Bisnis dan Tujuan Kewirausahaan

ILUSTRASI TUJUAN KEWIRAUSAHAAN (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI TUJUAN KEWIRAUSAHAAN (SAMUEL/UCEO)

The true entrepreneur is a doer, not a dreamer” – Nolan Bushnell 

Agnes Monica, atau yang kini lebih dikenal dengan nama panggung Agnez Mo, terkenal dengan jargon yang selalu diungkapkannya sejak dahulu yakni dream, believe, and make it happen. Ya, make it happen! Artinya mimpi itu seharusnya tidak hanya dibawa kembali dalam tidur, namun harus diwujudkan. Jargon ini ternyata tidak hanya milik Agnez Mo, seorang entrepreneur pun seharusnya mengamini tiga hal ini untuk menjadi sukses. Bapak Ciputra, salah seorang pengusaha sukses Indonesia, bahkan hingga kini masih memiliki mimpi. Mimpi Pak Ciputra menciptakan 4 juta entrepreneur untuk Indonesia tidak hanya ia ucapkan saja, namun perlahan mulai ia wujudkan.  

Entrepreneurship yang dalam Bahasa Indonesia lebih dikenal dengan terminologi kewirausahaan adalah hal yang digadang-gadang mampu membantu percepatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Seorang sosiolog bernama David McCleland pernah mengatakan jika sebuah negara ingin makmur, maka minimal 2% dari penduduk negara tersebut harus menjadi wirausahawan. Sayangnya, hingga Maret 2015 lalu jumlah wirausaha di Indonesia baru sekitar 1,65%. Jumlah ini kalah jauh dari negara-negara tetangga kita, misalnya Singapura 7%, Malaysia 5%, dan Thailand 4%. 

Untuk menjadi seorang wirausahawan, seseorang semestinya harus mengetahui terlebih dahulu apa tujuan kewirausahaan yang hendak dibangunnya. Tujuan kewirausahaan penting untuk dipikirkan untuk seseorang menjadi wirausaha sukses. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas mengenai kewirausahaan dan berbagai tujuan kewirausahaan supaya seorang wirausaha dapat membangun bisnis yang sesuai dengan tujuan kewirausahaan tersebut.

PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan berasal dari kata dasar wirausaha yang mendapatkan imbuhan ke- dan –an, sehingga kewirausahaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan wirausaha. Lalu apa arti dari wirausaha itu sendiri? Secara harafiah, wirausaha terdiri dari dua kata, yakni wira dan usaha. Wira adalah kata yang memiliki arti keberanian, sementara usaha berarti bisnis. Berdasarkan pengertian tersebut, kewirausahaan dapat pula diartikan sebagai keberanian seseorang untuk melakukan sebuah bisnis. 

Kewirausahaan adalah sebuah proses seseorang dalam mengejar peluang yang ada untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Peluang tersebut diwujudkan dalam bentuk inovasi dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada. Kewirausahaan merupakan proses yang dinamis, yakni menciptakan sesuatu dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal, jasa dan tentunya resiko. 

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, kewirausahaan dapat membantu sebuah negara untuk berkembang secara ekonomi. Selain mengurangi jumlah pengangguran, kewirausahaan juga dapat meningkatkan jumlah pendapatan pajak negara. Dengan adanya kewirausahaan, masyarakat juga dapat menjadi lebih mandiri, tidak lagi tergantung pada gaji yang dibayarkan oleh negara. 

Wirausaha adalah profesi yang penuh resiko. Sedikit kesalahan dapat membawa bentuk kerugian yang luar biasa. Meskipun begitu, menjadi wirausaha tentunya memiliki berbagai keuntungan, seperti:

  1. Menjadi bos dalam perusahaan sendiri
  2. Mencapai tujuan
  3. Memperoleh manfaat dari keuntungan
  4. Membantu masyarakat dengan usaha konkrit
  5. Mendemontrasikan potensi secara penuh 

Pada dasarnya, semua orang bisa dan berhak menjadi wirausaha. Tetapi terdapat tiga sasaran utama kewirausahaan, yaitu:

