Tips Menarik Perhatian Pelanggan

ILUSTRASI MENARIK PERHATIAN PELANGGAN (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI MENARIK PERHATIAN PELANGGAN (SAMUEL/UCEO)

"It takes months to find a customer and only seconds to lose one."

Pembeli adalah raja. 

Kalimat ini tentunya tidak asing lagi di telinga kita. Pelanggan merupakan orang yang dengan setia membeli berbagai produk dan jasa yang kita jual. Namun sebenarnya pelanggan memiliki kemampuan lain yang bisa menguntungkan atau malah merugikan. Pelanggan adalah orang yang bisa berpengaruh besar terhadap kelangsungan bisnis kita. Ketika kita membuat satu orang pelanggan merasa senang, maka kita dengan mudah mendapatkan puluhan pelanggan lain. Sebaliknya, ketika kita membuat seorang pelanggan kecewa, maka kita juga berpotensi untuk kehilangan puluhan pelanggannya yang lain. 

Menarik perhatian pelanggan dan memikat hatinya untuk terus membeli produk kita merupakan sesuatu yang susah-susah gampang. Pada dasarnya, pelayanan yang baik bisa membuat perhatian pelanggan menjadi terarah langsung ke produk kita, namun sedikit saja kesalahan yang kita perbuat bisa menjadi bom waktu untuk bisnis kita. 

Ada berbagai strategi yang dapat kita terapkan untuk menarik perhatian pelanggan. Berikut adalah tips dan strategi yang bisa kita lakukan untuk menarik perhatian pelanggan dan mengambil hati mereka sehingga pelanggan kembali membeli produk atau jasa yang kita jual. 

KENALI KEBUTUHAN PELANGGAN

Cara pertama untuk menarik perhatian pelanggan adalah dengan mengenali kebutuhan mereka. Orang-orang yang merasa jika kebutuhannya terpenuhi oleh sebuah perusahaan, akan merasa nyaman dan akan terus menerus mengunjungi dan membeli produk dari perusahaan tersebut. Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk mengenali kebutuhan pelanggan. 

Cara paling mudah untuk mengetahui kebutuhan pelanggan dan menarik perhatian pelanggan adalah dengan menanyai mereka secara langsung. Hal ini bisa kita lakukan dengan mengunjungi konsumen secara langsung atau dengan membagikan angket yang disebar secara online. Kebutuhan pelanggan juga dapat kita ketahui dengan mencatat atau tracking produk-produk yang paling banyak diminati oleh konsumen kita selama ini. Melalui catatan tersebut, kita akan lebih mudah mengetahui produk apa yang paling diminati dan produk mana yang kurang diminati konsumen. 

Setiap pelanggan ingin diperlakukan dengan baik. Maka dari itu, jangan pernah membeda-bedakan pelanggan. Tidak dapat dipungkiri, terkadang ada beberapa konsumen yang asik untuk diajak mengobrol. Bahkan dari sekadar obrolan, hubungan kita dan pelanggan bisa berubah menjadi pertemanan. Ketika pelanggan tersebut mengunjungi kita, ada perlakuan khusus yang kita berikan. Sebenarnya hal ini sah-sah saja, namun jangan sampai perlakuan istimewa ini merugikan pelanggan lain. Contoh perlakuan istimewa yang merugikan pelanggan lain adalah mendahulukan pelanggan favorit kita dalam antrean, padahal ada pelanggan lain yang telah datang dan mengantre terlebih dahulu. 

Untuk menarik perhatian pelanggan, kita juga bisa mengadakan event atau kompetisi yang memberikan hadiah bagi mereka. Cara ini sangat jitu untuk meningkatkan perhatian pelanggan. Biasanya, masyarakat sangat tertarik mengikuti sebuah perlombaan, khususnya yang menawarkan hadiah menarik. 

