Kelas Maya Dalam Pembelajaran Masa Kini

ILUSTRASI KELAS MAYA (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI KELAS MAYA (SAMUEL/UCEO)

DEFINISI KELAS MAYA

Kelas maya adalah sebuah istilah yang terdiri dari dua kata yaitu kelas dan maya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kelas dapat didefinisikan sebagai tingkat, ruang tempat belajar di sekolah, kelompok masyarakat, dan juga golongan/ kumpulan. Sementara itu, maya dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang tampaknya ada tetapi nyatanya tidak ada, atau bisa juga dipahami sebagai angan-angan atau khayalan. 

Berdasarkan dua pengertian tersebut, kelas maya secara harafiah dapat didefinisikan sebagai sekumpulan siswa yang menghadapi pelajaran tertentu secara tidak langsung (tidak tatap muka) melainkan secara elektronik. Dalam kelas maya, siswa dan pengajar tidak melakukan proses belajar mengajar secara langsung, melainkan terhubung secara virtual melalui jaringan internet. 

Perbedaan mendasar antara kelas maya dengan kelas biasa adalah kemampuan kelas maya untuk dijangkau kapan pun dan darimanapun. Melalui kelas maya, seorang murid dapat berinteraksi tidak hanya dengan pengajar, namun juga dengan murid lain yang ada di seluruh dunia. Selain itu, kelas maya juga memungkinkan orang tua ikut mengawasi pembelajaran yang dilakukan oleh seorang murid. 

KOMPONEN PENDUKUNG KELAS MAYA

Untuk mendukung terwujudnya sebuah kelas maya, setidaknya ada lima komponen yang harus disiapkan. Lima komponen pendukung kelas maya antara lain: 

a. Konten pembelajaran

Kelas maya merupakan proses pembelajaran yang dilakukan tanpa tatap muka. Karenanya, seorang pengajar harus memiliki konten pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan kelas maya. Konten pembelajaran dalam kelas maya dapat beragam, tergantung dari pilihan yang dibuat oleh siswa kelas maya. 

b. Perangkat keras (hardware)

Komponen pendukung kelas maya yang selanjutnya adalah perangkat keras atau hardware. Perangkat keras merupakan alat yang dapat digunakan oleh siswa untuk terhubung dengan pengajar. Perangkat yang masuk sebagai perangkat keras dalam pembelajaran kelas maya contohnya adalah komputer, laptop, tablet, ataupun smartphone. 

c. Perangkat lunak (software)

Saat ini ada beberapa perangkat lunak (software) yang dapat digunakan sebagai pendukung terlaksananya kelas maya. Perangkat lunak yang familiar digunakan dalam kelas maya antara lain adalah Learning Management System (LMS), Learning Content Management System (LCMS), dan Social Learning Network (SLN). 

d. Strategi komunikasi/interaksi

Strategi komunikasi atau interaksi dalam kelas maya merupakan pilihan siswa dan pengajar dalam pemanfaatan e-learning di dalam kelas. Strategi ini menyangkut dari bagaimana siswa mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas, hingga bagaimana cara siswa mengikuti ujian dalam kelas maya. 

e. Jaringan internet

Jaringan internet merupakan satu hal yang wajib ada dalam pengadaan kelas maya. Hal ini disebabkan karena segala sesuatu yang dilakukan oleh siswa dan pengajar dilakukan melalui jaringan internet. Jaringan Internet yang dipakai dalam kelas maya haruslah jaringan internet dengan kecepatan tinggi. Hal ini berguna untuk menghindari kesalah pahaman yang mungkin terjadi jika internet berjalan dengan lambat. 

ILUSTRASI KELAS MAYA (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI KELAS MAYA (SAMUEL/UCEO)

MANFAAT KELAS MAYA

Dibandingkan dengan kelas biasa, kelas maya memiliki berbagai kelebihan dan juga manfaat untuk siswa. Manfaat kelas maya antara lain:

1. Konektivitas

Kelas maya yang terhubung langsung dengan jaringan internet membuat para siswa memiliki koneksi yang tanpa batas. Melalui internet, siswa kelas maya dapat mencari informasi apa pun. Begitu pun ketika ingin terhubung dengan siswa lain, jaringan internet dapat memudahkan siswa kelas maya untuk melakuka komunikasi tersebut. 

2. Fleksibilitas

Pembelajaran melalui kelas maya dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Dengan cara belajar ini, seorang siswa kelas maya yang memiliki kesibukan dapat menetapkan jadwal sesuai dengan waktu yang ia miliki. Fleksibilitas waktu inilah yang membuat kelas maya kini semakin diminati di kalangan masyarakat. 

3. Interaksi

Dengan menggunakan jaringan internet, seorang siswa kelas maya dapat mengerjakan tugas, menjawab pertanyaan, hingga mengerjakan ujian dengan mudah. Interaksi semacam ini tentunya memudahkan, mengingat sistem online dalam kelas maya dapat dilakukan dengan cepat dan lebih menghemat waktu. 