  1. Sasaran kewirausahaan yang pertama adalah instansi pemerintah dengan kegiatan usaha (BUMN = Badan Usaha Milik Negara), organisasi profesi dan kelompok masyarakat.
  2. Sasaran kewirausahaan kedua adalah para pelaku ekonomi, terdiri dari pengusaha kecil dan koperasi.
  3. Sasaran kewirausahaan ketiga adalah generasi muda, anak-anak putus sekolah, dan calon wirausahawan. 
ILUSTRASI TUJUAN KEWIRAUSAHAAN (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI TUJUAN KEWIRAUSAHAAN (SAMUEL/UCEO)

TUJUAN KEWIRAUSAHAAN SECARA UMUM

Bisnis tanpa tujuan kewirausahaan ibarat bangunan tanpa pondasi yang kokoh. Bisnis tersebut mungkin saja bisa terbangun, namun kekuatannya akan sangat rapuh. Tanpa tujuan kewirausahaan, sebuah bisnis akan mudah hancur ketika dihadapkan pada situasi yang sulit. Karena itulah, tujuan kewirausahaan merupakan hal yang sangat penting untuk disusun sebelum seseorang memutuskan untuk membangun sebuah bisnis. 

Ada banyak sekali tujuan kewirausahaan yang dapat dijadikan panduan oleh setiap pembisnis. Tujuan kewirausahaan tentunya berbeda-beda, tergantung dari individu yang ada di belakangnya. Secara umum, tujuan kewirausahaan tidak hanya baik untuk diri wirausahawan sendiri. Tujuan kewirausahaan sering kali lebih luas, yakni tujuan kewirausahaan dapat pula baik untuk pihak-pihak lain yang berada jauh dari bisnis tersebut. 

1. Tujuan kewirausahaan : Meningkatkan jumlah wirausaha berkualitas

Tujuan kewirausahaan yang pertama adalah meningkatkan jumlah wirausaha berkualitas. Tujuan kewirausahaan ini berdasarkan pada pemikiran jika seorang pembisnis tentunya membutuhkan sumber daya manusia lain untuk membantunya membangun perusahaan. Dengan bimbingan yang tepat, sumber daya manusia tersebut tidak hanya dapat diberdayakan kemampuannya, namun juga dapat dilatih dan dikembangkan supaya dapat menjadi calon wirausaha yang berkualitas. Tujuan kewirausahaan ini tidak menutup kemungkinan jika suatu hari nanti, “si anak buah” akan mampu mandiri dan membuka usahanya sendiri. Setelah tujuan kewirausahaan ini terwujud, maka sang pembisnis telah berhasil meningkatkan jumlah wirausaha berkualitas. 

2. Tujuan kewirausahaan : Membudayakan semangat wirausaha di masyarakat

Wirausahawan dapat dikategorikan sebagai orang-orang yang memiliki jiwa tangguh, kompetitif, dan pandai mencari peluang. Semangat wirausaha yang tidak pernah padam ini sangat baik jika mampu ditularkan ke masyarakat sebagai sebuah tujuan kewirausahaan yang selanjutnya. Tujuan kewirausahaan membudayakan semangat wirausaha di masyarakat dapat diwujudkan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan bersikap seperti apa adanya seorang entrepreneur. Sikap tersebut tentunya akan menginspirasi dan membuat masyarakat tergerak untuk mencoba berwirausaha. Sikap tangguh dan tidak mudah menyerah juga sebaiknya diperlihatkan supaya tujuan kewirausahaan ini dapat membangun semangat orang-orang muda di masyarakat supaya mau bekerja keras untuk mendapatkan keberhasilan. 

3. Tujuan kewirausahaan : Memajukan dan menyejahterakan masyarakat

Tujuan kewirausahaan yang selanjutnya adalah untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat. Semakin sukses dan semakin berkembangnya sebuah bisnis, pasti akan membutuhkan semakin banyak sumber daya manusia. Hal ini berarti semakin banyaknya lapangan pekerjaan yang terbuka bagi masyakarat. Dengan berkurangnya jumlah pengangguran, berarti sebuah bisnis telah berhasil mewujudkan tujuan kewirausahaan untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat.

A photo posted by UCEO (@ciputrauceo) on

TUJUAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK DUNIA PENDIDIKAN

Pendidikan formal di Indonesia selama ini selalu didasarkan pada berbagai ilmu pengetahuan konvensional seperti Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, hingga bahasa asing. Ilmu-ilmu ini penting karena anak-anak perlu mengetahui berbagai hal mengenai alam maupun sosial yang mungkin selama ini tidak dekat dengan dunianya. Tetapi selain itu semua, ilmu kehidupan pun sebenarnya juga perlu diajarkan untuk anak-anak sejak usia dini. Sayangnya, banyak sekolah yang luput untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari untuk anak didiknya, misalnya ilmu untuk bertahan hidup secara mandiri. 