ILUSTRASI MENARIK PERHATIAN PELANGGAN (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI MENARIK PERHATIAN PELANGGAN (SAMUEL/UCEO)

BERIKAN BONUS DAN GARANSI

Ketika membeli beberapa jenis barang, pelanggan seringkali dilanda kekhawatiran terkait dengan kondisi dan ketahanan barang. Dalam membeli alat elektronik misalnya, pelanggan biasanya khawatir jika gadget yang dibelinya akan mengalami kerusakan hanya dalam waktu yang relatif singkat. Berdasarkan hal ini, sebagai penjual kita dapat menarik perhatian pelanggan dengan memberikan jaminan garansi kepada mereka. Dengan adanya garansi, perhatian pelanggan akan kita dapatkan dan pelanggan pun tidak lagi merasa khawatir tentang kondisi barang yang mereka beli. 

Selain garansi, kita dapat menarik perhatian pelanggan dengan memberikan berbagai macam bonus pada setiap transaksi. Bonus tidaklah harus sesuatu yang bernilai tinggi. Sesuatu yang sederhana pun akan sangat berarti dan mampu menarik perhatian pelanggan lebih daripada jika kita tidak memberikan bonus apapun.

PERHATIKAN HAL-HAL KECIL

Hal-hal kecil yang ada pada toko maupun yang ada pada servis kita akan memberikan dampak signifikan dalam menarik perhatian pelanggan. Pernahkan Anda melihat sebuah toko yang menjual barangnya dengan harga “ganjil”? Misalnya dengan menempelkan label harga 14.990 rupiah? Hal ini mungkin ditujukan untuk memberikan ilusi ke dalam pikiran pelanggan. Dengan harga tersebut, pelanggan akan merasa jika harga barang yang ia beli adalah 14 ribu rupiah, padahal harga barang tersebut justru hampir mencapai 15 ribu rupiah. Cara ini mungkin jitu untuk membuat pelanggan tertarik membeli barang, namun tidak baik untuk mempertahankan loyalitas mereka. 

Untuk menarik perhatian pelanggan, ada baiknya kita melakukan pembulatan harga pada produk yang kita jual. Hal ini untuk memudahkan pelanggan menghitung pengeluaran mereka, sehingga tidak shock ketika melihat harga total di kasir. Selain itu, pembulatan harga juga berguna untuk memudahkan kita memberikan uang kembalian. Jangan sampai kita merampas hak pelanggan dengan memberikan uang kembalian yang tidak sesuai. Misalnya, jika pelanggan tersebut membeli produk seharga 14.990 rupiah dan ia membayar dengan uang 15 ribu rupiah, maka pelanggan memiliki hak untuk uang kembalian 10 rupiah. Sayangnya, karena Indonesia tidak memiliki uang pecahan 10 rupiah, maka banyak penjual yang merasa tidak bersalah ketika tidak mengembalikan uang 10 rupiah yang menjadi hak pelanggan tersebut. 

Selain melakukan pembulatan harga, kita juga bisa menarik perhatian pelanggan dengan membantu memilih produk. Beberapa pelanggan mungkin merasa kesulitan memilih produk yang tepat untuk dirinya, sehingga sebagai penjual kita harus sigap untuk membantu mereka. Terdapat satu hal yang harus diperhatikan dalam hal ini, yakni jangan terlalu membuntuti pelanggan kita. Beberapa toko mencoba untuk menarik perhatian pelanggan dengan cara yang berlebihan. Kemana pun pelanggan pergi, maka pelayan toko akan mengikuti. Tindakan ini mungkin bertujuan baik, yakni untuk memudahkan pelanggan ketika mereka membutuhkan bantuan. Tapi sayangnya tindakan ini justru bisa membuat pelanggan merasa tidak nyaman. Pelanggan akan merasa seperti “pencuri” yang sedang diamati gerak-geriknya. Tindakan ini membuat pembeli merasa terintimidasi dan akhirnya memilih untuk berbelanja di tempat lain. 

A photo posted by UCEO (@ciputrauceo) on

BANGUN KOMUNIKASI SECARA TERATUR

Menarik perhatian pelanggan juga dapat dilakukan dengan membangun komunikasi secara teratur kepada mereka. Sebuah komunikasi dapat terjalin dengan baik jika pelanggan mengetahui secara jelas mengenai bisnis kita. Tidak ada salahnya jika kita selalu berusaha memperkenalkan diri kepada pelanggan kita, baik melalui iklan maupun secara langsung. 

