Pembaruan dan Karakteristik Pembaruan

ILUSTRASI PEMBARUAN (UCEO)

ILUSTRASI PEMBARUAN (UCEO)

DEFINISI PEMBARUAN

Akrabkah Anda dengan jargon “Revolusi Mental” yang sering diusung oleh Presiden Joko Widodo? Beberapa orang memiliki definisi tersendiri untuk jargon revolusi mental ini. Tapi apapun definisi yang mereka miliki, inti dari terminologi ini adalah pembaruan. 

Semua hal di dunia ini pasti berubah. Sebagai manusia normal, kita pasti selalu mengharapkan sebuah perubahan ke arah yang lebih baik. Jika kita anti dengan pembaruan, maka kita justru akan ditenggelamkan oleh zaman. 

Lalu apa sebenarnya definisi dari pembaruan?

Kata pembaruan berasal dari kata dasar baru dengan imbuhan pe- dan –an. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pembaruan dapat didefinisikan sebagai  proses, cara, atau perbuatan membarui. Singkatnya, pembaruan adalah proses untuk membuat sesuatu menjadi baru. 

Selama ini orang sering salah kaprah mengartikan kata pembaruan dengan pembaharuan. Ejaan mana yang benar? Pem-ba-ru-an atau pem-ba-ha-ru-an? Sebenarnya pembaharuan dan pembaruan adalah dua istilah yang sama, hanya saja kedua istilah ini eksis pada waktu yang berbeda. 

Jika kita menilik sejarah, ejaan yang ada di Indonesia sudah mengalami beberapa kali perubahan.        

  1. Bahasa Melayu Kuno (...–1901)
  2. Ejaan Van Ophuijsen (1901–1947)
  3. Ejaan Republik (1947–1972)
  4. Ejaan Pembaharuan (1957, tak diberlakukan)
  5. Ejaan Melindo (1959, batal diresmikan)
  6. Ejaan Baru atau Ejaan LBK (1967-1972)
  7. Ejaan Yang Disempurnakan (1972-2015)
  8. Ejaan Bahasa Indonesia (sejak 2015)

Pembaruan adalah istilah yang eksis sejak Indonesia menggunakan ejaan yang disempurnakan (EYD). Sebelum menggunakan EYD, masyarakat kita masih menggunakan istilah pembaharuan. Hampir mirip dengan istilah pembaruan, istilah pembaharuan pun berasal dari kata dasar baharu yang mendapat imbuhan pe- dan –an. 

JENIS PEMBARUAN

Pembaruan selalu terjadi setiap hari, hanya saja kita yang mungkin tidak menyadarinya. Pembaruan memiliki beberapa jenis yang terbagi berdasarkan beberapa kategori. Berikut adalah jenis-jenis pembaruan berdasarkan kategori tertentu: 

A. Pembaruan Berdasarkan Rentang Luasan Geografis

Rentang pembaruan meruppakan rumusan mengenai adopsi dan dampak suatu penbaruan yang diukur secara geografis dan bersifat kewiilayahan. Berdasarkan hal ini, pembaruan dibagi menjadi:

  1. Internasional
  2. Nasional
  3. Regional
  4. Lokal

B. Pembaruan Berdasarkan Ragam Produk

1. Pembaruan Program

Pembaruan ini menyangkut program dan berkaitan dengan pembaruan yang bersifat abstrak. Termasuk diantaranya adalah kebijakan, keputusan, konsep baru, rumusan hasil kajian dan penelitian.

2. Pembaruan Produk dan Teknologi

Pembaruan produk adalah pembaruan yang berwujud (tangible), konkret, berbentuk suatu barang. Kemunculan pembaruan produk sering kali dikaitkan dengan munculnya pembaruan dalam hal teknologi. 

ILUSTRASI PEMBARUAN (UCEO)

ILUSTRASI PEMBARUAN (UCEO)

C. Pembaruan Berdasarkan Sumber

Pembaruan dapat terjadi berdasarkan sumber-sumber tetrtentu, seperti: 

1. Pembaruan Dari Sumber Tak terduga

Keberhasilan, kegagalan atau peristiwa tak terduga dapat menimbulkan gagasan untuk menemukan inovasi. Hal tersebut bisa tergolong ke dalam proses penemuan (discovery) yang tidak direncanakan akibat dari suatu upaya atau tindakan dalam rangka mencapai suatu tujuan.

2. Pembaruan Dari Sumber Ketidakselarasan

Ketidakselarasan sebenarnya dikenal dengan penelusuran kebutuhan. Biasanya penelusuran kebutuhan bertujuan untuk menemukan penyebab kesenjangan atau perbedaan dari keadaan yang ideal dan kenyataan. Dengan demikian, pembaruan ditemukan sebagai suatu solusi.

3. Pembaruan Dari Sumber Kebutuhan Proses

Kebutuhan proses merupakan sumber inovasi yang berawal dari suatu kesenjangan antara kemampuan saat ini dan tujuan pelaksanaan pekerjaan.

