Elaborasi dalam Berbagai Bidang

ILUSTRASI ELABORASI (SAMUEL.UCEO)

ILUSTRASI ELABORASI (SAMUEL.UCEO)

ARTI KATA ELABORASI

Pernahkah Anda mengingat pengalaman belajar Anda di masa kecil dulu? Ketika Anda mulai belajar berjalan, belajar bicara, hingga belajar membaca dan menulis. Pada masa-masa tersebut, seorang anak belajar melalui proses mengamati, kemudian akan berusaha dengan tekun untuk dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Jika pada prosesnya terdapat kesalahan pada proses belajar tersebut, maka ia butuh orang untuk membenahi dan mengajarkannya pengetahuan yang benar. 

Dalam dunia pendidikan, ketiga proses ini dikenal dengan tiga aspek penting dalam proses pembelajaran. Aspek pertama adalah eksplorasi, aspek kedua adalah elaborasi, dan aspek ketiga adalah konfirmasi. Aspek eksplorasi adalah tahap penyelidikan dan penjajakan yang bertujuan untuk memperoleh pengetahuan lebih banyak tentang sebuah keadaan. Aspek elaborasi berarti penggarapan secara tekun dan cermat. Elaborasi adalah tahap seseorang melakukan analisis dan berusaha untuk memperdalam kemampuannya dengan terus menerus melakukan pembelajaran. Aspek konfirmasi merupakan tahapan penegasan kebenaran berdasarkan rujukan resmi. Dalam kata lain, aspek konfirmasi merupakan tahap seseorang untuk mengetahui apakah yang ia lakukan benar atau salah. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas lebih mendalam salah satu aspek dari tiga aspek tersebut, yaitu aspek elaborasi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata elaborasi memiliki dua arti . Arti kata elaborasi yang pertama adalah arti kata elaborasi secara umum, yakni penggarapan secara tekun dan cermat. Sementara itu, arti kata elaborasi yang kedua adalah arti kata elaborasi dalam bidang biologi, yakni pembentukan zat-zat kompleks yang merupakan bagian dari tumbuh-tumbuhan atau hewan dari zat-zat yang lebih sederhana (tidak kompleks). 

Arti kata elaborasi seringkali dikaitkan dengan kolaborasi, padahal arti kata elaborasi berbeda dengan kata kolaborasi. Arti kata kolaborasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kerja sama. Arti ini tentunya sangat berbeda dengan arti kata elaborasi yang berarti tekun dan cermat.  

ILUSTRASI ELABORASI DALAM BERBAGAI BIDANG (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI ELABORASI DALAM BERBAGAI BIDANG (SAMUEL/UCEO)

ELABORASI DALAM BERBAGAI BIDANG

1. ELABORASI DALAM ILMU KOMUNIKASI

Dalam Ilmu Komunikasi, elaborasi dikenal dalam sebuah teori komunikasi bernama Model Kemungkinan Elaborasi (Elaboration Likelihood). Model Kemungkinan Elaborasi merupakan salah satu teori komunikasi yang membahas mengenai perubahan sikap dalam diri seseorang ketika menerima pesan.  Model Kemungkinan Elaborasi ini merupakan aspek dalam teori persuasi yang paling populer saat ini.  

Dalam Model Kemungkinan Elaborasi, terdapat dua rute bagaimana komunikan (penerima pesan) dapat menerima pesan yang disampaikan, yakni:

a. Central (Terpusat)

Rute central merupakan Model Kemungkinan Elaborasi yang menekankan pada pemikiran kritis. Artinya, seorang komunikan akan mengolah pesan yang diterimanya terlebih dahulu sebelum membuat sebuah tindakan. Komunikan akan memilih dan mempertimbangkan untung rugi dari informasi yang diterimanya. 

b. Peripheral

Berbeda dengan Model Kemungkinan Elaborasi Central, Model Kemungkinan Elaborasi Peripheral merupakan bentuk penerimaan pesan yang lebih dangkal. Seorang komunikan hanya mempertimbangkan penerimaan atau penolakan pesan berdasarkan dari kredibilitas pengirim pesan, reaksi lingkungan, dan hal-hal lain tanpa perlu melalui tahapan kritis. 

