10 Pertanyaan Psikopat dan Jawabannya

ILUSTRASI PSIKOPAT (UCEO)

ILUSTRASI PSIKOPAT (UCEO)

PENGERTIAN PSIKOPAT

Apa yang pertama terlintas di benak Anda ketika mendengar kata psikopat?

Orang yang sakit jiwa, memiliki kelainan mental, sadis, atau seorang anti sosial?

Beberapa definisi psikopat seperti di atas memang terdengar mengerikan, namun tidak dapat dipungkiri jika psikopat memang ada. Secara harfiah, kata psikopat merupakan gabungan dari kata psyche yang berarti jiwa, serta pathos yang berarti penyakit. Psikopat memang berarti orang yang memiliki kelainan mental dan memiliki kecenderungan sakit jiwa. Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah seorang psikopat berbeda dengan orang gila. Biasanya hal-hal yang dilakukan seorang psikopat akan menimbulkan kerugian bagi banyak orang di sekitarnya.

Seorang psikopat juga bisa disebut sebagai seorang sosiopat atau seseorang yang memiliki kecenderungan mengucilkan dirinya sendiri dari orang lain dan lingkungannya. Sikap anti sosial memang diyakini dimiliki oleh seorang psikopat. Walaupun seorang psikopat memiliki kecenderungan sakit jiwa, namun terdapat perbedaan yang sangat besar dan jelas antara seorang psikopat dengan orang gila. Perbedaan dengan gila adalah bila orang gila tidak menyadari apa yang diperbuatnya, maka sebaliknya, seorang psikopat mengingat dan mengetahui dengan jelas setiap perbuatannya. Bahkan bukan tidak mungkin ia justru merencanakan terlebih dahulu apa yang hendak dilakukannya dengan matang.

Hal yang cukup mengkhawatirkan dari kasus psikopat adalah kemungkinannya yang kecil untuk disembuhkan. Seorang psikopat akan lebih sulit disembuhkan walaupun dengan menjalani rehabilitasi selama bertahun-tahun. Parahnya, banyak di antara psikopat yang hidup bebas di masyarakat tanpa terdeteksi. Mereka tinggal di antara kita dan bukan berada di rumah sakit jiwa, panti rehabilitasi, maupun penjara. Mengapa psikopat sulit sekali untuk ditemukan atau dideteksi? Banyak survei yang telah membuktikan bahwa perilaku seorang psikopat sangat tenang dan bahkan cenderung lebih baik ketika bersosialisasi di masyarakat. Mereka dapat bertindak sangat bijaksana dan karismatik, care, dan bahkan suka menolong. Maka sering tidak diketahui dan tidak ada yang bisa menyangka bahwa seorang yang baik dan terhormat mempunyai kepribadian serta memiliki sifat atau kecenderungan seorang psikopat di dalam dirinya. Intinya adalah seorang psikopat juga dapat membaur dengan baik dengan masyarakat.

Seorang psikopat selalu dapat membuat kamuflase yang rumit, ia tidak ragu memfitnah, berbohong, serta pandai dalam memutar balik kata dan fakta demi kepuasan dirinya sendiri. Hal ini merupakan sebuah kesimpulan dari penelitian selama 25 tahun yang dilakukan oleh Robert D. Hare, seorang ahli psikopati dan guru besar di Universitas British Columbia. Untuk mengenali seorang psikopat atau cara mengetahui psikopat dapat dilakukan dengan semacam tes psikopat sederhana berupa beberapa pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan untuk psikopat ini akan dapat menyimpulkan apakah seseorang memiliki kecenderungan jiwa psikopat atau tidak.

Berikut ini akan dijelaskan tentang beberapa daftar pertanyaan psikopat sehingga Anda dapat mengenali diri Anda sendiri atau bahkan mungkin Anda dapat dengan lebih mudah mengenali sosok seorang psikopat yang berada di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Pertanyaan untuk test psikopat ini memang tidak dapat menjadi jaminan jika Anda adalah seorang psikopat atau bukan seorang psikopat. Meskipun dari pertanyaan di bawah Anda memiliki jawaban yang mengarah kepada sosok seorang psikopat, namun bukan berarti Anda adalah seorang psikopat. Tes pertanyaan psikopat belum dapat membuktikan seseorang adalah seorang psikopat karena untuk mengetahui dengan pasti apakah seseorang dapat dikatakan sebagai seorang psikopat diperlukan serangkaian tes yang menyeluruh dan mendalam serta dilakukan oleh ahli psikologi.