4. Kolaborasi

Dalam kelas maya, pemakaian perangkat diskusi dapat mendukung pembelajaran kolaborasi di luar ruang kelas. Dengan memakai jaringan internet, kolaborasi yang dilakukan melalui grup belajar dapat dengan mudah dilakukan di kelas maya. 

5. Kesempatan Pengembangan

Teknologi akan terus berkembang dari waktu ke waktu. Hal inilah yang membuat kelas maya menjadi menarik, yakni karena kelas maya akan dapat terus berkembang sesuai dengan perkembangan perangkat yang mendukungnya. 

MODEL KELAS MAYA

Kelas maya adalah kelas pembelajaran yang dilakukan tanpa tatap muka, atau singkatnya kelas maya merupakan kelas yang dilakukan secara online. Saat ini, ada tiga model kelas maya yang ada. Ketiga model kelas maya tersebut adalah: 

1. Model Adjunct

Model adjunct merupakan sistem pembelajaran kelas maya yang dilakukan sebagai tambahan saja. Secara umum, pembelajaran masih dilakukan secara konvensional, yaitu guru dan murid belajar bersama secara tatap muka. Meskipun begitu, kelas maya digunakan sebagai tambahan supaya murid mendapatkan referensi tambahan dalam proses pembelajarannya. 

2. Model Mixed/ Blended

Model mixed / blended dalam kelas maya merupakan model pembelajaran yang mencampurkan model pembelajaran kelas maya dan model pembelajaran konvensional. Dalam model ini, pembelajaran kelas maya dan kelas konvensional dilakukan bersamaan ataupun bergantian sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, model pembelajaran ini menggunakan sistem kelas maya untuk pembelajaran teori. Sementara itu, pembelajaran praktek dilakukan secara tatap muka. 

3. Model Daring Penuh/ Fully Online

Model kelas maya yang dilakukan secara daring penuh/ full online merupakan kelas maya yang menggunakan sistem e-learning dalam seluruh proses pembelajaran. Mulai dari penyampaian bahan belajar, interaksi siswa dan pengajar, hingga evaluasi pembelajaran. 

A photo posted by UCEO (@ciputrauceo) on

JENIS KELAS MAYA

Selain berdasarkan modelnya, kelas maya juga dapat dibedakan berdasarkan jenisnya. Ada tiga jenis kelas maya yang dibedakan berdasarkan software yang digunakan dalam proses pembelajaran. Jenis kelas maya berdasarkan software yang digunakan yakni:

a. Learning Management System (LMS)

Learning Management System merupakan perangkat lunak yang digunakan dalam kelas maya untuk keperluan administrasi, dokumentasi, laporan kegiatan belajar mengajar, kegiatan pembelajaran online, serta pemberian materi pelatihan e-learning. 

b. Learning Content Management System (LCMS)

Learning Content Management System adalah software yang digunakan dalam kelas maya untuk membuat, memperbaharui, mengelola, serta mempublikasikan isi dalam sebuah sistem. Sistem ini terorganisir dan konsisten sehingga dapat diakses melalui jaringan lokal (intranet) maupun jaringan luas (internet). LCMS digunakan untuk menyediakan, mengawasi, memperinci dan mempublikasikan dokumen-dokumen secara spesifik seperti artikel, manual operator, manual teknis, panduan penjualan dan brosur penjualan. Sebuah LCMS dapat berisi file komputer, gambar, audio, video, dokemen elektronik dan isi website. 

c. Social Learning Network (SLN)

Social Learning Network adalah jejaring sosial dalam kelas maya untuk pembelajaran yang terjadi pada skala yang lebih luas daripada kelompok belajar. Mengingat skala sosialnya yang lebih besar, media ini bagi sebagian siswa kelas maya dapat menyebabkan perubahan sikap dan perilaku, sedangkan bagi sebagian siswa kelas maya yang lain tidak menimbulkan dampak apa-apa.

 

 

 

 

IKUTI KULIAH BISNIS ONLINE & GRATIS UCEO

Apa yang harus kita persiapkan ketika kita ingin menjual suatu produk atau jasa? Kita harus mempunyai trik-trik yang jitu agar para calon konsumen tertarik dan mau membeli produk atau jasa yang kita tawarkan. Apabila dari awal calon konsumen sudah tidak tertarik dengan produk atau jasa yang kita tawarkan, bagaimana mereka mau membeli? Bagaimana mereka percaya terhadap produk atau jasa tersebut?

Untuk menjawab berbagai macam pertanyaan tersebut, Anda harus mempersiapkan sebuah “Presentasi Penjualan”. Presentasi penjualan harus disiapkan secara tepat agar target yang menjadi sasaran mau membeli produk atau jasa tersebut. Presentasi ini begitu penting dan menjadi permulaan yang akan menentukan hasil akhir Anda.

Presentasi penjualan kali ini dikemas dalam konsep “Stand Up Selling”. Stand up selling mengajarkan bagaimana cara membuka presentasi yang menarik, mengetahui permasalahan calon konsumen, memberikan solusi, dan membuat calon konsumen Anda membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Tujuan akhir dari “Stand Up Selling” adalah menjual. Untuk itu ikutilah program studi ini untuk mempertajam kemampuan Anda dan mengetahui lebih banyak tips-tips dalam menjual.