Tanggung Jawab Seorang Pengusaha

ILUSTRASI TANGGUNG JAWAB (UCEO)

ILUSTRASI TANGGUNG JAWAB (UCEO)

“I believe everybody is responsible for what they do themselves.” – Dennis Potter

Rasa tanggung jawab merupakan sebuah sikap yang selalu diajarkan oleh orang tua kepada anak-anaknya semenjak kecil. Setiap orang memang perlu memiliki sikap tanggung jawab terhadap apapun, seperti pekerjaan dan juga pilihan hidupnya sendiri. Saat masih kecil, seorang anak cenderung untuk belum memiliki rasa tanggung jawab. Contoh paling sederhana untuk menggambarkan hal ini adalah seorang anak biasanya enggan membereskan kamarnya yang berantakan setelah bermain boneka seharian. Sikap seperti ini dapat diubah dengan pengertian dan latihan yang diberikan orang tua kepada anaknya. Latihan dan pengertian untuk membereskan kamar setelah bermain bukan hanya perkara membuat kamar menjadi rapi, tapi juga mengajarkan seorang anak untuk bisa bertanggung jawab semenjak ia masih kecil.

PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan, maka seorang penanggung jawab dapat dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya.

Pada dasarnya, rasa tanggung jawab merupakan sebuah pengertian untuk memahami tinggi rendahnya akhlak seorang manusia. Seiring dengan perkembangnya, rasa tanggung jawab kemudian berkembang bukan hanya dalam tataran personal, namun juga terkait hubungan dengan orang lain. Artinya, seseorang yang berhubungan dengan pihak-pihak lain tidak bias lepas dari rasa tanggung jawab yang melekat pada dirinya.

Rasa tanggung jawab dibagi menjadi dua jenis, yakni:

1. Tanggung Jawab Moral

Tanggung jawab moral merupakan tanggung jawab yang identik dengan tindakan moral. Tanggung jawab ini terdiri dari dua unsur, yakni kebebasan bertindak dan tindakan integral tanggung jawab (tanggung jawab yang lahir dari hati nurani).

2. Tanggung Jawab Sebagai Warga Negara

Tanggung jawab sebagai seorang warga negara ditanggung oleh semua orang yang tinggal dalam sebuah Negara, baik yang menjabat sebagai pemerintah maupun rakyat biasa. Seorang pejabat memiliki tanggung jawab kepada instansi terkait tugas dan pengabdiannya kepada masyarakat dan Negara. Sementara rakyat memiliki tanggung jawab kepada Negara dan masyarakat yang lain seperti membayar pakaj, mematuhi peraturan lalu lintas, hingga menjaga fasilitas umum.

ILUSTRASI TANGGUNG JAWAB (UCEO)

ILUSTRASI TANGGUNG JAWAB (UCEO)

TANGGUNG JAWAB SEORANG PENGUSAHA

Sama seperti warga negara lainnya, seorang pengusaha juga memiliki tanggung jawab yang harus ditanggungnya. Sebagai seorang pengusaha, tanggung jawab yang ditanggung tentunya sangat luas. Selain tanggung jawab terhadap bisnisnya, seorang pengusaha juga memiliki tanggung jawab terhadap pegawainya, masyarakat yang ada di lingkungan bisnisnya, juga tanggung jawab terhadap lingkungan. Tanggung jawab pengusaha ini sering disebut sebagai tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Sesuai dengan namanya, CSR merupakan bentuk tanggung jawab pengusaha dan perusahaan yang tidak hanya membuat keputusan berdasarkan aspek keuntungan ekonomi, namun juga melalui pembangunan berkelanjutan dalam bidang sosial. Tanggung jawab perusahaan dalam bentuk CSR dilakukan karena perusahaan menyadari jika dalam sebuah bisnis, tidak hanya keuntungan yang bias didatangkan oleh perusahaan, namun juga kerugian bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Dengan kata lain, CSR dapat pula dikatakan sebagai kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan melalui manajemen dampak, yakni meminimalisasi dampak negatif dan memaksimalisasi dampak positif terhadap seluruh pemangku kepentingan perusahaan.

LINGKUP TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seorang pengusaha memiliki tanggung jawab yang besar kepada banyak pihak. Dalam tanggung jawab sosial, seorang pengusaha setidaknya memiliki tanggung jawab terhadap empat pihak, yakni lingkunga, konsumen, karyawan dan investornya.

