Pertanyaan Lucu Dari Pembeli

Salah satu tantangan yang harus dihadapi ketika menjadi seorang pedagang adalah menghadapi ulah para pembeli yang kadang membuat jengkel, namun tidak jarang juga membuat kita merasa ingin tertawa. Di era modern yang serba online ini, dunia perdagangan pun mulai beralih ke bentuk bisnis online. Bentuk jual beli yang terbilang baru seperti ini tentunya akan mendatangkan tantangan tersendiri untuk para penjualnya. Percakapan yang terjalin antara penjual dan pembeli seringkali hanya dilakukan dengan chatting via BBM, whatsapp atau LINE. Tanpa bertemu secara langsung, bentuk komunikasi seperti ini tidak jarang menimbulkan salah tafsir yang membuat kedua pihak menjadi berseteru.

Beberapa pembeli terkadang mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang aneh, lucu, dan membuat jengkel. Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat penjual seringkali merasa dilema. Di satu sisi penjual merasa malas untuk meladeni pertanyaan tersebut, namun di sisi lain penjual tetap harus berlaku profesional dalam melayani konsumen.

Nah berikut ini adalah beberapa pertanyaan lucu yang pasti sering diterima oleh orang-orang yang membuka bisnis online.

Pertanyaan Lucu “Transfer dulu apa barang dikirim dulu?”

Pertanyaan lucu semacam ini pasti sering sekali dijumpai oleh kita yang memiliki bisnis online. Bagi orang-orang yang sering berbelanja online, tentunya sudah paham jika jual beli online selalu diawali dengan transfer uang dari pembeli ke rekening si penjual. Setelah kita mampu menunjukkan tanda bukti transfer, maka penjual akan segera memproses barang pesanan kita dan mengirimkannya melalui jasa kurir.

Sayangnya, bagi beberapa orang hal ini tampaknya belum jelas. Masih banyak konsumen yang berpikir jika membeli barang secara online itu sama seperti membeli makanan secara delivery di restoran cepat saji. Makanan datang dulu, baru uangnya dibayarkan.

Pertanyaan Lucu “Belum kasih alamat tanya ongkirnya berapa”

“Saya mau pesan lipstick warna merah 1, ongkirnya berapa ya?”

Pertanyaan ini sebenarnya adalah pertanyaan yang wajar, namun akan menjadi pertanyaan lucu jika diajukan sebelum sang calon pembeli memberikan alamat atau kota domisilinya ke penjual. Seperti yang kita tahu, harga atau ongkos kirim yang dikenakan oleh jasa kurir tentunya akan berbeda-beda tergantung dari kota asal penjual dan kota tujuan pembeli. Jadi jika daerah asal pembeli saja belum diketahui oleh penjual, bagaimana mungkin dia bisa mencari tahu berapa ongkos kirim yang akan dikenakan?

Pertanyaan Lucu “Saya mau transfer, tapi barang pasti nyampe kan?”

Beberapa orang takut membeli barang secara online karena isu penipuan yang sempat ramai di awal tren ini muncul. Setelah uang ditransfer oleh pembeli, barang yang dipesan justru tidak pernah sampai ke tujuan. Sikap hati-hati memang perlu dilakukan ketika bertransaksi secara online, namun pertanyaan lucu semacam ini sebenarnya bisa menyakiti hati si penjual karena judgement “penipu” yang seolah-olah diberikan untuknya.

Sebenarnya, ada cara lain untuk memastikan barang pesanan kita sampai daripada harus mengajukan pertanyaan lucu semacam itu ke penjual. Lebih baik kita sebagai pembeli lebih teliti dalam mencari tahu toko online yang kita tuju. Pilihlah toko online yang memang terpercaya. Kita bisa melihatnya dari testimoni pembeli lain mengenai pelayanan di toko tersebut.

Pertanyaan Lucu “ini bukan online shop abal-abalkan?”

Pertanyaan lucu ini juga bisa berpotensi menyakiti hati penjual. Memang, ada saja toko online abal-abal yang saat ini tersebar di dunia maya. Meskipun begitu, kita sebagai pembeli seharusnya bisa membedakan mana toko yang baik dan mana toko yang abal-abal kan? Jika kita memang tidak yakin dengan sebuah online shop, ada baiknya kita menghindari untuk bertransaksi online di toko tersebut.

Pertanyaan Lucu “1 lusin isinya berapa ya?”

Untuk pertanyaan lucu ini, bentuknya bisa beraneka macam. Terkadang ada pembeli yang bertanya “1 lusin itu isinya berapa gan?” Pertanyaan lucu semacam ini kadang memunculkan rasa kasihan dari penjual ke pembeli karena sepertinya pada masa sekolah, nilai Matematikanya kurang baik. Rasanya ingin sekali menjawab “Gan, coba agan googling 1 lusin itu isinya berapa.”

Selain itu, banyak juga pembeli yang masih saja bertanya “Harganya berapa Sis?” pada sebuah produk yang foto dan harganya telah dipampang secara jelas di dalam sebuah instagram. Budaya malas membaca yang terjadi di Indonesia sepertinya menjalar juga pada rasa malas membaca caption atau pun keterangan yang tertera pada produk. Pertanyaan lucu yang sebenarnya tidak perlu ditanyakan semacam ini membuat banyak sekali pemilik bisnis online merasa kesal.

Setiap bentuk bisnis pastinya memiliki tantangan dan hambatannya masing-masing. bagi orang yang bergelut di dunia bisnis online, pertanyaan-pertanyaan lucu dan cenderung mengesalkan dari pembeli bisa jadi merupakan salah satu tantangan yang dihadapi. meskipun hal ini tidak bisa dihindari, namun sebagai seorang pengusaha yang baik, kita semestinya bisa menyikapi pertanyaan lucu ini secara lebih dewasa. Kuncinya adalah jangan emosi, karena bagaimana pun, pembeli tetaplah raja.


 

 

IKUTI KULIAH BISNIS ONLINE & GRATIS UCEO

Apakah Anda mengetahui perbedaan akuntansi dan perencanaan keuangan? Atau Anda ingin mempelajari bagaimana mengatur keuangan dalam berbisnis? Jika Anda memerlukan pengetahuan mengenai bagaimana mengelola keuangan, ikutilah pembelajaran Perencanaan Keuangan ini.

Bapak Candra Chahyadi yang merupakan founder dari www.beruangcerdas.com akan membagikan tips mengatur keuangan bisnis Anda. Selain itu, Beliau juga menjabat Associate Professor of Finance di Eastern Illinois University, USA.