Salah satu tujuan kewirausahaan yang dimiliki oleh Bapak Ciputra adalah untuk mewujudkan terciptanya 4 juta entrepreneur baru di Indonesia. Tujuan kewirausahaan ini menjadi lebih mudah untuk diwujudkan jika anak-anak telah mendapatkan pendidikan entrepreneurship sejak usia dini. Pendidikan kewirausahaan sejak dini bukanlah hal yang aneh bagi beberapa etnis di Indonesia. Etnis Tionghoa misalnya, sejak kecil mereka telah dibiasakan untuk menjaga toko orang tuannya. Alhasil ketika dewasa, mereka telah terbiasa untuk menghadapi konsumen dan akan lebih siap ketika hendak membuka bisnisnya sendiri. Etnis Minang, Bugis, dan Madura pun tidak jauh berbeda. Sejak kecil mereka telah dididik untuk memiliki bisnisnya sendiri, sehingga ketika dewasa mereka tidak lagi bergantung pada perusahaan untuk mendapatkan pekerjaan. 

Jiwa kewirausahaan sebenarnya ada dalam diri masing-masing orang, namun kemampuan ini akan mampu lebih berkembang jika ditunjang oleh lingkungan pendidikan yang mendukung. Karena hal itulah tujuan kewirausahaan dalam bidang pendidikan seharusnya dapat diapresiasi dan semakin dikembangkan oleh banyak pihak. Semakin banyak sekolah yang mengajarkan pendidikan entrepreneurship kepada anak didiknya sejak dini, maka semakin mudah pulalah tujuan kewirausahaan ini untuk terwujud. 

Tujuan kewirausahaan yang berorientasi pada perlunya pendidikan kewirausahaan di Indonesia merupakan sebuah tujuan kewirausahaan yang mulia. Tujuan kewirausahaan ini rupanya juga disetujui oleh R. Djatmiko Danuhadimejo yang menyusun berbagai alasan pentingnya pendidikan kewirausahaan di Indonesia, yakni:

  1. Untuk mengembangkan dan membina bibit bakat pengusaha sehingga dapat tumbuh lebih berbobot dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan
  2. Untuk memberi kesempatan kepada setiap manusia agar dapat menumbuhkan kepribadian wirausaha
  3. Untuk membentuk manusia yang berwatak unggul dan meningkatkan daya saing dan daya juang
  4. Dengan kepribadian wirausaha yang dimiliki oleh generasi muda, maka negara dapat menyusul ketertinggalannya terhadap negara-negara maju
  5. Untuk menumbuhkan cara berpikir yang rasional dan produktif serta memanfaatkan waktu dan faktor modal yang dimiliki oleh wirausaha tradisional pribumi.    

 

 

 

IKUTI KULIAH BISNIS ONLINE & GRATIS UCEO

Apa yang harus kita persiapkan ketika kita ingin menjual suatu produk atau jasa? Kita harus mempunyai trik-trik yang jitu agar para calon konsumen tertarik dan mau membeli produk atau jasa yang kita tawarkan. Apabila dari awal calon konsumen sudah tidak tertarik dengan produk atau jasa yang kita tawarkan, bagaimana mereka mau membeli? Bagaimana mereka percaya terhadap produk atau jasa tersebut?

Untuk menjawab berbagai macam pertanyaan tersebut, Anda harus mempersiapkan sebuah “Presentasi Penjualan”. Presentasi penjualan harus disiapkan secara tepat agar target yang menjadi sasaran mau membeli produk atau jasa tersebut. Presentasi ini begitu penting dan menjadi permulaan yang akan menentukan hasil akhir Anda.

Presentasi penjualan kali ini dikemas dalam konsep “Stand Up Selling”. Stand up selling mengajarkan bagaimana cara membuka presentasi yang menarik, mengetahui permasalahan calon konsumen, memberikan solusi, dan membuat calon konsumen Anda membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Tujuan akhir dari “Stand Up Selling” adalah menjual. Untuk itu ikutilah program studi ini untuk mempertajam kemampuan Anda dan mengetahui lebih banyak tips-tips dalam menjual.