4. Pembaruan Dari Sumber Sektor Industri

Setor industri mempunyai kekuatan yang khas untuk mendorong terjadinya pembaruan.

5. Pembaruan Dari Sumber Demografi

Perubahan demografi ditunjukkan dengan perubahan penduduk dalam jumlah, struktur umur, komposisi, jenis pekerjaan, status pendidikan, dan penghasilan. Perubahan-perubahan tersebut merupakan pemicu perubahan pada pola konsumsi (dari segi jenis konsumen dan volume)

6. Pembaruan Dari Sumber Perubahan Persepsi

Inovasi yang muncul dari perubahan perrsepsi tumbuh karena adanya perubahan pemahaman terhadap makna atau cara pandang akan suatu hal yang sama. Perubahan persepsi tersebut dipengaruhi oleh beberapa alasan diantaranya perubahan pada tatanan nilai-nilai yang dianut, perubahan rasa, dan perubahan pada image yang berhasil diproyeksikan.

7. Pembaruan Dari Sumber Pengetahuan Baru

Inovasi jenis ini muncul akibat dari perpaduan antara sejarah, pengalaman, penelitian, dan ilmu pengetahuan. Inovasi ini bersifat konvergen yang berarti gabungan berbagai macam jenis pengetahuan dan jika pengetahuan tersebut belum tersedia maka inovasi ini tidak tercipta. 

A photo posted by UCEO (@ciputrauceo) on

KARAKTERISTIK PEMBAHARUAN

Selain dibagi berdasarkan jenis, pembaruan juga memiliki beberapa karakteristik. Menurut Everett M. Rogers, ada 5 karakteristik pembaruan, yaitu :

1. Keuntungan Relatif (Relative Advantage)

Keuntungan Relatif (relative advantage) adalah taraf sejauh mana suatau pembaruan dianggap lebih daripada yang sebelumnya. Taraf keuntungan bisa dilihat dari aspek ekonomis, pretise sosial, kecocokan, dan kepuasan engadopsi.

2. Kecocockan (Compatibility)

Kecocokan (compability) adalah taraf kesesuaian suatu pembaruan dengan nilai-nilai, pengalaman masa lampau dan kebutuhan pengadopsi dengan cepat oleh yang bersangkutan.

3. Kompleksitas (Compexity)

Kompleksitas (complexity) adalah taraf kesulitan suatu pembaruan untuk dipahami dan digunakan oleh pengadopsi. Suatu ide atau cara pembaruan yang kompleks dan sulit akan cenderung lebih lambat untuk diadopsi daripada yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Coba perhatikan bagaimana mudahnya sebagian besar masyarakat kita menerima cara-cara praktis dalam pembelajaran baca, tulis, hitung (calistung) bagi anak tanpa melihat tampak-tampakperkembangan lebih jauh dari cara-cara pembelajaran seperti itu.

4. Kemudahan Untuk Mencoba (Trialability)

Kemudahan untuk mencoba (trialability) adalah taraf sejauh mana suatu pembaruan dapat diuji cobakan dengan basis terbatas. Ide-ide baru yang dapat dicoba kan secara bertahap akan lebih mudah diadopsi dari pada pembaharuan yang tak dapat diuji coba secara bertahap.

5. Kemudahan Untuk Diamati (Observability)

Kemudahan untuk diamati (observability) adalah taraf sejauh mana suatu pembaruan dapat dilihat hasilnya oleh pengadopsi. Semakin mudah pengadopsi melihat hasil dari sesuatu perbaruan, semakin lebih mudah baginya untuk mengadopsi. 

Dengan lima karakter di atas, Everett M. Rogers menyimpulkan bahwa pembaruan yang dianggap oleh penerimanya sebagai memiliki keuntungan relatif, kecocokan, kemudahan untuk dicoba, kemudahan untuk diamati, dan kurang kompleksitas akan cenderung diadopsi lebih cepat dari pada pembaruan yang tidak memiliki lima karakter tersebut.

 

 

 

IKUTI KULIAH BISNIS ONLINE & GRATIS UCEO

Bila selama ini anda mengalami kesulitan dalam menjual produk / jasa anda, maka pembelajaran KEJAR TARGET ini adalah yang anda butuhkan!

Di pembelajaran KEJAR TARGET, Dedy Budiman yang adalah seorang champion sales trainer mengajarkan secara jelas dan gamblang mengenai prinsip, tips serta teknik dalam berjualan yang perlu dikuasai oleh seorang sales untuk mencapai target penjualan yang diinginkan. Disertai dengan berbagai contoh problem nyata yang sering dihadapi dalam berjualan, menjadikan pembelajaran KEJAR TARGET ini sangat menarik untuk diikuti dan mudah untuk dimengerti.

Anda ingin meningkatkan kemampuan dalam menjual? Segera ikuti KEJAR TARGET !