Protagonis dan Tokoh-Tokoh Lain dalam Cerita

ILUSTRASI PROTAGONIS DAN ANTAGONIS (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI PROTAGONIS DAN ANTAGONIS (SAMUEL/UCEO)

Drama adalah sesuatu yang dekat dengan kehidupan masyarakat di zaman sekarang. Drama seringkali dijadikan pilihan sebagai salah satu media hiburan, baik drama dalam televisi, film, panggung, atau drama dalam novel. Dalam sebuah drama, tidak lengkap rasanya jika tidak membicarakan mengenai penokohan.

Tokoh dalam cerita dapat digambarkan dalam berbagai bentuk. Mulai dari manusia, hingga hewan atau tumbuhan yang dipersonalisasikan. Berikut ini adalah beberapa macam penokohan sesuai dengan kategori tertentu: 

MACAM-MACAM PENOKOHAN DRAMA

1. Tokoh utama dan tambahan

Tokoh utama adalah tokoh yang diutamakan dalam sebuah cerita. Tokoh utama merupakan tokoh yang paling banyak diceritakan dan banyak hadir dalam setiap kejadian. Sementara itu tokoh tambahan adalah tokoh yang kemunculannya sedikit, memiliki peran yang tidak terlalu penting, dan kemunculannya hanya ada jika terdapat kaitan dengan tokoh utama baik secara langsung ataupun tidak langsung. 

2. Tokoh protagonis dan tokoh antagonis

Tokoh protagonis adalah tokoh yang secara umum memiliki sifat baik dalam sebuah cerita. Tokoh protagonis selalu dilawankan dengan tokoh antagonis. Tokoh antagonis merupakan tokoh yang identik dengan sifat jahat. Tokoh protagonis dan antagonis selalu memiliki sifat oposisi, mereka seringkali berkonflik baik secara fisik maupun secara psikis dan batin. 

3. Tokoh sederhana dan tokoh bulat

Tokoh sederhana adalah tokoh yang memiliki sifat yang datar dan cenderung monoton. Dengan kata lain, tokoh sederhana hanya menampilkan satu watak tertentu, mudah dikenal dan dipahami karakternya. Berlawanan dengan tokoh sederhana, tokoh bulat atau sering pula dikenal dengan tokoh kompleks adalah tokoh yang memiliki lebih dari satu sifat. Tokoh bulat memiliki watak dan jati diri yang bermacam-macam, bahkan sifatnya ini seringkali bertentangan dan sulit diduga. 

4. Tokoh statis dan tokoh berkembang

Tokoh statis atau tokoh tidak berkembang adalah tokoh yang tidak mengalami perubahan dan perkembangan perwatakan sebagai akibat dari peristiwa-peristiwa yang ada. Tokoh ini memiliki sifat dan watak yang relatif tetap, tidak memiliki perkembangan dari awal hingga akhir cerita. Berlawanan dengan itu, tokoh berkembang merupakan tokoh yang mengalami perubahan dan perkembangan watak seiring dengan perkembangan peristiwa dan plot cerita. Sikap dan watak dari tokoh berkembang mengalami perkembangan dari awal, tengah, hingga akhir cerita. 

5. Tokoh tipikal dan tokoh netral

Pembagian penokohan yang terakhir adalah tokoh tipikal dan tokoh netral. Tokoh tipikal adalah tokoh yang hanya sedikit ditampilkan waktak individualnya. Penokohan tokoh tipikal seringkali hanya ditonjolkan sebagai bagian dari suatu pekerjaan atau suatu lembaga. Sementara tokoh netral adalah tokoh yang sifat individualnya ditunjukkan untuk mendukung berjalannya sebuah cerita. Contoh sederhana dari tokoh tipikal dan tokoh netral dapat digambarkan dengan ilustrasi berikut ini: 

“Di India, terdapat sekelompok penjahat yang sedang diburu oleh polisi karena melakukan perampokan di sebuah bank. Pimpinan komplotan penjahat yang bernama Tuan Takur memiliki sifat yang keji dan culas. Tuan Takur tidak ragu-ragu memerintahkan bawahannya untuk adu senjata dengan polisi. Sementara itu, pimpinan polisi yang bernama Inspektur Vijay merupakan seorang kepala polisi yang bijaksana. Ia memiliki banyak pengalaman menangkap penjahat sehingga Ia tidak takut lagi menghadapi Tuan Takur dan komplotannya. Inspektur Vijay bersama dengan rekan-rekan polisi lainnya tidak ragu untuk mendatangi markas Tuan Takur dan melakukan perlawanan di sana.” 

Dari cerita di atas, kita dapat mengetahui siapa saja tokoh yang disebut sebagai tokoh tipikal dan siapa yang disebut dengan tokoh netral. Tuan Takur dan Inspektur Vijay dapat dikategorikan sebagai tokoh netral dalam cerita tersebut. Selain dilihat sebagai penjahat dan polisi, Tuan Takur dan Tuan Vijay juga memiliki gambaran individual yang disorot dalam cerita. Tuan Takur adalah pribadi yang kejam, sedangkan Inspektur Vijay adalah tokoh yang bijaksana.

Sementara itu, anak buah Tuan Takur, yakni penjahat-penjahat yang merampok di bank, merupakan tokoh tipikal. Begitu pula dengan para polisi anak buah Inspektur Vijay. Penjahat dan polisi ini hanya disorot sesuai dengan pekerjaan mereka. Tidak ada unsur individual yang turut diangkat dalam cerita tersebut. 