KUMPULAN PERTANYAAN PSIKOPAT DAN JAWABANNYA

Untuk megetahui apakah Anda atau rekan Anda memiliki sifat yang mirip dan berpotensi sebagai seorang psikopat, maka Anda dapat menjawab pertanyaan di bawah ini. Jawablah dahulu pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sebelum Anda melihat kunci jawabannya.

PERTANYAAN :

  1. Apakah Anda merupakan seseorang yang selalu membuat perencanaan sebelum melakukan suatu hal atau lebih menyukai sesuatu yang berlangsung secara spontan dan mendadak?
  2. Ketika dihadapkan dengan sebuah situasi yang sulit, apakah Anda mampu bertahan atau menyerah karena tertekan?
  3. Ketika dihadapkan dengan situasi yang berbahaya, apakah yang akan Anda lakukan : Saya mampu menghadapai situasi berbahaya ini karena dapat membuat keputusan dengan cepat, atau Saya akan meminta bantuan orang lain untuk menghadapi situasi berbahaya ini?
  4. Diantara merah dan putih, warna apakah yang akan Anda pilih?
  5. Ketika bertemu dengan seseorang yang sangat Anda sukai, apa yang akan Anda lakukan pertama kali padanya?
  6. Ketika Anda memiliki seorang tetangga yang sering tidak terlihat dan mengurung diri di dalam rumah, hal apa yang terlintas di benak Anda?
  7. Hal apakah yang Anda pilih berikut ini : berkelahi, kenakalan, sikap brutal, pornografi?
  8. Ketika melihat foto prajurit yang telah memenangkan peperangan, tentu ada beberapa bagian tubuh yang terluka ketika terjadi peperangan tersebut. Bagian tubuh manakah yang menurut Anda paling mungkin untuk terkena serangan pertama kali?
  9. Suatu ketika rumah Anda dimasuki oleh pencuri, untuk mempertahankan diri dan melawan pencuri tersebut, Anda mengambil pisau. Pisau apakah yang Anda pilih : pisau dapur yang tajam atau pisau buah yang tidak tajam?
  10. Ketika Anda melihat sebuah film dan tokoh utama harus melawan seseorang penjahat yang sedang melarikan diri dan bersembunyi di bawah tempat tidur, apa yang Anda pikir akan dilakukan oleh tokoh tersebut?  

JAWABAN :