A. Tanggung Jawab Terhadap Lingkungan

Bentuk tanggung jawab pengusaha terhadap lingkungan dapat diwujudkan dengan meminimalkan polusi dan kerusakan lingkungan yang dihasilkan oleh perusahaan. Contohnya, perusahaan dapat menggunakan penghisap zat-zat beracun pada asap yang dikeluarkan dari produksi untuk meminimalkan polusi udara, membuat penampungan limbah yang menyerap zat-zat berbahaya sebelum dialirkan ke aliran sungai untuk meminimalkan polusi air, dan meminimalkan sampah yang dikeluarkan dengan menggunakan bahan-bahan yang dapat di daur ulang untuk meminimalisir polusi air.

B. Tanggung Jawab Terhadap Konsumen

Bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap konsumen dapat diwujudkan dengan menyediakan produk yang berkualitas dan dengan harga yang sesuai. Konsumen memiliki hak untuk memperoleh produk yang aman, memperoleh informasi mengenai produk yang digunakan, hak untuk didengarkan dan hak untuk memilih apa yang hendak dibeli. Tanggung jawab perusahaan terhadap konsumennya juga termasuk dengan memperhatikan etika dalam beriklan, antara lain dengan tidak membuat janji-janji tentang sebuah produk yang tidak ditepati oleh perusahaan.

C. Tanggung Jawab Terhadap Karyawan

Bentuk tanggung jawab yang dapat diberikan perusahaan kepada karyawan adalah dengan melakukan berbagai aktivitas, seperti rekruitmen, pelatihan, promosi dan kompensasi sesuai dengan hak-hak yang harus diperoleh karyawan.

D. Tanggung Jawab Terhadap Investor

Tanggung jawab terhadap investor dapat dilakukan misalnya dengan memberikan laporan keuangan dengan jujur dan sesuai keadaan, tidak memberikan informasi kepada investor-investor tertentu saja, dan memberikan laporan keuangan sesuai dengan aturan dalam laporan keuangan yang berlaku.

MENGELOLA PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Sebuah tanggung jawab sosial tidak akan berlangsung dengan baik apabila tidak dikelola dengan baik pula. Sebuah program tanggung jawab sosial membutuhkan program yang diorganisasikan dan dikelola dengan hati-hati. Secara umum, manajer harus melakukan hal-hal berikut:

  1. Tanggung jawab sosial harus dimulai dari tingkatan manajemen puncak karena tanpa dukungan dari manajemen puncak tidak akan ada program yang berjalan sukses.
  2. Sebuah komite atau panitia yang terdiri dari manajer-manajer tertinggi harus mengembangkan sebuah rencana yang merinci tingkat dukungan manajemen.
  3. Seorang eksekutif atau manajer harus bertanggung jawab dalam pengimplementasian program yang telah direncanakan.
  4. Perusahaan harus melakukan audit sosial, yaitu analisis sistematis mengenai penggunaan dana dan pencapaiannya terhadap tujuan tanggung jawab sosialnya.

IKUTI KULIAH BISNIS ONLINE & GRATIS UCEO

Apakah Anda mengetahui perbedaan akuntansi dan perencanaan keuangan? atau Anda ingin mempelajari bagaimana mengatur keuangan dalam berbisnis? Jika Anda memerlukan pengetahuan mengenai bagaimana mengelola keuangan, ikutilah pembelajaran Perencanaan Keuangan ini. Bapak Candra Chahyadi yang merupakan founder dari www.beruangcerdas.com akan membagikan tips mengatur keuangan bisnis Anda. Selain itu, Beliau juga menjabat Associate Professor of Finance di Eastern Illinois University, USA.

Apakah Anda mengetahui perbedaan akuntansi dan perencanaan keuangan? atau Anda ingin mempelajari bagaimana mengatur keuangan dalam berbisnis? Jika Anda memerlukan pengetahuan mengenai bagaimana mengelola keuangan, ikutilah pembelajaran Perencanaan Keuangan ini.

Bapak Candra Chahyadi yang merupakan founder dari www.beruangcerdas.com akan membagikan tips mengatur keuangan bisnis Anda. Selain itu, Beliau juga menjabat Associate Professor of Finance di Eastern Illinois University, USA.