Dalam artikel kali ini, kita hanya akan fokus membahas mengenai tokoh protagonis. Apa pengertian dari tokoh protagonis? Apa saja karakternya? Dan siapa contoh tokoh protagonis dalam cerita? 

ILUSTRASI PROTAGONIS DAN ANTAGONIS (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI PROTAGONIS DAN ANTAGONIS (SAMUEL/UCEO)

PENGERTIAN PROTAGONIS

Protagonis merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Yunani protagonistes yang berarti tokoh utama dalam buku, film, permainan video, maupun teater. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian protagonis dapat dipahami berdasarkan dua bidang, bidang pertama adalah sastra dan bidang kedua adalah kedokteran. Berdasarkan bidang sastra, protagonis adalah tokoh utama dalam cerita rekaan. Selain itu, protagonis juga dapat didefinisikan sebagai penganjur suatu paham. Sementara itu, dalam bidang kedokteran, protagonis dapat dipahami sebagai otot yang dapat mengerut sehingga menyebabkan suatu gerak. 

Protagonis seringkali digambarkan sebagai tokoh yang melawan antagonis. Antagonis sendiri dapat didefinisikan sebagai tokoh yang suka menentang. Tokoh utama dalam sebuah cerita biasanya digambarkan sebagai tokoh protagonis. Meskipun begitu, tidak semua tokoh protagonis adalah tokoh utama. Ada pula tokoh pelengkap dalam sebuah cerita yang memiliki karakter protagonis. 

Tokoh protagonis biasanya berperan sebagai tokoh yang membawa misi kebaikan. Tokoh protagonis seringkali mengalami masalah yang sulit sehingga pembaca atau penonton merasa iba kepada tokoh protagonis ini. Perbedaan antara protagonis dan antagonis dapat dikenali dengan mudah melalui peran yang diperlihatkan oleh tokoh protagonis dan antagonis tersebut.  Tokoh protagonis merupakan tokoh yang selalu dalam keadaan penuh cobaan, menghadapi masalah besar, sabar, dan memperlihatkan sikap-sikap positif. Sifat-sifat tokoh protagonis tersebut berlawanan dengan tokoh antagonis yang digambarkan sebagai tokoh yang memiliki sifat sombong, curang, membuat masalah, dan senang melakukan aksi balas dendam. 

Tokoh protagonis dan antagonis memiliki sikap yang bertentangan. Meskipun begitu, keberadaan tokoh antagonis dan protagonis diperlukan untuk mendukung terjalinnya sebuah cerita yang menarik. Sebuah cerita akan menjadi datar dan monoton jika tidak terdapat konflik antara tokoh antagonis dan protagonis. 

A photo posted by UCEO (@ciputrauceo) on

PENOKOHAN LAIN DALAM CERITA

Tokoh protagonis tidak hanya bersinergi dengan tokoh antagonis saja. Terdapat beberapa peran lain yang juga ikut menjalin hubungan dengan tokoh protagonis. Berdasarkan perannya, Rik-Rik El Saptaria membagi tokoh dalam sebuah cerita menjadi beberapa bagian, yakni:

1. Protagonis

Tokoh protagonis adalah tokoh utama yang menggerakkan plot (alur cerita) dari awal sampai akhir dan memiliki itikad baik, namun dihalangi tokoh lain.

2. Antagonis

Tokoh antagonis adalah tokoh yang menentang keinginan dari tokoh protagonis.

3. Tritagonis

Tokoh tritagonis adalah tokoh yang dipercaya oleh tokoh protagonis dan antagonis.

4. Deutragonis

Tokoh deutragonis adalah tokoh lain yang berada di pihak protagonis.

5. Raisoneur

Tokoh raisoneur adalah tokoh yang dijadikan oleh pengarang sebagai perwakilan dari pikiran pengarang secara langsung.

6. Foil

Tokoh foil adalah tokoh lain yang berada di pihak antagonis.

7. Utility

Tokoh utility adalah tokoh pembantu atau sebagai tokoh pelengkap untuk mendukung rangkaian cerita dan kesinambungan dramatik.

 

 

IKUTI KULIAH BISNIS ONLINE & GRATIS UCEO

Apa yang harus kita persiapkan ketika kita ingin menjual suatu produk atau jasa? Kita harus mempunyai trik-trik yang jitu agar para calon konsumen tertarik dan mau membeli produk atau jasa yang kita tawarkan. Apabila dari awal calon konsumen sudah tidak tertarik dengan produk atau jasa yang kita tawarkan, bagaimana mereka mau membeli? Bagaimana mereka percaya terhadap produk atau jasa tersebut?

Untuk menjawab berbagai macam pertanyaan tersebut, Anda harus mempersiapkan sebuah “Presentasi Penjualan”. Presentasi penjualan harus disiapkan secara tepat agar target yang menjadi sasaran mau membeli produk atau jasa tersebut. Presentasi ini begitu penting dan menjadi permulaan yang akan menentukan hasil akhir Anda.

Presentasi penjualan kali ini dikemas dalam konsep “Stand Up Selling”. Stand up selling mengajarkan bagaimana cara membuka presentasi yang menarik, mengetahui permasalahan calon konsumen, memberikan solusi, dan membuat calon konsumen Anda membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Tujuan akhir dari “Stand Up Selling” adalah menjual. Untuk itu ikutilah program studi ini untuk mempertajam kemampuan Anda dan mengetahui lebih banyak tips-tips dalam menjual.