A photo posted by UCEO (@ciputrauceo) on

2. ELABORASI DALAM RPP

Elaborasi umumnya digunakan sebagai salah satu metode dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (rpp). RPP merupakan implementasi silabus atau kurikulum yang membantu seorang guru untuk mengajar sesuai dengan standar kompetensi nasional. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, rencana pelaksanaan pembelajaran umumnya terdiri dari tiga aspek, yakni eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

a. Eksplorasi

Eksplorasi adalah tahapan pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif mencari tahu berbagai informasi terkait konsep yang sedang dibahas. Informasi yang dimaksud dapat berupa pengertian, teknik, metode dan rumus baru, dan pola hubungan antara sebuah konsep dengan konsep lainnya. Kegiatan eksplorasi memungkinkan seorang siswa untuk terlibat dalam menelaah hal-hal baru.

b. Elaborasi

Elaborasi adalah tahapan kedua dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tahapan elaborasi memungkinkan siswa untuk mampu mencermati dan menganalisis berbagai kemungkinan dari informasi yang telah ia dapatkan saat proses eksplorasi sebelumnya. Pada tahap elaborasi, siswa dapat mengasah kemampuan kognitifnya dengan melakukan penalaran untuk menarik kesimpulan dari apa yang telah ia eksplorasi. Jika hasil temuannya pada tahap elaborasi tidak dapat diterima secara nalar, seorang siswa pasti akan terdorong untuk melakukan percobaan atau eksplorasi ulang. 

Dalam tahap elaborasi, seorang guru memiliki peran yang sangat penting. Hal yang dilakukan guru dalam kegiatan elaborasi adalah mendampingi siswa supaya proses elaborasi tidak melenceng dari proses eksplorasi sebelumnya. Guru berkewajiban untuk mengarahkan siswa, namun bukan berarti siswa menjadi “disetir” oleh guru. Guru harus bisa memberikan pengalaman langsung kepada siswa pada tahap elaborasi. Hal ini berguna supaya siswa lebih mudah memahami apa yang ia pelajari di tahap elaborasi.

c. Konfirmasi

Tahap ketiga yang dilakukan setelah tahap elaborasi adalah tahap konfirmasi. Pada tahap ini, siswa dapat mempresentasikan hasil temuannya di tahap eksplorasi dan hasil analisanya di tahap elaborasi. Hasil ini dapat dibandingkan dengan konsep dasar yang terdapat dalam resensi resmi (misalnya buku pelajaran). Pada tahapan konfirmasi, seorang guru berkewajiban untuk memeriksa apakah apa yang dicari tahu siswa pada tahap eksplorasi dan dianalisa pada tahap   sudah benar. Jika ternyata masih salah, maka guru harus membantu siswa untuk memperbaikinya. 

Tahap elaborasi dalam rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan tahapan yang paling penting. Tahap elaborasi memungkinkan seorang guru mengetahui bagaimana cara berpikir dan daya analisis siswanya. Pada tahap elaborasi ini, seorang guru juga mampu menilai apakah konsep dasar yang dipelajari olehh seorang siswa sudah tepat atau masih kurang.

 

 

IKUTI KULIAH BISNIS ONLINE & GRATIS UCEO

Apa yang harus kita persiapkan ketika kita ingin menjual suatu produk atau jasa? Kita harus mempunyai trik-trik yang jitu agar para calon konsumen tertarik dan mau membeli produk atau jasa yang kita tawarkan. Apabila dari awal calon konsumen sudah tidak tertarik dengan produk atau jasa yang kita tawarkan, bagaimana mereka mau membeli? Bagaimana mereka percaya terhadap produk atau jasa tersebut?

Untuk menjawab berbagai macam pertanyaan tersebut, Anda harus mempersiapkan sebuah “Presentasi Penjualan”. Presentasi penjualan harus disiapkan secara tepat agar target yang menjadi sasaran mau membeli produk atau jasa tersebut. Presentasi ini begitu penting dan menjadi permulaan yang akan menentukan hasil akhir Anda.

Presentasi penjualan kali ini dikemas dalam konsep “Stand Up Selling”. Stand up selling mengajarkan bagaimana cara membuka presentasi yang menarik, mengetahui permasalahan calon konsumen, memberikan solusi, dan membuat calon konsumen Anda membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Tujuan akhir dari “Stand Up Selling” adalah menjual. Untuk itu ikutilah program studi ini untuk mempertajam kemampuan Anda dan mengetahui lebih banyak tips-tips dalam menjual.