Perhatian pelanggan juga bisa kita dapatkan dengan memberikan pelayanan yang baik untuk konsumen. Sikap ramah dan empati dapat kita tunjukkan ke semua pelanggan. Kita juga tidak boleh lupa untuk selalu tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada pelanggan. Kita juga akan mendapatkan perhatian pelanggan jika kita dengan besar hati mau mengakui kesalahan dan mau menanggapi berbagai keluhan pelanggan. Dengan komunikasi semacam ini, pelanggan akan mendapatkan kesan belanja yang menyenangkan dan kita pun secara otomatis akan mendapatkan perhatian pelanggan. 

TINGKATKAN KUALITAS BISNIS

Last but not least, untuk menarik perhatian pelanggan, kita juga harus meningkatkan kualitas bisnis dan kualitas produk yang kita tawarkan. Ada pepatah yang mengatakan “don’t judge a book by its cover”. Namun bagaimana pun seseorang akan menilai sebuah hal dari kemasannya terlebih dahulu. Karena itulah, sangat penting untuk mulai meningkatkan kualitas bisnis kita dengan memberikan kemasan produk yang baik. Kemasan yang baik tentunya memiliki makna yang luas. Mulai dari desain yang menarik, bahan kemasan yang kuat, hingga ukuran kemasan yang tepat. Dengan kemasan yang baik, pelanggan akan yakin dengan produk kita dan kita pun akan sukses menarik perhatian pelanggan. 

Selain kemasan, kita dapat pula menarik perhatian pelanggan dengan menunjukkan keahlian atau keunikan bisnis kita dibandingkan dengan produk lain. Keunikan dalam bisnis juga mencangkup hal yang luas. Bisa jadi produk kita adalah produk pertama yang ada. Jika kita memiliki produk yang baru di kalangan masyarakat, semestinya kita dapat dengan mudah menarik perhatian pelanggan. Selain itu, kita pun bisa melakukan inovasi terhadap sebuah produk yang telah ada sebelumnya, Dengan melakukan inovasi yang kreatif, kita juga dapat menarik perhatian pelanggan karena konsumen memiliki kecenderungan untuk tertarik terhadap hal-hal baru. 

Di era modern, kita akan kalah jika tidak menggunakan teknologi. Kemampuan teknologi yang mampu membantu kita untuk melakukan berbagai hal dengan lebih mudah dan lebih cepat akan membuat usaha kita menjadi lebih maju. Kita dapat menggunakan teknologi untuk membantu proses promosi atau memudahkan kita berhubungan dengan pelanggan. Kita dapat pula memanfaatkan teknologi untuk memudahkan pelanggan untuk mengakses produk kita. Dengan berbagai hal ini, produk kita akan menarik perhatian pelanggan dan membuat perhatian pelanggan tidak berpaling dari produk kita.

 

 

 

IKUTI KULIAH BISNIS ONLINE & GRATIS UCEO

Apa yang harus kita persiapkan ketika kita ingin menjual suatu produk atau jasa? Kita harus mempunyai trik-trik yang jitu agar para calon konsumen tertarik dan mau membeli produk atau jasa yang kita tawarkan. Apabila dari awal calon konsumen sudah tidak tertarik dengan produk atau jasa yang kita tawarkan, bagaimana mereka mau membeli? Bagaimana mereka percaya terhadap produk atau jasa tersebut?

Untuk menjawab berbagai macam pertanyaan tersebut, Anda harus mempersiapkan sebuah “Presentasi Penjualan”. Presentasi penjualan harus disiapkan secara tepat agar target yang menjadi sasaran mau membeli produk atau jasa tersebut. Presentasi ini begitu penting dan menjadi permulaan yang akan menentukan hasil akhir Anda.

Presentasi penjualan kali ini dikemas dalam konsep “Stand Up Selling”. Stand up selling mengajarkan bagaimana cara membuka presentasi yang menarik, mengetahui permasalahan calon konsumen, memberikan solusi, dan membuat calon konsumen Anda membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Tujuan akhir dari “Stand Up Selling” adalah menjual. Untuk itu ikutilah program studi ini untuk mempertajam kemampuan Anda dan mengetahui lebih banyak tips-tips dalam menjual.