  1. a) Menyukai perencanaan : Orang yang lebih memilih menyusun semua agenda dan rencananya terlebih dahulu lebih memiliki kecenderungan sebagai seorang psikopat. Hal ini dikarenakan seorang psikopat pasti telah merencanakan tahapan-tahapan yang harus dilakukannya secara terstruktur. b) Spontan : Sikap yang gegabah dan terburu-buru sangat bertentangan dengan jiwa seorang psikopat yang tenang dan terencana.
  2. a) Mampu bertahan : Sudah merupakan sikap seorang psikopat untuk mampu bertahan dalam segala situasi dan keadaan. Seorang psikopat pasti memiliki rencana cadangan / back up plan apabila rencana utamanya tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakannya. b) Menyerah karena tertekan : Sikap yang mudah menyerah dan gampang patah semangat sangat bertentangan dengan jiwa psikopat yang menyukai tantangan.
  3. a) Membuat keputusan dengan cepat : Jika dihadapkan dengan situasi berbahaya, seorang psikopat cenderung justru akan menyukainya dan sama sekali tidak menganggapnya sebagai tantangan, rintangan, maupun hambatan. b) Meminta bantuan orang lain : Sikap ini sangat bertentangan dengan jiwa psikopat yang cenderung mandiri dan melakukan segala sesuatunya sendiri tanpa bantuan orang lain.
  4. a) Warna merah : Tidak ada indikasi seorang psikopat. Karena warna pada dasarnya mewakili sebuah emosi. Warna merah adalah berani dan semangat. b) Warna putih : Warna yang serng dipilih oleh seorang psikopat karena warna putih cenderung tidak menunjukkan emosi apapun.
  5. a) Berkenalan apa adanya : Sosok orang biasa akan cenderung berkenalan, dan berjabat tangan dengan sopan dan mengatakan hal-hal basa-basi yang umum untuk mengawali percakapan. b) Berusaha membuatnya terkesan : Sosok seorang psikopat akan mengupayakan apa saja agar orang tersebut terkesan dengan dirinya. Bisa dengan pembicaraan yang menunjukkan wawasannya, kekayaan / kedudukannya, atau bahkan menyanjung orang yang diajak bicara demi mendapatkan kepercayaannya.
  6. a) Sibuk : Merupakan jawaban umum yang dilontarkan oleh orang apabila sering tidak melihat keberadaan tetangganya. b) Tidak menyukai keramaian : Sebenarnya ini adalah sebuah “pertanyaan jebakan” yang dilontarkan seorang psikolog untuk si psikopat sendiri, mengapa dia jarang terlihat keluar rumah dan bersosialisasi dengan orang lain. Jawaban tersebut mewakili jawaban dari dirinya sendiri tentang apa yang dia rasakan.
  7. a) Berkelahi, kenakalan, dan sikap brutal : Walaupun terlihat sangat sadis, namun sikap-sikap ini adalah hal yang umum dialami atau dilakukan pada masa muda. b) Pornografi : Kecenderungan senang terhadap pornografi ternyata sangat berbahaya, karena menurut penelitian, pornografi mengajarkan tentang penyiksaan, penderitaan, dan kekerasan dalam kacamata atau sudut pandang sebuah kesenangan. Seseorang yang memiliki jiwa psikopat akan cenderung memilih pornografi sebagai jawabannya.
  8. a) Kaki dan tangan : Seseorang yang normal akan menjawab jawaban tersebut karena kedua bagian itu adalah bagian tubuh yang paling mungkin mereka pikirkan akan terkena serangan. b) Mata dan jari-jari : Seorang psikopat akan memikirkan lebih terperinci bagian tubuh apa / dimana yang terkena serangan. Dan biasanya selain sangat spesifik, seorang psikopat akan memikirkan jenis penyerangan macam apa yang dapat mengakibatkan mata, jari-jari tangan, maupun bagian tubuh yang lain untuk mendapatkan jenis penyiksaan dengan penderitaan yang lama dan menyakitkan.
  9. a) Pisau dapur : Orang normal akan lebih cenderung memilih pisau dapur yang tajam agar dapat segera melukai pencuri tersebut. b) Pisau buah : Seorang yang memiliki kecenderungan jiwa psikopat akan memilih pisau buah yang tidak terlalu tajam karena dia tidak ingin cepat-cepat “membereskan” masalah tersebut. Seorang psikopat akan menikmati proses yang lama akibat pisau tumpul tersebut. Psikopat akan senang melihat korbannya tersiksa secara perlahan-lahan.
  10. a) Segera mencari dibawah tempat tidur dan melukainya : Orang yang normal akan berfikir itu sebuah kesempatan, sehingga akan lebih baik apabila langsung mengakhirinya pada saat itu juga. b) Menunggu korban keluar, baru kemudian memburunya : Hal berbeda dirasakan seorang psikopat, dia akan menunggu korbannya merasakan ketakutan kemudian melukainya secara perlahan-lahan. Teror yang dia ciptakan merupakan kepuasan dan kesenangan seorang psikopat, dan dia akan menikmatinya.

