pelanggan merasa tidak nyaman:

1. Tidak ramah

Hal pertama yang membuat konsumen merasa tidak nyaman untuk datang ke sebuah toko adalah sikap tidak ramah dari pramuniaganya. Tidak jarang kita menjumpai pramuniaga yang memasang muka cemberut ketika kita sedang berbelanja. Malahan, ada pula pramuniaga yang tidak segan bergumam saat merasa kesal ketika melayani konsumennya. Sikap ini tentunya tidak pantas untuk dilakukan oleh seorang pramuniaga karena dapat membuat konsumen merasa tidak dihargai sehingga enggan untuk datang ke toko itu lagi.

2. Bersikap acuh pada konsumen yang datang

Kita seringkali menemui pramuniaga yang bersikap acuh kepada konsumen. Pramuniaga-pramuniaga ini seakan tidak menghiraukan kehadiran konsumen ke tokonya. Sikap acuh ini biasanya ditunjukkan oleh pramuniaga dengan asyik mengobrol dengan rekan sesama profesinya. Malahan, tidak jarang obrolan ini disertai dengan tawa yang sangat keras. Selain mengganggu kenyamanan berbelanja konsumen, sikap ini membuat pelanggan yang hendak meminta informasi kepada pramuniaga menjagi segan dan akhirnya memutuskan untuk tidak jadi berbelanja di tempat tersebut.

3. Terlalu “mengekor” konsumen

Berkebalikan dengan poin nomor 2, pada poin ini kesalahan pramuniaga terjadi justru karena ia terlalu “mengekor” konsumen. Sikap ini mungkin dilakukan pramuniaga sebagai upaya memberikan pelayanan maksimal untuk konsumen, namun sikap ini justru sangat mengganggu. Orang yang awalnya datang untuk berbelanja bisa saja membatalkan niatnya karena merasa seakan dianggap sebagai pencuri. Sikap ini sebenarnya tidak perlu dilakukan oleh pramuniaga. Untuk bisa memberikan pelayanan maksimal, pramuniaga cukup menyiapkan diri untuk bersikap tanggap ketika ada pelanggan yang memerlukannya. Pelanggan tetap membutuhkan ruang untuk memilih produknya sendiri, karena ia pasti memiliki pertimbangan-pertimbangan yang bisa ia pecahkan sendiri tanpa bantuan pramuniaga.

4. Memberikan pelayanan yang terlalu lama

Pelayanan yang terlalu lama akan mampu membuat pelanggan enggan datang ke sebuah toko untuk kedua kalinya. Tidak semua orang memiliki banyak waktu untuk menunggu, karenanya hal ini tidak jarang membuat konsumen pergi meninggalkan toko ketika ia merasa pelayanan yang diberikan terlalu lama.

5. Mengesampingkan keluhan pelanggan

Seorang konsumen rela mengeluarkan uang untuk mendapatkan produk yang diinginkannya. Ketika produk tersebut tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh produsen, pelanggan berhak untuk mengajukan keluhan kepada pramuniaga yang menjualnya. Sayangnya tidak sedikit pramuniaga yang justru “cuci tangan” ketika ada keluhan dari pelanggan. Pramuniaga tidak dapat memberikan solusi mengenai birokrasi yang harus ditempuh pelanggan untuk mendapatkan haknya. Akibatnya, tidak jarang konsumen yang mengajukan keluhan justru akan mendapatkan kerugian yang lebih banyak dibandingan kerugian yang telah ia dapat dari produk itu sendiri.

A photo posted by UCEO (@ciputrauceo) on

TIPS MENJADI PRAMUNIAGA PROFESIONAL

Untuk menjaga supaya sebuah toko tetap laris dikunjungi konsumen, salah satu faktor yang sangat penting untuk dijaga adalah sikap dan pelayanan pramuniaga. Jika Anda saat ini berprofesi sebagai seorang pramuniaga, maka penting bagi Anda untuk menyimak tips menjadi pramuniaga profesional berikut ini: 

1. Sambutan Hangat

Setiap orang suka dengan sambutan hangat. Jika Anda menyambut pelanggan dengan senyum dan sapaan ramah, maka pelanggan Anda akan merasa dihargai kehadirannya. Beberapa pemilik minimarket telah menerapkan sistem sambutan hangat ini melalui sapaan khas para pramuniaga ketika ada pengunjung yang datang. Namun pernahkah Anda merasa jika sapaan tersebut seakan hanya menjadi sebuah rutinitas yang tidak dilakukan dengan sepenuh hati? Meskipun terkesan sepele, namun sambutan hangat yang dilakukan dengan sepenuh hati akan membuat pengunjung menjadi pelanggan yang loyal bagi toko Anda. 

2. Tutur Kata Sopan

Pramuniaga adalah manusia, begitupun dengan pengunjung toko Anda. Sebagai manusia biasa, tentunya ada saat-saat dimana pramuniaga atau pengunjung merasa kesal dan lelah sehingga kehilangan mood untuk sekadar tersenyum. Meskipun begitu, kita tidak boleh melupakan jika pengunjung yang datang adalah sumber penghasilan bagi toko kita. Karenanya, seburuk apapun kondisi yang sedang dihadapi oleh seorang pramuniaga, ia harus tetap dapat berlaku dan bertutur kata sopan kepada para konsumennya.

3. Memberikan Pelayanan Prima

Memberikan pelayanan prima bagi pengunjung toko berarti memberikan pelayanan dengan cepat namun tidak asal-asalan. Dengan memberikan pelayanan prima, seorang pramuniaga pastinya akan mendapatkan feedback yang baik dari pengunjung. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai konsep dan perwujudan pelayanan prima, Anda dapat membaca artikel kami yang berjudul “Pengertian Pelayanan Prima/ Excellent Service”.

 

 

IKUTI KULIAH BISNIS ONLINE & GRATIS UCEO

Bila selama ini anda mengalami kesulitan dalam menjual produk / jasa anda, maka pembelajaran KEJAR TARGET ini adalah yang anda butuhkan!

Di pembelajaran KEJAR TARGET, Dedy Budiman yang adalah seorang champion sales trainer mengajarkan secara jelas dan gamblang mengenai prinsip, tips serta teknik dalam berjualan yang perlu dikuasai oleh seorang sales untuk mencapai target penjualan yang diinginkan. Disertai dengan berbagai contoh problem nyata yang sering dihadapi dalam berjualan, menjadikan pembelajaran KEJAR TARGET ini sangat menarik untuk diikuti dan mudah untuk dimengerti.

Anda ingin meningkatkan kemampuan dalam menjual? Segera ikuti KEJAR TARGET !