CONTOH PSIKOPAT DAN KASUS PSIKOPAT

  1. Jiwa psikopat nyatanya tidak hanya dimiliki oleh orang-orang dewasa. Beberapa kasus pembunuhan di seluruh dunia ternyata melibatkan tersangka di bawah umur dan anak-anak. Sungguh mengerikan mengetahui fakta bahwa anak-anak sudah menjadi pembunuh. Hal yang lebih mencengangkan lagi adalah fakta bahwa anak-anak kecil tersebut merupakan seorang psikopat yang sangat tega dan malah menikmati apa yang telah dilakukannya. Berikut ini terdapat beberapa kasus pembunuhan yang dilakukan oleh psikopat dengan usia di bawah umur :
  2. Bullying merupakan hal yang sangat berbahaya namun tidak jarang ditemui pada lingkungan pendidikan. Hal inilah yang mendasari seorang siswa kelas 1 sekolah dasar di Winterberry Charter melakukan rencana membunuh teman sekelasnya dengan cara mencampurkan silica gel dalam kotak makan siang temannya. Untunglah hal ini sempat diketahui oleh guru dan pihak pendidikan sebelum menimbulkan akibat yang buruk.
  3. Kebencian pada suatu hal juga dapat berujung tidak baik. Pada Februari 1996, seorang anak laki-laki berusia 15 tahun bernama Barry Dale Loukaitis melakukan penembakan secara membabi-buta kepada seluruh teman sekelas dan gurunya pada saat pelajaran Aljabar berlangsung. Akibatnya, guru dan dua orang teman sekelas Barry meninggal dunia. Diketahui Barry sangat membenci pelajaran Aljabar. Dan setelah melakukan aksinya, dengan tenang dan tersenyum Barry berkata, “Ini akan menyelesaikan materi Aljabarnya, bukan?”
  4. Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun bernama Jesse Pomeroy telah melakukan penyiksaan dan pembunuhan anak berusia 4 tahun pada tahun 1871 sehingga mengakibatkan dirinya ditangkap dan dipenjara, namun karena berkelakuan baik, Jesse pun akhirnya dibebaskan. Tidak lama terdapat serentetan kasus pembunuhan anak-anak kecil lainnya yang setelah diselidiki ternyata merupakan aksi dari Jesse, dan Jesse sendiripun mengakui semua perbuatannya. Pemerintah akhirnya menghukum dengan hukuman seumur hidup serta rehabilitasi jiwa.
  5. Pada tahun 1993, Robert Thompson dan Jon Venables yang masih anak-anak, menculik seorang anak berusia tiga tahun di sebuah pusat perbelanjaan. Mereka berdua lantas membawa anak kecil tersebut ke bagian belakang gedung untuk menyiksanya, melukai bagian kepala, serta melakukan kekerasan seksual hingga meninggal. Mereka kemudian meninggalkan mayat anak tersebut di sebuah rel kereta di dekat pusat perbelanjaan tersebut. Robert dan Thompson diberi hukuman kurungan rumah selama 8 tahun hingga mereka cukup umur untuk dilakukan sidang.
  6. Eric Smith seorang anak berwajah innocent berusia 13 tahun pada tahun 1993 melakukan penculikan terhadap tetangganya yang masih balita kemudian membawanya ke hutan di dekat rumahnya. Eric menyiksa balita tersebut dengan berbagai alat seperti batu dan kayu, bahkan Eric juga memutilasi dan membiarkan jasad balita tersebut di hutan. Eric dihukum 5 tahun tahanan rumah. Kemudian pada 1998 Eric kembali dihukum penjara selama 9 tahun.

 

 

 

 

 

 

IKUTI KULIAH BISNIS ONLINE & GRATIS UCEO

Apakah Anda mengetahui perbedaan akuntansi dan perencanaan keuangan? atau Anda ingin mempelajari bagaimana mengatur keuangan dalam berbisnis? Jika Anda memerlukan pengetahuan mengenai bagaimana mengelola keuangan, ikutilah pembelajaran Perencanaan Keuangan ini.

Bapak Candra Chahyadi yang merupakan founder dari www.beruangcerdas.com akan membagikan tips mengatur keuangan bisnis Anda. Selain itu, Beliau juga menjabat Associate Professor of Finance di Eastern Illinois University, USA.